CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / REGIONAL / All / ... / Bengkulu /
[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Manis Legit Sirup Kalamansi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e6bafd8337f9304a5032baf/coc-regional--makanan-tradisional--manis-legit-sirup-kalamansi

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Manis Legit Sirup Kalamansi

[ COC Regional : Makanan Tradisional ] Manis Legit Sirup Kalamansi
Sirup berbahan jeruk kalamansi menjadi oleh-oleh atau "buah tangan" andalan di sentra penjualan kerajinan dan makanan khas Kota Bengkulu.

 

"Sirup kalamansi menjadi komoditas unggulan karena peminatnya banyak," kata Fadila pemilik warung "Cita Rasa" di sentra kerajinan dan oleh-oleh khas Bengkulu di Kelurahan Anggut Kota Bengkulu, Rabu.

 

Ia mengatakan, sirup berbahan baku jeruk khas Bengkulu itu sangat diminati dan penjualannya tertinggi dibanding makanan khas lainnya. Sirup kalamansi dengan rasa yang khas dijual dengan harga bervariasi antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per botol berisi 1.000 ml.

 

"Kalamansi cepat sekali habis karena permintaan tinggi, kami memasok produk ini dari perajin sebanyak tiga kali dalam sepekan," ucapnya.

 [ COC Regional : Makanan Tradisional ] Manis Legit Sirup Kalamansi

Sebagian besar perajin produk tersebut masih dalam skala rumah tangga yang memasok ke pedagang di sentra oleh-oleh khas Bengkulu.

 

Selain sirup kalamansi, produk lain yang juga diminati wisatawan dan masyarakat untuk oleh-oleh dari Bengkulu yakni kue tat dan lempuk durian. "Tiga produk ini yang paling laris, selain komoditas lain seperti kopi asli Bengkulu dan manisan dari terong, tomat dan lainnya," tambahnya.

 

Jeruk kalamansi mulai dibudidayakan masyarakat Kota Bengkulu dan diolah menjadi sirup dalam lima tahun terakhir.  Sirup kalamansi dapat disajikan dengan dua cara yakni hangat dan menambah batu es sehingga rasanya lebih segar.

 

"Sistem seduh dengan hangat dan dingin tidak mempengaruhi kandungan vitamin C-nya," katanya.

Jeruk kalamansi (Inggris: calamondin atau calamansi; Melayu: limau kesturi) adalah jenis buah jeruk yang berkembang pesat di Bengkulu, berbau harum, dan memiliki rasa yang asam ketika sudah masak, dan pahit ketika masih mentah.

 

Jeruk kalamansi banyak dibudidayakan di Bengkulu, dan diproduksi secara besar-besaran untuk dijual dalam hasil olahan bernama sirup kalamansi. Permulaan gerakan budidaya jeruk kalamansi ditandai dengan pencanangan gerakan "satu desa satu produk" (OVOP: one village one product) oleh Wakil Presiden Boediono pada tahun 2009.

 [ COC Regional : Makanan Tradisional ] Manis Legit Sirup Kalamansi

Jeruk kalamansi dapat dijual kepada industri-industri tertentu secara langsung, atau dapat dijual langsung ke pasar, atau diolah sendiri dan dijual dalam bentuk produk jadi. Sirup berbahan jeruk kalamansi menjadi oleh-oleh atau buah tangan andalan di sentral penjualan kerajinan dan makanan khas Kota Bengkulu. Sirup kalamansi dijual dengan harga bervariasi antara Rp25.000,00 hingga Rp30.000,00 per botol berisi 1.000 ml. Sebagian besar perajin produk tersebut masih dalam skala rumah tangga yang memasok ke pedagang di sentra oleh-oleh khas Bengkulu. Sirup kalamansi dapat disajikan dengan dua cara yakni hangat dan menambah batu es sehingga rasanya lebih segar.

 

Jeruk kalamansi ini awalnya berasal dari amerika dan dibawa ke fhilipina berasal dari kata latin Citrofortunella microcarpa, jeruk kalamansi ini pertama kali sejak mulai di tanam  masuk kedaerah bengkulu pada tahun 2001. pertama kali jeruk kalamansi ini ditanam dipondok kubang daerah Kampung.

 [ COC Regional : Makanan Tradisional ] Manis Legit Sirup Kalamansi

Jeruk Kalamansi milik Petani Padang Serai memiliki hasil yang sangat baik. Buahnya lebih besar dari ukuran buah daerah lain, tentunya air, warna dan wangi pada buah Kalamansi pun sangat sempurna. Biasanya, pada jeruk Kalamansi didaerah lain seperti Bengkulu tengah, Curup dan daerah lainnya, pada 3 kg buah jeruk Kalamansi akan menghasilkan 1 kg perasan air jeruk Kalamansi. Namun pada buah jeruk milik Padang Serai, 3 kg buah jeruk Kalamansi bisa menghasilkan 1,5 kg hingga 2 kg perasan air jeruk Kalamansi. Ini juga berpengaruh terhadap cuacanya. Apabila dimusim penghujan, jeruk Kalamansi menghasilkan lebih sedikit panen dan buahnya juga tidak terlalu besar seperti biasanya. Ini disebabkan jeruk Kalamansi menyukai cuaca yang panas, dataran rendah dan banyak terkena sinar matahahari langsung. kualitas kebun dan Jeruk kalamansi Padang Serai.     

 

a)        6  Produk Kalamansi

1.         Sirup kalamansi

2.         Selai

3.         Permen rasa kalamansi

4.         Dodol kalamansi

5.         Jelly

6.         Yogurt rasa jeruk kalamansi

Dalam kunjungan kami ketempak kalamnsi kami dijelaskan sebagian produknya seperi cara membuat sirup kalamansi. Cara membuat sirup kalamansi:

1.        Jeruk dipetik yang sudah pas untuk dibuat sirup

2.        Dicuci bersih dengan air yang mengalir

3.        Dikeringkan

4.        Peras, potong di ujungnya agar tidak terkena bijinya saat memotong

5.        Disaring

6.        Ditambah gula putih

7.        Dimasak dengan cara dikukus searah

8.        Didinginkan 10 jam

9.        Disaring kemabali 1 kali

10.    Siap dikemas

Dengan perbandingan :

1.        Takaran 1 liter jeruk peras gulanya 1 kg =  menghasilkan rasa agak asam

2.        Takaran 1 liter jeruk peras gulanya 2 kg = menghasilkan rasa sedang

3.        Takaran 1 liter jeruk peras gulanya 2,5-3 kg = menghasilkan rasa manis

setelah selesai melakukan takaran jeruk tersebut dikukus selama 1 setengah jam dan didinginkan dimalamkan selama 10 jam.

Biasanya bisa 1 kapling  bisa mencapai 20 X 15 menghasilkan 30 batol, 1 tahun biasanya 1,2 ton dengan  1 Kg 400 Rb dan sebaliknya bisa mencapai 2 X lipat dari penghasillan itu. dimana dapat mengasilkan 250 ml, 330 ml, 500 ml dan 1 leter.

Dalam jeruk kalamansi ini kami juga mempelajari cara membudidaya atau mencangkok jeruk kalamansi yang mana dengan cara dibawa ini:

1.        Minimal umur 4 tahun batangnya

2.        Ranting yang sehat dan terhindar dari penyakit

3.        Bekas mata ranting

4.        Maksimal 0,5 cm dari bekas ranting mata daun

5.        Maksimal 17 hari sudah berakar

6.        Dilukai dibawa mata ranting 2 cm

7.        Harus melalui pengerokan yang bersih

8.        Besoknya harus dibungkus dengan kompas yang dinggin

9.        Dibungkus dengan plastik warnah putih atau serabut kelapa minimal 30 hari baru bisa dipotong dan dipindahi kepilibek supaya aman dari gangguan dan tambahan akarnya banyak serta diberi pupuk KCL dan SP36 sebagai pupuk kimiahnya.

Jadi dalam kunjungan kelompok kami kekebun jeruk kalamansi kami menganalisis dari berbagai faktor yang kami temukan yaitu dimana terdapat acuan untuk menghadapi persaingan dalam bidang usaha. jadi dalam usaha ini Pak Boyman harus memiliki kekuatan untuk bersaing didunia usaha. Rasa percaya bahwa produk sirup kalamansi ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat luas, karena produk yang kami kunjungi  mempunyai kualitas yang cukup tinggi karena bahan dasarnya menggunakan jeruk asli yang banyak mengandung nutrisi juga pembuatan yang higienis.

Dalam produk sirup kalamansi ini juga memeiliki kelemahan seperti produk ini murah ditiru oleh orang lain dan juga dari harga bahan baku ynag tidak stabil bisa menyebabkan keleman dari produk atau usahan kalamansi ni.

Produk ini memang sudah ada dikalangan masyarakat akan tetapi usaha jeruk kalamansi ini berbeda dengan usha yang biasa, jeruk kalamansi ini produk hasil modivikasi yang sedemikian sehingga menjadi produk baru serta menarik yang dapat bersaing dengan minuman dan makan  modern. Sehingga usaha ini mempunyai peluang yang cukup baik, dalam pemasaran, apa lagi usaha ini merupakan varian baru yang dapat menarik minat konsumen untuk merasakan sensasi baru dari jeruk kalamnsi ini.

Dari setiap usaha yang dinamakan acman pasti ada seperti ancaman yang dapat timbul dari usaha jeruk kalamansi ini antara lain: pesaing tidak sehat, bahan baku yang tidak stabil serta adanya produk serupa dengan kualitas baik dan harga murah sehingga menjatuhkan produk ini.


Sumber
Sumber again


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di