- Beranda
- Komunitas
- Berita Terkini
Kerja Keras Berbuah Manis, Warga Binaan Rutan Pasangkayu Dapat Reward
TS
rutanpasangkayu
Kerja Keras Berbuah Manis, Warga Binaan Rutan Pasangkayu Dapat Reward
Pasangkayu — Suasana hangat terasa di Aula Rutan Kelas IIB Pasangkayu pada Selasa, 21 Oktober 2025. Sejumlah warga binaan tampak tersenyum bangga saat menerima reward atas keaktifan mereka dalam mendukung kegiatan ketahanan pangan di area branggang Rutan. Penghargaan ini diberikan langsung oleh petugas pengawas kurvey branggang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan semangat mereka dalam mengelola berbagai hasil pertanian seperti ubi jalar, ubi kayu, kangkung, dan kacang panjang.
Pemberian reward ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi pemicu semangat bagi warga binaan untuk terus produktif selama menjalani masa pembinaan. Salah satu warga binaan penerima penghargaan, Ardi (35), mengaku bangga dan termotivasi. “Kami merasa dihargai. Dari menanam sampai panen, kami belajar banyak hal baru. Sekarang kami tahu cara mengelola lahan, dan hasilnya bisa kami lihat sendiri,” ujarnya dengan mata berbinar.
Kegiatan ketahanan pangan di branggang tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Hasil panen sayur dan umbi-umbian sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur rutan, sementara sisanya bisa dijual untuk menambah kas kegiatan pembinaan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pertanian di dalam rutan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus melatih kemandirian.
Petugas pengawas branggang, Rusmin, menuturkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk dukungan moral agar warga binaan semakin berdaya. “Kami ingin mereka tahu bahwa setiap kerja keras itu ada hasilnya. Ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka sudah punya keterampilan dan semangat untuk hidup mandiri,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pasangkayu berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada warga binaan. Ketahanan pangan bukan lagi sekadar program, tetapi telah menjadi ruang pembinaan yang nyata — tempat tumbuhnya harapan, kerja keras, dan masa depan baru di balik jeruji.
Pemberian reward ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi pemicu semangat bagi warga binaan untuk terus produktif selama menjalani masa pembinaan. Salah satu warga binaan penerima penghargaan, Ardi (35), mengaku bangga dan termotivasi. “Kami merasa dihargai. Dari menanam sampai panen, kami belajar banyak hal baru. Sekarang kami tahu cara mengelola lahan, dan hasilnya bisa kami lihat sendiri,” ujarnya dengan mata berbinar.
Kegiatan ketahanan pangan di branggang tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Hasil panen sayur dan umbi-umbian sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur rutan, sementara sisanya bisa dijual untuk menambah kas kegiatan pembinaan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pertanian di dalam rutan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus melatih kemandirian.
Petugas pengawas branggang, Rusmin, menuturkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk dukungan moral agar warga binaan semakin berdaya. “Kami ingin mereka tahu bahwa setiap kerja keras itu ada hasilnya. Ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka sudah punya keterampilan dan semangat untuk hidup mandiri,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pasangkayu berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada warga binaan. Ketahanan pangan bukan lagi sekadar program, tetapi telah menjadi ruang pembinaan yang nyata — tempat tumbuhnya harapan, kerja keras, dan masa depan baru di balik jeruji.

0
9
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan