- Beranda
- Komunitas
- Saham
Menkeu Purbaya Minta BEI dan OJK Tindak Mafia Saham, Soroti Dugaan Gorengan DADA
TS
rakyat0312
Menkeu Purbaya Minta BEI dan OJK Tindak Mafia Saham, Soroti Dugaan Gorengan DADA

Jakarta — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak tegas terhadap praktik permainan harga atau perdagangan tidak wajar dalam pasar modal, khususnya kasus saham gorengan yang belakangan meresahkan investor.
Dalam arahannya pada pertemuan dengan regulator pasar keuangan, Senin (21/10/2025), Purbaya menyebut perdagangan saham tertentu menunjukkan pola transaksi tidak sehat dengan lonjakan harga yang tidak ditopang oleh fundamental perusahaan. Salah satu saham yang menonjol dalam laporan pengawasan adalah PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), yang disebut-sebut digoreng melalui isu akuisisi fiktif oleh pihak tertentu.
“Kita tidak boleh membiarkan publik dirugikan oleh spekulan yang memanfaatkan sentimen palsu. Saya minta BEI dan OJK segera menindak tegas siapapun yang terlibat dalam praktik seperti ini,” tegas Purbaya.
Ia menilai bahwa isu-isu seperti akuisisi oleh tokoh politik maupun pengusaha besar sering dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk mengerek harga saham tanpa dasar yang jelas. Menurutnya, praktik semacam ini bukan hanya mencoreng kredibilitas pasar modal Indonesia, tetapi juga berpotensi merugikan investor ritel yang tidak memiliki informasi memadai.
“Pasar modal harus dijaga dari praktik spekulasi berlebihan. BEI dan OJK jangan hanya memberi peringatan, tapi lakukan investigasi menyeluruh dan penindakan hukum jika ditemukan pelanggaran,” tambahnya.
Sementara itu, sumber di otoritas pasar modal menyebutkan bahwa DADA sedang dalam pemantauan khusus karena pergerakan harganya melonjak drastis dalam waktu singkat akibat rumor akuisisi berskala besar. Padahal, hingga saat ini belum ada keterbukaan informasi resmi yang mendukung kabar tersebut.
Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan akan memperkuat koordinasi dengan OJK dan BEI untuk memastikan transparansi, integritas, dan perlindungan investor dalam perdagangan saham. Ia menyatakan, ke depan, pemerintah akan mendorong reformasi regulasi yang memperketat pengawasan terhadap aksi manipulatif di bursa.
“Kita tidak melarang investor mencari keuntungan, tapi pasar harushat, transparan, dan bisa dipercaya. Kalau yang berkembang justru manipulasi harga dan informasi palsu, berarti sistem pengawasan kita lemah dan harus segera diperbaiki,” pungkasnya.(*)
0
276
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan