- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
Prabowo Optimis Terobosan Baru untuk Palestina Usai Agenda PBB
TS
mpat
Prabowo Optimis Terobosan Baru untuk Palestina Usai Agenda PBB

Prabowo Subianto yakin akan muncul terobosan signifikan bagi Palestina setelah pidatonya di Sidang Umum PBB. Simak dukungan, strategi, dan peran Indonesia dalam konflik Israel‑Palestina. (Sumber Foto: REUTERS/Mike Segar)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan keyakinannya bahwa sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke‑80 akan membuka peluang solusi baru bagi konflik Palestina-Israel.
Dalam pidatonya kepada forum dunia, Prabowo menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina dan mendesak pemulihan hak-hak rakyat Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
Sorotan: Apa yang Disampaikan Prabowo di PBB
Beberapa pokok isi pidato dan poin yang disorot dalam pernyataan Prabowo di forum PBB antara lain:
- Solusi Dua Negara (Two‑State Solution)
Prabowo kembali menegaskan bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina harus melalui skema dua negara, di mana Palestina merdeka dan Israel terjamin keamanannya. - Dorongan Terobosan Diplomatik
Presiden berharap setelah sidang PBB ini muncul inisiatif baru — baik diplomatik maupun tindakan konkret — yang bisa membawa perubahan signifikan bagi situasi Palestina. - Keseimbangan Hak & Keamanan
Prabowo menekankan bahwa pengakuan kedaulatan Palestina tidak boleh mengabaikan keamanan dan hak Israel. Menurutnya, perdamaian sejati hanya bisa terwujud bila kedua belah pihak diakui dan terlindungi. - Komitmen Internasional dan Peran Indonesia
Dalam pidatonya, ia juga mengajak negara-negara anggota PBB untuk mengambil tindakan nyata. Indonesia ingin mengambil posisi aktif dalam diplomasi dan usaha perdamaian global.
Relevansi Langkah Prabowo & Tantangannya
Keyakinan Prabowo terhadap kemungkinan terobosan baru ini muncul di tengah tekanan geopolitik yang tinggi. Konflik Palestina-Israel telah berlangsung bertahun-tahun dan melibatkan isu kemanusiaan, hukum internasional, kepentingan regional, serta kepentingan kekuatan global.
Langkah-langkah yang diusulkan harus menghadapi realitas diplomasi internasional, peran Dewan Keamanan PBB, serta kepentingan berbagai negara. Apakah inisiatif ini akan berbuah nyata, akan sangat tergantung pada bagaimana keterlibatan negara-negara besar, kekuatan regional, dan keberanian diplomatik Indonesia untuk mendorong gagasan-gagasan progresif di panggung global.
Sumber: https://www.trenmedia.co.id/prabowo-...ai-agenda-pbb/
0
147
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan