- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
Tagar SEAblings Bergema, Solidaritas ASEAN Saat Letupan Demo di RI
TS
mabdulkarim
Tagar SEAblings Bergema, Solidaritas ASEAN Saat Letupan Demo di RI

CNN Indonesia
Rabu, 03 Sep 2025 16:00 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Solidaritas ASEAN untuk Indonesia ditunjukkan dari menggemanya tagar #SEAblings di Twitter. (CNN Indonesia/Elly)
Jakarta, CNN Indonesia -- Solidaritas warga negara-negara Asia Tenggara bergema di media sosial ditandai munculnya tagar #SEAblings. Tagar ini muncul bersamaan dengan aksi protes yang berlangsung di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu (3/9), tagar SEAblings yang tengah menjadi trending topic ini telah diunggah lebih dari 42 ribu kali di X.
Salah satu warganet yang menyuarakan tagar ini adalah akun @isawkwardguy. Dalam unggahannya di X pada Rabu (3/9), warga asal Malaysia ini membagikan tangkapan layar donasi makanan senilai Rp650 ribu untuk para driver ojek online (ojol) di Bandung.
"#SEAblings berdiri bersama. Salam dari Malaysia, kami harap semua orang dalam keadaan aman dan sehat," tulisnya.
Hal serupa dilakukan netizen asal Filipina dengan nama akun @_renviolette. Ia memilih Yogyakarta sebagai lokasi bantuannya.
"Mengirim beberapa makanan ke Yogyakarta. Saya tahu ini tidak banyak, tetapi saya lega karena ada cara bagi saya untuk mendukung sesama SEAblings. Salam sayang dari Filipina. Semua orang harap tetap aman," katanya, Selasa (2/9).
Mengirim makanan untuk para driver ojol sendiri menjadi praktik yang cukup masif dilakukan sejumlah warga negara tetangga sejak akhir pekan lalu. Kampanye ini diikuti tak hanya oleh negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand, tetapi juga mereka yang berada di Eropa.
Tak hanya berbagi makanan, kampanye SEAblings juga muncul lewat penggunaan filter pink dan hijau yang menjadi simbol protes di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir.
"Saya bukan orang Indonesia. Saya orang Malaysia. Ngomong-ngomong, saya telah mencoba filter 'Resistant Blue, Brave Pink, Green Hero' dan saya sangat menyukainya ngl - #SEAblings," kata @mirzaLtd.
Warna Brave Pink dan Hero Green bukan sebatas tren visual, tapi juga dianggap sebagai simbol perlawanan, keberanian, hingga harapan yang lahir dari rentetan peristiwa yang terjadi selama aksi demonstrasi tersebut.
Warna brave pink ini muncul setelah seorang ibu berkerudung pink menarik perhatian dan menuai pujian di tengah demo di depan kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (28/8).
Aksi ikonik ibu berkerudung pink itu diabadikan lewat sejumlah foto dan video yang beredar di media. Ia berhadapan dengan para aparat, hanya bermodal bendera merah putih yang terpasang pada sebilah bambu.
Keberanian ibu berkerudung pink itu pun mendapat banyak pujian dari netizen.
Sementara itu, warna hero green terinspirasi helm dan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas oleh rantis Brimob yang membubarkan aksi demonstrasi. Padahal, saat itu Affan tidak sedang ikut aksi, melainkan mengantarkan pesanan makanan ke pelanggan.
Warna hijau tersebut identik dengan pakaian ojek online (ojol) di tanah air. Namun, warna ini dipilih bukan hanya karena itu, tapi juga bermakna solidaritas atas tewasnya Affan.
https://www.cnnindonesia.com/teknolo...an-demo-di-ri.
Pemuda Malaysia Kembali Gelar Aksi Solidaritas Indonesia: Sering Bertengkar tapi Tetap Peduli

Kompas.com - 03/09/2025, 16:23 WIB Danur Lambang Pristiandaru Penulis 6 Lihat Foto Sejumlah pemuda Malaysia kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Selasa (2/9/2025) malam. Aksi tersebut dimotori sejumlah organisasi masyarakat sipil di Negeri Jiran, salah satunya Mandiri.(INSTAGRAM/@mandiri.my)
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Sejumlah pemuda Malaysia kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Selasa (2/9/2025) malam. Aksi tersebut dimotori sejumlah organisasi masyarakat sipil di "Negeri Jiran", salah satunya Mandiri.
Koordinator Mandiri Wong KuKui mengatakan, dalam aksi tersebut mereka menuntut pembebasan sejumlah aktivis Indonesia yakni Direktur Lokataru Delpedro Marhaen, Humas Gejayan Memanggil Syahdan Husein, dan mahasiswa Universitas Riau Khariq Anhar.
Wong menuturkan, penangkapan tersebut merupakan pelanggaran prinsip-prinsip demokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia.
"Dalam negara demokrasi, rakyat memiliki hak untuk berbicara, berorganisasi, dan berkumpul secara damai. Polisi seharusnya melindungi keselamatan dan keamanan rakyat, bukan digunakan sebagai mesin pemerintah untuk menindas rakyat," kata Wong dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.
Dia menambahkan, para pemuda Malaysia tidak bisa tinggal diam mengenai penangkapan tersebut. Wong turut mendesak Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang kini duduk sebagai Ketua ASEAN menyatakan sikap tegas terhadap Indonesia.
Seperti kakak-beradik Pengarah Eksekutif Mandiri Amir Hadi mengatakan, Indonesia dan Malaysia seperti kakak-beradik. Kadang bertengkar, tapi tetap saling peduli. Dia berujar, warga Malaysia dan Indonesia kadang bertengkar mulai dari batik, rendang, sampai sepak bola.
"Di media sosial, kita selalu bertukar komentar, kadang menyakitkan, tapi begitulah kakak-beradik. Sekalipun kita bertikai, kalau ada yang sakit, kalau ada yang tertindas, kalau mereka butuh, kita akan ada dan berdiri bersama merek," tutur Amir dalam orasi yang diunggah di media sosial.
Amir menambahkan, mereka sama sekali tidak mau ikut campur dalam politik Indonesia.
"Tapi kalau ada yang bersuara ditangkap, ada yang luka-luka dan meninggal, kita akan tetap berdiri bersama rakyat dan kawan kita di Indonesia," ucap Amir.
Dia juga mendesak pemerintah Indonesia untuk melepaskan para aktivis yang ditahan. Kami berdoa agar episode kelam ini segera berakhir.
Namun, kami meminta pemerintah Indonesia untuk membebaskan warga kami yang saat ini ditahan.
"Mereka yang seharusnya ditahan adalah mereka yang menyebabkan kematian. Merekalah yang seharusnya ditahan, bukan aktivis rakyat, bukan rakyat biasa, bukan pula kaum miskin," ujar Amir.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemuda Malaysia Kembali Gelar Aksi Solidaritas Indonesia: Sering Bertengkar tapi Tetap Peduli", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2...onesia-sering.
Diaspora Indonesia di Melbourne Gelar Aksi Solidaritas, Suara Sama: 17+8 Tuntutan Rakyat!

Diaspora Indonesia di Australia ikut turun ke jalan pada Selasa (2/9). menyuarakan 17+8 tuntutan rakyat. (Istimewa)
ADVERTISEMENT
JawaPos.com - Warga Negara Indonesia (WNI) di Melbourne, Australia, turun ke jalan menggelar aksi solidaritas untuk mendukung gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat yang tengah menggema di berbagai kota di Indonesia.
Aksi ini berlangsung di Federation Square pada Selasa (2/9) dan diwarnai dengan orasi, pembacaan puisi, hingga pengibaran poster sebagai bentuk dukungan terhadap gelombang protes di tanah air.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari aksi global diaspora Indonesia yang menyerukan perubahan politik, sosial, dan ekonomi secara menyeluruh.
Melalui demonstrasi damai dan kampanye di media sosial, para peserta menegaskan bahwa suara rakyat Indonesia di tanah air harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Soraya Sri Anggarawati, mahasiswa pascasarjana Marketing Communication di University of Melbourne, menyebut keresahan diaspora tak berbeda dengan apa yang dirasakan masyarakat di Indonesia.
“Karena kami tinggal di luar negeri, justru rasa nasionalisme kami makin kuat. Menyuarakan kegelisahan terhadap rezim pemerintah saat ini menjadi kewajiban kami,” ujarnya kepada JawaPos.com.
Soraya menambahkan, aksi ini diikuti lebih dari 200 orang yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, hingga warga Indonesia berstatus permanent resident di Australia. Bahkan sejumlah warga asing juga ikut berpartisipasi.
Dukungan tak hanya datang dari komunitas diaspora, tetapi juga dari warga setempat.
“Saat saya sedang membuat poster, manajer toko Big W malah membantu dengan menyumbangkan kardus bekas. Mereka tahu kondisi di Indonesia dan ikut prihatin,” tuturnya.
Menurut Soraya, aksi ini diinisiasi oleh kelompok Melbourne Bergerak. Para peserta mendesak pemerintah Indonesia untuk memenuhi 17+8 tuntutan rakyat, termasuk penegakan keadilan dan penyelesaian hukum atas jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi di tanah air.
Hingga kini, kata Soraya, belum ada tanggapan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia terkait aksi tersebut.
https://www.jawapos.com/internasiona...untutan-rakyat
Desakan dari luar negeri agar tuntutan-tuntutan warganet dipenuhi dan tuntutan sikap dari ASEAN atas Indonesia
0
148
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan