Kaskus

Sports

ONEchampionshipidAvatar border
TS
ONEchampionshipid
Jonathan Di Bella Incar Laga kontra Superlek, Takeru, hingga Rodtang
Jonathan Di Bella Incar Laga kontra Superlek, Takeru, hingga Rodtang
ONE CHAMPIONSHIP

Setelah kembali menjadi juara sejati kelas jerami kickboxing ONE Championship, Jonathan Di Bella siap menghadapi striker-striker terbaik macam Superlek, Takeru Segawa, atau Rodtang Jitmuangnon.

BOLASPORT.COM - Jonathan Di Bella resmi menjadi raja sejati kelas jerami kickboxing ONE Championship setelah menaklukkan Prajanchai PK Saenchai lewat keputusan mutlak di ONE Fight Night 36.


Kemenangan pada Sabtu (4/10/2025) di Bangkok ini bukan sekadar menyatukan sabuk tetapi juga membalas satu-satunya kekalahan dalam karier Di Bella.
Petarung Italia-Kanada berusia 29 tahun ini mengaku sangat bahagia bisa merebut kembali mahkota yang sempat lepas.
Sebelum berlaga melawan Prajanchai, Di Bella adalah juara sejati di kelasnya.
Namun, dia harus kehilangan sabuk pada April tahun lalu karena gagal memenuhi batas berat badan dalam keadaan terhidrasi.
Laga kontra Prajanchai pun diundur hingga Juni untuk merebut kembali sabuk yang tak bertuan.
Sayangnya, Di Bella kalah lewat poin dan Prajanchai jadi juara tak terbantahkan.
Namun, petarung berdarah Italia ini bangkit dan meraih sabuk interim setelah mengalahkan Sam-A Gaiyanghadao dalam ajang ONE 172 pada Maret lalu.
Dengan alasan itu, maka kemenangannya atas Prajanchai terasa lebih emosional.
"Rasanya luar biasa jadi juara tak terbantahkan lagi. Itu tujuan utama kami dan saya berhasil meraihnya malam ini," ujar Di Bella kepada media setelah pertarungan.
"Saya mendengarkan tim dan mereka bilang untuk serang tubuhnya dengan pukulan," ungkap Di Bella.
"Saya langsung melukai dia di awal dan melihat wajahnya berubah. Saya terus menyerang selama lima ronde."
Sang juara baru mengungkapkan bahwa rencana permainan berjalan sempurna sejak ronde pertama.
Yang mengejutkan bagi Jonathan Di Bella adalah betapa mudahnya dia mendaratkan tendangan ke arah betis sepanjang pertarungan.
"Saya kaget bisa terus mendaratkan tendangan betis yang bersih karena dia sudah mengenal gaya saya. Sepertinya dia tidak bertahan dengan baik dan terlihat kesakitan," jelasnya.
Meski meraih kemenangan dominan, Di Bella hanya memberikan nilai 7,5 hingga 8 untuk penampilannya sendiri.
Menurutnya, penampilannya belum sempurna meski berhasil menundukkan salah satu striker terbaik pada generasi ini dan bahkan meraih bonus senilai 50 ribu dolar AS atau sekitar Rp800 juta dari CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong.
Di Bella juga memberikan respek penuh kepada Prajanchai yang disebutnya sebagai legenda.
"Selalu ada ruang untuk berkembang. Kami akan menganalisis kesalahan saya karena tidak ada performa yang sempurna," kata sang juara.
"Dia sangat respek sebagai pribadi dan merupakan kehormatan bisa berbagi ring dengan legenda seperti dia."
"Rivalitas kami intens karena kami mengincar hal yang sama tetapi dia tetap atlet yang saya hormati."
Sebagai juara sejati, Di Bella berjanji akan segera mempertahankan sabuk kickboxing-nya.
Namun, dia juga membuka peluang untuk melakoni superfight melawan tiga nama besar pound-for-pound terbaik dunia.
"Superfight di kelas terbang akan sangat menarik. Saya tertarik 100 persen untuk melawan nama seperti Superlek, Takeru, atau Rodtang," tegas Di Bella.
"Merupakan kehormatan bisa menyandingkan nama saya dengan petarung terbaik pound-for-pound."
"Petarung Thailand adalah yang terbaik di dunia dan saya bangga jadi salah satu atlet asing yang bisa bersanding dengan mereka," pungkasnya.
Diubah oleh ONEchampionshipid 08-10-2025 07:19
0
11
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan