Kaskus

News

niumiucdcAvatar border
TS
niumiucdc
Mengenal Apa Itu Pica? Gangguan Makan dan Bahayanya bagi Kesehatan
Apakah anak memiliki kebiasaan aneh seperti mengunyah es batu, makan tanah, atau bahkan mengonsumsi benda-benda yang bukan makanan? Jika iya, bisa jadi ini bukan hanya sekadar kebiasaan unik, tapi merupakan kondisi medis yang disebut pica. Lebih dari itu, pica juga sering dikaitkan dengan masalah kesehatan serius seperti anemia defisiensi besi (ADB). Lalu, apa sih itu pica dan anemia? Simak penjelasannya di bawah ini.


Mengenal Apa Itu Pica? Gangguan Makan dan Bahayanya bagi Kesehatan


1.) Apa Itu Pica?

Pica adalah gangguan makan yang ditandai dengan keinginan kuat untuk mengonsumsi benda non-makanan yang tidak memiliki nilai gizi. Nama “pica” berasal dari bahasa Latin yang berarti burung murai, burung yang terkenal suka memungut benda apa saja. Dalam dunia medis, kondisi ini menjadi perhatian serius karena sering kali menunjukkan adanya kekurangan nutrisi, khususnya zat besi.


2.) Jenis-Jenis Pica

Pica tidak hanya satu jenis, melainkan terdiri dari beberapa bentuk perilaku berdasarkan benda yang dikonsumsi, antara lain:

[ul][li]
Geophagia, kebiasaan makan tanah atau debu.
[/li][li]
Pagophagia, memakan es batu, sering kali dalam jumlah besar.
[/li][li]
Amylophagia, mengonsumsi bahan bertepung mentah seperti tepung atau pati.
[/li][li]
Coprophagy, mengonsumsi feses (umumnya terjadi pada kondisi gangguan mental tertentu).
[/li][li]
Trichophagia, kebiasaan memakan rambut.
[/li][li]
Lain-lain, termasuk memakan kertas, logam, serpihan cat, detergen, batu, dan bahan asing lainnya.
[/li][/ul]

3.) Hubungan Antara Pica dan Anemia Defisiensi Besi

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pica sangat sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi, yaitu kondisi di mana tubuh kekurangan zat besi sehingga tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin dalam darah. Salah satu indikator anemia adalah kadar serum ferritin yang rendah, biasanya di bawah 15 mcg/mL.

Menurut laporan, sekitar 80,9% penderita anemia defisiensi besi juga mengalami pica, terutama jenis pagophagia. Ini menunjukkan bahwa kekurangan zat besi bisa memicu dorongan kuat untuk mengonsumsi benda asing, walau belum sepenuhnya dipahami mengapa hal ini terjadi secara biologis.

Anak-anak, terutama balita, serta individu dengan kondisi seperti autisme, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pica. Jika tidak segera ditangani, kebiasaan ini bisa berujung pada keracunan, gangguan saluran pencernaan, bahkan memperparah anemia yang sudah ada.




0
9
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan