CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Panggil Adian Napitupulu ke Istana, Gara Kerap Kritik Menteri BUMN Erick Tohir
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee351af337f93524d7a65d2/jokowi-panggil-adian-napitupulu-ke-istana-gara-kerap-kritik-menteri-bumn-erick-tohir

Jokowi Panggil Adian Napitupulu ke Istana, Gara Kerap Kritik Menteri BUMN Erick Tohir

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Politikus PDIP Adian Napitupulu dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/6/2020) siang.

"Iya benar, tadi masuk jam 9 (ke Istana) jam 13.40, sendirian," kata Musyafaur Rahman, salah satu staf Adian Napitupulu di DPR, saat dihubungi Wartakotalive, Jumat siang.

Belum jelas apa alasan Jokowi memanggil aktivis 1998 itu ke Istana.


Namun, belakangan anggota Komisi I DPR itu gencar menyoroti kinerja Menteri BUMN Erick Thohir.

Sehari sebelum dipanggil Jokowi ke Istana, Adian Napitupulu menuliskan opinan soal kinerja Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir, berikut ini isi lengkapnya:

BUMN DAN UMKM DALAM CERITA DAN ANGKA, SIAPA PAHLAWAN SESUNGGUHNYA?

Mana yang lebih banyak, utang BUMN atau utang luar negeri Malaysia?

Jangan kaget ya, total utang BUMN sekitar Rp 5.600 triliun, sementara total utang luar negeri Malaysia ada di kisaran Rp 3.500 triliun.

Prok.... prok .... ayo tepuk tangan karena BUMN ternyata juara, unggul Rp 2.100 triliun mengalahkan Malaysia.

Mungkin ada yang coba ngeles dengan membedakan asal utang, tapi utang mau dari tetangga, dari mertua atau dari bank, utang ya tetap saja utang.

Kenapa utang BUMN sedemikian besar? Ada yang bilang karena korupsi, ada yang katakan karena tidak efisien, tidak produktif, dan lain lain.

Tanggal 5 Desember 2019, di media, Erick Thohir sempat "mengeluh" bahwa BUMN banyak diisi pensiunan.

Konon di media, menurut Erick itu tidak sesuai dengan visi misi Presiden.

Erick juga jelaskan bahwa 58% penduduk Indonesia diisi angkatan muda (menurut PP 45/2015 usia pensiun itu 56 tahun). Mungkin saja ini menjadi sebab tidak produktif nya BUMN.

Lalu apa yang kemudian di lakukan Erick terkait para pensiunan di BUMN? Apakah ia akan mengganti para pensiunan itu dengan generasi yang lebih muda?

Eng ing eeeeng... 19 hari berikutnya, tepatnya 24 Desember 2019 Erick Thohir mengangkat Zulkifli Zaini yang berusia 64 tahun menjadi Dirut PLN.

Berikutnya, 17 Febuari 2020, Erick Thohir mengangkat Abdul Ghani di usia 61 tahun menjadi Dirut PTPN 3.

Selanjutnya, 29 Mei 2020, Erick Thohir mengangkat Krisna Wijaya yang berusia 65 tahun menjadi Komut Danareksa.

Jreeeng..... BUMN kembali di isi para Pensiunan dan yang muda kembali tersingkirkan. Memang lidah tak bertulang.

Beberapa waktu lalu Pemerintah sudah setuju memberi dana talangan lagi ke BUMN sebesar Rp 152 triliun.

Lucunya, beberapa BUMN yang dapat dana talangan itu adalah BUMN yang sudah go publik, salah satunya Garuda Indonesia sebesar Rp 8,5 triliun.

Di Garuda Pemerintah punya saham sebesar 60%, sisanya dimiliki pihak swasta, salah satunya 25,6% di miliki Chairul Tanjung.

Di sini ada yang aneh dan membingungkan. Logika perusahaan Go Publik ketika butuh dana segar setidaknya ada dua pilihan, pertama, mencari pinjaman. Kedua, menambah / menerbitkan saham baru.

Nah, lucunya status Rp 8,5 triliun yang di dapat Garuda ini tidak jelas diberikan sebagai apa. Apakah sebagai pinjaman atau penambahan modal (saham) negara.

Dalam PP 23 tahun 2020, tidak dikenal istilah Pinjaman negara.

Yang ada hanyalah PMN, Penempatan Dana (tidak bisa diluar Perbankan), Investasi atau Penjaminan.

Ketika negara memberikan uang pada Garuda dari anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), maka tidak ada pilihan pemberian tersebut harus dalam bentuk PMN atau Investasi, tidak bisa yang lain.

Kecuali, pemerintah nekat menabrak PP yang di buatnya sendiri, dan itu adalah Pelanggaran Hukum yang tentunya sedang di tunggu para penggemar Impeachment.

Menteri itu untuk memecahkan masalah, bukan membuat masalah.

Kalau pemberian uang itu masuk pada kategori PMN atau Investasi, maka konsekuensi hukum yang timbul adalah persentase saham pemilik saham yang lain bisa tergerus atau Delusi.

Sebagai contoh, jika Pemerintah memberi PMN Rp 8,5 triliun maka bisa jadi 25,6% saham milik Chairul Tanjung berkurang tinggal 8%, 5% atau mungkin dibawah itu.

Boleh jadi karena manisnya rayuan atau wabah corona pemerintah agak kurang fokus dan kurang jeli menegaskan status dana talangan itu.

Yang penting bagi pemerintah adalah mencegah Garuda bangkrut agar tidak terjadi PHK besar besaran.

Mencegah PHK besar besaran di Garuda Maka Erick Thohir tanggal 3 April 2020 memanggil Dirut Garuda.

Saat itu Erick Thohir minta agar Garuda tidak melakukan PHK.

Pada bulan yang sama, Presiden Jokowi juga meminta Pengusaha (termasuk BUMN) tidak lakukan PHK.

Kira kira 27 hari kemudian yaitu tanggal 30 April, Dirut Garuda mengajukan syarat, PHK bisa dicegah asalkan ada relaksasi Financial.

Mungkin berniat menjawab keinginan Garuda maka 18 hari kemudian, tepatnya tanggal 19 Mei 2020 Menteri Keuangan menjanjikan dana talangan untuk Garuda sebesar Rp 8,5 triliun jauh lebih menguntungkan dibanding relaksasi financial.

Gedubrakkk.... setelah diminta jangan ada PHK oleh Presiden Jokowi dan Erick Thohir, lalu dana talangan Rp 8,5 triliun di rencanakan oleh Sri Mulyani, kenapa yang terjadi justru PHK dan Pe-rumahan serta penderitaan massal di Garuda?

Tanggal 17 Mei 2020 sekitar 400 Pramugari di rumahkan, 1 juni 2020 sekitar 181 Pilot di PHK dan 2 Juni 800 karyawan Garuda dirumahkan.

Bahkan berdasarkan surat JKTDZ/SE/70010/2020 sejak April, hingga hari ini Garuda bahkan menunda dan memotong besaran 10% hingga 50 % dari gaji sekitaran 25.000 karyawannya.

Lho.... lho..... Lalu rencana dana talangan Rp 8,5 triliun itu sesungguhnya untuk menyelamatkan siapa?

Menyelamatkan Garuda, menyelamatkan Karyawan atau jangan jangan menyelamatkan 40an % saham yang dimiliki swasta.

Yang lebih membingungkan, dari rangkaian derita karyawan Garuda ini, terjadi karena Menteri tidak menjalankan permintaan Presiden? Atau Dirut tidak menjalankan permintaan Menterinya?

Sulit menjawab ini, tapi terlepas siapa yang membangkang pada siapa, yang pasti sudah banyak karyawan Garuda yang di PHK, dirumahkan dan menderita karena gaji di potong dan di tunda.

Apakah PHK hanya dilakukan Garuda? Tidak !! Selain 181 Pilot Garuda, PHK terhadap 359 pekerja juga terjadi di PT Aerofood (anak Perusahaan Garuda), 490 pekerja di PT INKA dan aroma PHK massal juga tercium akan segera susul menyusul terjadi di berbagai BUMN lainnya.

Mandiri misalnya sudah lempar wacana hanya mempertahankan 20% kantor cabang dan menutup sekitar 2000 kantor cabang.

Andai tiap kantor cabang ada 5 karyawan saja, berarti yang terancam PHK bisa jadi sampai 10.000 orang.

Pengurangan BUMN dari 141 menjadi 107 lalu menjadi 80 an BUMN, Penutupan anak dan cucu BUMN yang sebentar lagi dilakukan juga semuanya sangat potensial berbuah PHK.

Presiden Jokowi menegaskan berkali kali untuk berusaha agar tidak terjadi PHK karena sebab apapun, tapi BUMN justru berancang ancang perampingan dengan konsekuensi PHK massal di masa Pandemi.

Kembali pada rencana Dana Talangan Rp 152 triliun. Dana itu digunakan untuk apa sesungguhnya? Kalau untuk tetap membuat BUMN bertahan hidup kenapa ketika sudah ada rencana dana lalu terjadi PHK sekian banyak?

Kalau ada dana talangan harusnya yang sekarat bisa di buat kembali sehat, yang sudah sempoyongan bisa kembali berdiri tegak.

Ini yang terjadi justru sebaliknya, dana talangan cair tapi sekian banyak anak cucu justru di tutup.

Membingungkan dan sulit mencari jawabannya, atau jangan jangan apa yang disampaikan oleh salah satu anggota DPR Komisi XI Kamrrusamad, mungkin saja benar yaitu untuk memuluskan pencapresan 2024.

Kalau dibilang untuk pencapresan nanti bisa debatable, tapi serangkaian video dari pembagian sembako sampai deklarasi di hotel tentunya agak sulit untuk di bantah.

Apalagi konon rumornya, ada yang membuat deklarasi untuk mendukung seorang menteri jadi capres 2024 lalu tidak lama kemudian diangkat jadi komisaris salah satu BUMN. Hmmm teori baru nih, Cara cepat jadi komisaris.

Sebelum masuk pada sedikit cerita dan angka terkait UMKM, maka ada baiknya juga situasi covid menjadi momentum yang bagus untuk Presiden melihat lebih jernih kinerja para menterinya, dan bisa menggunakan hak konstitusionalnya untuk melakukan evaluasi kabinet.

Setelah cerita dan angka tentang BUMN, Sekarang mari kita bandingkan dengan UMKM.

Tahun 1998 ketika terjadi krisis ekonomi banyak perusahaan besar yang tutup, bank bangkrut, pabrik gulung tikar.

PHK merebak di mana-mana. Ketika situasi semakin buruk dan mencekam, para pengusaha besar itu berlomba cari aman dengan pergi keluar negeri.

Siapa pelaku ekonomi yang tersisa dan bertahan di Indonesia saat itu? Jawabannya adalah UMKM, mulai dari pedagang kaki lima, warteg, warung kelontong, penjual sayur keliling, pedagang bubur ayam dan sektor usaha mikro dan kecil lainnya.

Ya... mereka yang tersisa, yang setia menjaga agar roda ekonomi negara tetap berputar.

Ketika situasi kembali membaik, banyak pengusaha besar itu pulang lagi ke Indonesia dan berdiri di depan seolah pahlawan, kembali berkoar, atur sana atur sini.

Situasi ekonomi serupa sedang terjadi hari ini, pabrik, kantor, bank, mall, bioskop, tempat hiburan semua tutup.

Ekonomi melemah, PHK menurut kadin sudah tembus 6 juta orang, defisit mencapai Rp 1.039 triliun. Serupa tapi tak sama dengan tahun 1998 karena krisis terjadi dari sebab yang berbeda.

Untuk kesekian kalinya UMKM kembali membuktikan keperkasaan, ketangguhan dan kepahlawanannya.

Sudah hampir 4 bulan situasi Darurat Corona di berlakukan, BUMN menjerit, Pengusaha besar menjerit, tapi UMKM walau terseok terus berjalan tanpa lobi lobi.

UMKM membuat roda ekonomi terus berputar di bawah, transaksi jual beli tetap terjadi, perputaran uang terus tidak berhenti di tangan para pelaku UMKM.

Saat truk peti kemas hilang dari jalan, di gang gang dengan sepeda atau motor pelaku UMKM tetap mengirim tahu, tempe, kue rumahan, jamu, sayur, telur, dan bahan kebutuhan pokok tetap beredar dari tangan ke tangan, dari warung di rumah kontrakan, dari kampung ke kampung. Tangguh luar biasa!

Percaya atau tidak, mau tertawa meremehkan atau tidak, terserah, tapi data menunjukan bahwa usaha Mikro di Indonesia mempekerjakan tidak kurang dari 107 juta orang, usaha kecil 5,7 juta orang dan usaha menengah 3,7 juta orang.

Mereka para pelaku UMKM berkeringat, bekerja tanpa ribut ribut, tanpa tim sosmed untuk populerkan citra diri.

Mereka bekerja dalam kesunyian dan keheningan tanpa puja puji tapi nyata menyelamatkan negara ini.

Bagaimana dengan para pengusaha besar itu?

Para pengusaha besar bisa jadi termasuk BUMN yang kerap melobi kemudahan, fasilitas, pengurangan pajak, pinjaman berskala besar dengan bunga rendah, dana talangan dan kemudahan kemudahan lainnya itu ternyata dalam data hanya mempekerjakan 3,58 juta pekerja atau sekitar 3% dari total pekerja se Indonesia.

Sangat sedikit tidak berbanding seimbang dengan semua tuntutan dan permintaan ini itu mereka.

Huffff.... andaikata Program Padat Karya yang dicanangkan Presiden Jokowi diimplementasikan dengan membagikan Rp 152 triliun itu untuk modal kerja masing masing Usaha Mikro melalui KUR Mikro dan kecil sebesar Rp 25 juta saja.

Maka, setidaknya akan ada 6 juta usaha Mikro dan Kecil yang bergeliat dan lepas dari sesak napasnya.

Andai tiap usaha mikro dan kecil itu mempekerjakan 3 orang saja maka paling tidak ada 18 juta lapangan kerja untuk 18 juta orang.

Itu kalau Rp 152 triliun, nah kebayang gengak kalau 50%, dari dana PEN yaitu Rp 320 triliun jadi KUR Mikro yang disalurkan langsung, sekali lagi langsung ke UMKM tanpa mampir kanan kiri?

Maka paling tidak ada 12.800.000 UMKM akan bangkit lalu akan ada setidaknya 38.400.000 lapangan kerja kembali terbuka, 38.400.000 orang kembali mendapatkan pekerjaan,

Sebagai catatan tambahan, Menurut Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, hingga saat ini Kredit Macet / Bermasalah atau NPL (Non Performing Loan) dari Kredit Ultra Mikro ternyata hanya 0%.

Mungkin ada yang bisa carikan data pembanding berapa besaran NPL dari pengusaha pengusaha besar?

Sebagai penutup, Mungkin ada yang bertanya, "apa maksud tulisan ini?" Apakah Adian sudah tidak dukung Jokowi?

Hmmmm saya ini cuma skrup kecil dari mesin kampanye besar.

Saya sudah ikut hore hore mendukung Jokowi sejak Jokowi menuju Ibukota untuk menjadi Gubernur, lalu Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, dan sampai sekarang saya tetap mendukung Jokowi dan belum terpikir untuk meninggalkannya apalagi dalam situasi sulit saat ini.

Lalu kenapa saya menulis ini? Ya karena saya mau mengambil peran menjaga Jokowi dengan cara yang berbeda, bukan dengan memujinya setinggi langit tapi mengingatkannya terus menerus dengan beragam cara.

Walaupun mungkin cara saya membuat banyak orang di sekeliling Jokowi merasa gerah dan mungkin memusuhi saya dengan berbagai cara, termasuk mungkin menggunakan Buzzer.

Salam Hormat

Adian Napitupulu
Sekjen PENA 98. (CC)


https://wartakota.tribunnews.com/amp...hohir?page=all

emoticon-Belo
Ayo mari kumpul sini geng cebonk.
Bela jokoflok junjunganmu yg lg kejetkejet kena sekakmat

emoticon-babiemoticon-Bingungemoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
adian masih idealis, lupa kalo dirinya bagian dari rezim
sebenarnya adian gak cocok jadi politikus, cocoknya jd aktivis kek dulu aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
baru hari ini bersuaranya?
defisit itu gak muncul tiba2, gak bisa karena corona aja disalahkan.
kemarin2 tutup mata klo ini negara emang salah kelola. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
kali ini apa yg di tulis adian betul, sepertinya ada yg menggunting dalam lipatan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
yaelah masa bank2 bumn dianggap utang. itu bank berutang sama nasabah kali, yg jumlahnya ribuan trliun. tabungan nasabah kok dibilang utang,, capee deh.. tanya dulu baik2 sana ke menkeu dll sebelom heboh di fb,, semua ada penjelasannya oi aldian, tapi gpp ini baru namanya kritikan mantab.

Edit: ts goblog itu sudah..
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan variolikes memberi reputasi
Diubah oleh ikardus
Beruntung dipanggil keistana bkn penjara emoticon-Big Grin
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Pasti nih orang baru bangun tidur
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
materi kampanye:
jokowi maaruf mengidolakan MAKRO ekonomi...

prabowo sandi MIKRO ekonomi...

uda keliatan kan....


tapi cina itu bs maju kyk skrg jg karena UMKM lokal nya jadi anak emas....

kapan kita bs nasionalis kyk cina ya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Itu adian di panggil...
Untuk minta kejalasan beliau mau ga jadi..
DIRUT TAPERA
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Pembisik ente siapa sih bang?
Contoh sederhana sj bank M
Itu utangnya 1000T
Belum bank lainnya....
Ngomongin soal utang di laporan suatu bank jgn mikir kayak utang perusahaan jasa minjem ke bank buat operasional.... Meski sama2 utang


Soal Garuda ribut2 lap keuangan kmrun... jelas kan siapa yg rugi... Dan tau siapa yg untung?
Bandingkan kl waktu itu gk ribut .. dpt pinjaman dana segar sudah skrg... Dan oemerintah gk perlu lg suntik duit... Tp memang enak duit dr pemerintah sih ktimbang dr swasta, lebih adem gt rasanya... emoticon-Big Grin

profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh xrm
subannalloh emoticon-Nyepi
pusing ya jadi presiden emoticon-Bingung (S)

mending maen pleciden plecidenan emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
gw kurang yakin itu tulisan adian,bukan tipe adian mengeluh dengan menulis begitu.. adian tdk suka spotlight,klo adian mau kritik psti di sampaikan langasung ke jokowi,, klo bicara tugas dpr,tdk juga krna adian ada di komisi 1 partnernya kemenhan prabowo,,, ini kynya ada yg mengadu domba pdip dan jokowi,,sepertinya dri arah yg ber masturbasi otak pdip bubar..
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Adian Napitupulu mengeluh? Yang ada kalau dia ga suka langsung disampaikan ke depan orangnya..Adian itu ga punya sosial media..dia sendiri yang ngomong waktu wawancara TV..
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
adian blm di transfer ini mah emoticon-Ngakak
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Atas gw Ebong divisi core of the core Ekonomi
Dgn logika has kolam dungu emoticon-Request


emoticon-Ngakakemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
lagi di birefing ulang mungkin?
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
wah si adian bikin ginian? bukannya dia tipe langsung disampaikan yah? perihal kalo si deni yang buat agak yakin.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Tanggal 5 Desember 2019, di media, Erick Thohir sempat "mengeluh" bahwa BUMN banyak diisi pensiunan.


dedengkot tua yg gg mau pensiun .ini yg bikin gg maju".... budaya lamash dipegang dan diteruskan... dr sini udh keliatan cuk...
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Jokowi Panggil Adian Napitupulu ke Istana, Gara Kerap Kritik Menteri BUMN Erick Tohir
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
ya kalo salah harus dikritisi lah

ini negara demokrasi, harus ada check and balance
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan didit.d memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di