CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[CURHAT] Dikutuk Jomblo Seumur Hidup (Kutukan Cinta Berti)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef47401b41d30137e7d76d2/curhat-dikutuk-jomblo-seumur-hidup-kutukan-cinta-berti

[CERPEN] Dikutuk Jomblo Seumur Hidup

Perkenalkan namaku Edi. Saat ini, aku bekerja sebagai account manager di sebuah perusahaan makanan yang cukup besar. Pekerjaan yang menurutku cukup nyaman untuk aku menjalankan tugasku sesuai kemampuan dan passionku. Aku masih muda dan belum menikah alias single. Saat aku menuliskan kisah ini, usiaku sekitar 32 tahun. Usiaku bisa dibilang sudah menginjak usia dewasa alias matang untuk menjalani fase kehidupan yang selalu dinantikan oleh manusia manusia dewasa, yaitu menikah. Mungkin bagi wanita, usia tersebut bisa dibilang sudah terlambat untuk menikah, tetapi bagi pria sepertinya masih dibilang usia yang pas dan matang untuk menikah. 


Sebenarnya aku menilai bahwa usia kepala tiga, seharusnya sudah menikah. Bila kulihat grup whatsapp angkatan sekolahku, baik itu SMP, SMA dan kuliah, mereka semua hampir 75% sudah berkeluarga. Banyak dari mereka sudah memiliki keturunan, ada juga yang baru saja menikah. Foto profil mereka juga nampak bahagia. "Family goal" menjadi ucapan pamungkas setiap kali temanku mengupload foto keluarga mereka. Betapa nampak bahagianya mereka. 

Aku secara pribadi merasa sangat amat iri atas kebahagiaan teman-temanku. Mengapa? karena aku sendiri masih hidup sebagai pria jomblo alias single hingga saat ini. Bila dipikir-pikir, apa sih kurangnya aku? Kenapa aku masih saja tidak mendapatkan jodoh? Aku mencoba melihat kembali bagaimana fisikku yang nampak dari luar. Banyak konten kreator yang berkata bahwa penampilan sangatlah penting untuk menarik perhatian. Aku coba memperhatikan hal itu. Saat aku melihat ke cermin, kupandangi tubuhku ini. 

Tinggiku 173 cm, kulit ku putih seperti Raffi Ahmad, rambut ikal berwarna hitam, wajahku juga tidak bulat, dan berat badanku juga normal sekitar 71 kg. Bagiku tidak ada yang terlihat janggal dan tidak menarik. Coba ku pandangi style berpakaianku. Sepertinya tidak ada yang aneh. Aku suka berpakaian smart casual. Celana chinos hitam atau krem, kemeja lengan panjang yang dilipat, dan rapi tapi tetap santai. Normal kan? Bagiku tidak ada yang janggal. Normal layaknya pria dewasa bukan?

Banyak teman-temanku memberikanku semangat untuk mencari jodoh. Mereka menyarankanku untuk mencoba mendownload aplikasi kencan yang marak di internet saat ini. Aku coba mendownload tinder. Saat aku mendownload aplikasi tersebut, pikiranku melayang dan membayangkan akan ada wanita cantik yang akan aku temui di media sosial tersebut. Sambil mendaftar sebagai akun baru, mengisi profil dan mengupload foto terbaik, aku coba untuk memikirkan kalimat apa yang tepat untuk menyapa gadis cantik yang cocok dengan ku. 

Setelah beberapa menit, banyak akun-akun yang menyukai fotoku. Ada beberapa gadis yang cocok denganku di sosial media tersebut. Aku memulai komunikasi perkenalan dengan mereka. Sebagai pria, aku mencoba untuk memberikan sapaan dengan kalimat yang akrab dan menarik. "Hai.. salam kenal.. Aku Edi". Kalimat yang selalu aku munculkan saat perkenalan pertama pada platform chatting tersebut. Banyak yang langsung hilang alias tidak menjawab, ada  juga yang berlanjut hingga chatting via whatsapp. Setelah sekian wanita yang tersaring hingga tahap WA, akhirnya berakhir pada tahap ketemuan. 

Entah setan apa yang menghinggapiku, selalu saja setelah pertemuan pertama mereka menghilang. Mulai dari kontak diblokir, tiba tiba tidak aktif, dan juga menjadi penonton story WA yang setia alias tidak tertarik padaku. Aku mulai tidak tertarik kembali menggunakan sosial media tersebut. 

Pencarian jodoh tidak berakhir disitu. Banyak pula teman-teman yang mencoba mengenalkanku pada rekan-rekan mereka yang masih jomblo. Selalu setelah bertemu wanita-wanita itu menghilang bagai hantu, tak ada jejak tertinggal. Apa salahnya aku? Aku pria normal, straight, komunikasi baik layaknya pria pada umumnya. Aku juga tidak "ngondek" alias melambai seperti wanita. BIG NO... Aku benar-benar macho. Hobiku bermain futsal, ngegame, dan juga bermain musik. Aku menyukai gitar dan aku sering cover-cover lagu populer dengan gitarku. Kupikir akan banyak cewek-cewek naksir padaku. Tapi tetap saja. Selalu kandas saat bertemu. 

Aku jadi teringat saat aku dikenalkan oleh adik dari sahabatku sendiri. Panggil saja sahabatku bernama Risky. Risky yang sering dipanggil Mas Kentang ini adalah salah satu saksi bagaiman sulitnya aku mencari jodoh. By the way, dia dipanggil kentang bukan karena singkatan "kena tanggung" atau wajah nya yang jelek. Bukan, ia dipangil kentang karena badannya yang tambun dan berisi bagaikan kentang besar yang dijual. Apalagi kulitnya yang putih kekuningan, matanya yang sipit dan rambutnya yang selalu dipotong gundul, membuatnya nampak seperti kentang, bukan? Tetapi dia adalah salah satu sahabat terbaik dalam hidup ku. Sahabat yang membantu mencari jodoh buatku. "Thanks mamen", ucapku saat Kentang mulai mencarikan jodoh buat ku.

Kembali lagi ke pengalaman memalukan saat aku dikenalkan dengan adik Si Kentang. Namanya Rurin. Rurin adalah seorang gadis cantik, ia baru saja lulus dari S1 ekonomi. Cantik, putih kulitnya sama seperti kentang. Anggun memang, tapi sayang saat makan, rakusnya melebihi vlogger yang sedang mukbang. Bayangkan saja, saat itu aku dan Rurin bertemu di sebuah restoran tradisional. Kami memesan bakmi jawa dan seporsi pangsit basah. Rurin yang badannya kecil, kurus, dan mungil seperti gantungan kunci ini memesan 2 mangkuk mie jawa, 1 porsi pangsit basah dan dua gelas es jeruk.

"Gila ni bocah, cantik cantik makan kayak serigala aja, dia lapar apa kelaparan..", batinku. Aku mencoba mamahami dan menerima kelemahannya. Rurin menutupi kelemahannya dalam nafsu makan dengan gaya anggunnya. Setelah makan, kami ngobrol dan saling berkenalan lalu kuantar pulang. Setelah beberapa hari berlalu, Kentang berkata padaku," Adik gua gak mau sama lu, men". "lah.. kenapa, bukannya kemarin nyambung ya pas ngobrol?", jawabku. "Nyambung gimana sih men, lu di tanya macem-macem, tapi jawabnya gak nyambung. Lu kayak budeg men". 

Seketika aku mulai terdiam dan kaget. Bagaimana bisa aku menjadi orang yang budeg alias tuli, bagaimana mungkin pembicaraan kita nampak tidak nyambung. Padahal, aku benar benar menjawab sesuai apa yang Rurin tanyakan. Rurin tanya apa hobiku, ya aku jawab semua hobiku. Begitupun saat ku tanya balik, Rurin juga nampaknya menjawab semua pertanyaanku dengan tepat. Aku tidak habis pikir.

"serius lu tang? gua gak budeg ini. lah selama ini emang gua budeg?", tegas ku pada kentang. "Ya enggak kalau sama gua, tapi entah deh, tanya aja langsung sono sama adik gua", jawabnya. "Jangan jangan selama ini tiap kali lu ketemu cewek, lu berubah jadi budeg". Aku terdiam tanpa kata. Mataku menatap dinding kamar rumahku yang sudah ku cat ulang tahun lalu. Putih. Ya putih kosong, tanpa isi. Sama seperti pikiranku saat ini.

Aku mulai memikirkan semua detail dalam hidupku. Semua kisah masa laluku. Masa lalu yang menjadi dasar dan latar belakang aku mengalami segala kesialan ini. Aku mulai teringat dengan gadis cantik yang pernah mengisi hariku dan telah memulai kesialan ini. BERTI. Gadis itu bernama Berti.

Aku akan deskripsikan bagaimana gadis itu. Berti adalah teman sekolahku saat SMA. ia duduk di kelas 2 SMA, dan aku kelas 1 SMA. Aku bersekolah di SMA Negeri dekat rumahku. Oya, sampai sekarang aku masih tinggal di rumahku ini. Karena aku tinggal di kota, jadi dekat dengan kampus tempat kuliahku, dan aku bekerja juga masih di satu kota yang sama. Hidupku berputar disitu-situ saja kan. 

Kembali pada Berti. Berti memiliki perawakan wajah yang cantik. Kulit putih seperti Mulan jamella, berjilbab dengan anggun, dan bertubuh langsing. Ia cerewet dan ramah sekali. Banyak sekali teman yang ia miliki. Bahkan dia disebut sebagai gadis peramai suasana. Keberadaannya selalu membuat suatu kegaduhan dan keceriaan bagi sekitarnya. 

Berti sangat menyukai ku. Aku teringat awal mula ia menyukai ku. Saat itu, aku sedang tampil di acara orientasi sekolah. Aku bermain gitar dan bernyanyi dihadapan teman teman seangkatan bersama satu kelompok orientasi. Aku bermain gitar dan teman-temanku bernyanyi. Lagu yang kubawakan saat itu berjudul "Pergilah Kasih" dari Chrisye. Ku lihat ada kakak kelas yang menjadi panitia MOS, dan ia tertegun terkagum melihatku. Setelah tampil, tiba-tiba saja ia berdiri di atas panggung dan tanpa malu-malu ia berkata,"Keren banget penampilannya, Jujur aku terkagum sama yang main gitar, Ganteng banget sih.... suka deh... MOS selesai, kakak harap adek tadi kenalan ya sama kakak, kakak mau kok jadi pacarnya adek.. oya nama kakak BERTI", ucapnya dengan lantang. 

Sontak satu angkatan riuh dan kompak berteriak " ciyeeeehhhhh" dan semua mata menuju pada ku yang masih memegang gitar. Jujur aku malu saat itu. Malu yang benar benar sangat malu. Aku seorang introvert, tertutup dan cenderung cuek. Tetapi saat semua mata tertuju pada ku, dan menjadi pusat perhatian, aku merasa tidak nyaman. Dan selama dua tahun, selama Berti masih bersekolah disitu, aku menjadi pusat ejekan teman-temanku.

Hal inilah yang membuatku tidak menyukainya. Singkat cerita, Berti mulai mendekatiku. Ia memberikanku makanan, jajan, minuman, dan tulisan tulisan kreatif untuk menyatakan cinta padaku. Bahkan ia tidak malu-malu menyatakan cinta duluan kepadaku. Dan puncaknya, di saat perpisahan kakak kelas, ia menyatakan cintanya kembali. "Dek, sudah berulang kali aku mengatakan ini, cintaku ini tidak lekang oleh waktu, dan tulus padamu. Mau tidak jadi pacar kakak?", ucap Berti padaku.

Jujur, aku tidak menyukainya. Sifatnya yang ekstrovert dan menjadi sumber kegaduhan itu sangat tidak ku suka. Aku lebih menyukai Ayu, adik kelas 1 yang saat itu masih nampak kalem, pendiam dan cerdas. "Maaf kak, aku tidak suka kakak".
Seketika marahnya meledak. Seperti biasa, setiap kali aku menolaknya, Berti selalu teriak-teriak dan menyindirku dihadapan teman-temannya. "halah sok ganteng kamu, najis..", sindir nya. Ucapan itu ia keluarkan terus menerus setiap kali ku tolak. Dan di hari itu ia mengutukku:
"GUA KUTUK LU, JADI JOMBLO SEUMUR HIDUP"

Semenjak itulah aku sulit untuk mencari jodoh, dan tidak bisa mendapatkan kekasih hatiku. Apakah ini menjadi suatu kutukan seumur hidup? atau memang aku yang salah? Sialnya hidupku ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kutilkuda1202
nyimak.
emoticon-Cool
profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
hi Edy, salam kenal ya, saya juga seumuran kamu dan masih jomblo

profile-picture
kutilkuda1202 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kalo ane bilang sih,knp gk dipacarin dlu bru dptusin.psti skit hati bget si berti itu.ane kasih saran y minta maaf aj ke si berti itu..klo dlu agan tolak,crtain alasannya knp.crtain jga khidupan agan skrg.
Lihat 9 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 37 balasan
kriteria agan Edy dah bagus..
okelah.. klo itu ga bhong
Usahany jg dah lumayan mnurut ane

Tpi nasib,y ko bisa gitu ya gan..
msa ga ada 1 pun yg nyantol?
I think you'd like this story: "Cerita SMA" by Zoin2020 on Wattpad https://my.w.tt/gIymlwDnC7

Pagi
Saat memasuki sekolah SMA kita mulai ada bibit cinta, dan beberapa pengalaman menarik yuk2

Baca cerita SMA untuk nostalgia

Makasih dan jangan lupa share


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di