- Beranda
- Komunitas
- Berita Terkini
Rutan Pulangkan 116 Warga Binaan Lewat Pembebasan dan Cuti Bersyarat
TS
rutanpasangkayu
Rutan Pulangkan 116 Warga Binaan Lewat Pembebasan dan Cuti Bersyarat
Rutan Pulangkan 116 Warga Binaan Lewat Pembebasan dan Cuti Bersyarat
Pasangkayu, 20 Oktober 2025 – Rutan Kelas IIB Pasangkayu menutup satu tahun penuh makna dalam pelaksanaan program pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan. Selama periode 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2025, sebanyak 19 orang warga binaan telah memperoleh Cuti Bersyarat (CB) dan 97 orang lainnya mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB), menandai keberhasilan Rutan dalam mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan bekal perilaku baik dan keterampilan hidup.
Program ini tidak sekadar memberi kebebasan, tetapi juga kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Kepala Rutan Pasangkayu, Nanang Badruzzaman, A.Md.IP., S.H., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan. “Cuti dan pembebasan bersyarat bukan hadiah, tapi kepercayaan yang diberikan negara kepada mereka yang sungguh-sungguh berubah,” ujarnya.
Bagi warga binaan, momen pembebasan ini membawa haru dan semangat baru. Salah satu penerima PB, Rafi (35), mengaku bersyukur bisa kembali ke keluarganya lebih cepat. “Saya belajar banyak di sini, terutama soal disiplin dan tanggung jawab. Sekarang saya ingin mulai usaha kecil di rumah dan membuktikan kalau saya bisa hidup jujur,” ucapnya dengan mata berbinar.
Masyarakat sekitar juga merasakan dampak positif dari program ini. Banyak warga binaan yang kembali dengan bekal keterampilan hasil pelatihan di rutan, seperti membuat kerajinan atau mengolah hasil pertanian. Hal ini membantu mereka beradaptasi dan mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. “Kalau mereka diterima dan diberi kesempatan kerja, masyarakat juga diuntungkan karena mereka jadi produktif,” kata Rahma, warga Pasangkayu yang mengenal beberapa mantan warga binaan.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Rutan Pasangkayu berjalan dengan arah yang benar — bukan sekadar menahan, tetapi juga membina dan mengembalikan manusia pada fitrah sosialnya. Harapannya, setiap warga binaan yang pulang membawa semangat baru: menjadi pribadi yang lebih baik, berguna bagi keluarga, dan diterima kembali oleh masyarakat tanpa stigma.

Pasangkayu, 20 Oktober 2025 – Rutan Kelas IIB Pasangkayu menutup satu tahun penuh makna dalam pelaksanaan program pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan. Selama periode 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2025, sebanyak 19 orang warga binaan telah memperoleh Cuti Bersyarat (CB) dan 97 orang lainnya mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB), menandai keberhasilan Rutan dalam mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan bekal perilaku baik dan keterampilan hidup.
Program ini tidak sekadar memberi kebebasan, tetapi juga kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Kepala Rutan Pasangkayu, Nanang Badruzzaman, A.Md.IP., S.H., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan. “Cuti dan pembebasan bersyarat bukan hadiah, tapi kepercayaan yang diberikan negara kepada mereka yang sungguh-sungguh berubah,” ujarnya.
Bagi warga binaan, momen pembebasan ini membawa haru dan semangat baru. Salah satu penerima PB, Rafi (35), mengaku bersyukur bisa kembali ke keluarganya lebih cepat. “Saya belajar banyak di sini, terutama soal disiplin dan tanggung jawab. Sekarang saya ingin mulai usaha kecil di rumah dan membuktikan kalau saya bisa hidup jujur,” ucapnya dengan mata berbinar.
Masyarakat sekitar juga merasakan dampak positif dari program ini. Banyak warga binaan yang kembali dengan bekal keterampilan hasil pelatihan di rutan, seperti membuat kerajinan atau mengolah hasil pertanian. Hal ini membantu mereka beradaptasi dan mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. “Kalau mereka diterima dan diberi kesempatan kerja, masyarakat juga diuntungkan karena mereka jadi produktif,” kata Rahma, warga Pasangkayu yang mengenal beberapa mantan warga binaan.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Rutan Pasangkayu berjalan dengan arah yang benar — bukan sekadar menahan, tetapi juga membina dan mengembalikan manusia pada fitrah sosialnya. Harapannya, setiap warga binaan yang pulang membawa semangat baru: menjadi pribadi yang lebih baik, berguna bagi keluarga, dan diterima kembali oleh masyarakat tanpa stigma.

0
10
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan