CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e5838d5facb956ec87686b0/banjir-jakarta-menenggelamkan-atau-menaikkan-popularitas-anies

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?
AKURAT.CO, Akhir-akhir ini, masyarakat Jakarta dan masyarakat Indonesia, sedang banyak membicarakan Anies Baswedan. Sang Gubernur DKI Jakarta. Yang sedang naik daun dan populer. Bahkan ada lembaga survey, yang menempatkan Anies, dengan elektabilitas tertinggi kedua, di bawah Prabowo untuk Capres 2024.

Bukan hanya karena ada Ormas, Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), yang ingin mendeklarasikan Anies Baswedan for President 2024. Tetapi publik juga membahas Anies, terkait dengan persoalan Formula E dan banjir yang merata di Ibukota Jakarta.

Banyak media, baik televisi, cetak, dan online yang wemawancarai tentang peluang Anies menjadi Capres di 2024 nanti.

Pilpres masih lama. Belanda masih jauh. Namun membicarakan sosok Capres dan Capres sejak dini bukanlah hal yang tabu. Bukan hal yang salah dan bukan hal terlarang.

Mengulas Capres dan cawapres dari jauh-jauh hari ada plus dan minusnya. Plusnya, publik akan bisa mengetahui dan menilai, track record dan prestasi para kandidat Capres dan cawapres dalam waktu yang panjang. Tujuannya agar rakyat tidak memilih kucing dalam karung. Tidak memilih Capres dan cawapres abal-abal dan jadi-jadian.

Minusnya, para Capres dan cawapres akan mengalami pembusukan dan character assassination di tengah jalan. Lawan-lawan politik akan menjegal mati-matian agar para Capres dan cawapres layu sebelum berkembang. Berhenti sebelum finish. Dan hilang dari peredaran politik nasional.

Anies saat ini sedang menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena persoalan Formula E dan banjir di ibu kota. Tetapi karena dia calon presiden potensial.

Banjir Jakarta beberapa hari yang lalu menjadi ujian bagi Anies. Banyak yang membully dan mencibir. Banyak pula yang mendukung. Banyak yang mengolok-olok. Banyak pula yang membela. Dan banyak yang menghina. Banyak pula yang menjaga.

Persoalan banjir bukanlah persoalan sederhana. Karena hampir setiap tahun Jakarta terkena banjir. Dan disetiap periode pemerintahan, siapapun gubernurnya, Jakarta selalu terendam.

Banjir Jakarta akan menjadi pertaruhan bagi Anies. Bisa menaikkan popularitas dan elektabilitasnya. Atau bisa juga bisa menenggelamkan karir politiknya. Jika saat ini hingga dua tahun ke depan Anies, mampu menyelesaikan persoalan banjir dengan baik, maka akan menjulangkan namanya.

Namun jika banjir terus menggenangi Jakarta, bukan tidak mungkin, Anies akan berhenti di tengah jalan dalam menuju jalan terjal ke Pilpres 2024.

Persoalan banjir memang rawan menggerus elektabiltas Anies. Namun sesungguhnya ada yang lebih bahaya secara politik bagi Anies, yaitu pada Oktober 2022 Anies akan habis masa jabatannya. Anies tak akan menjadi gubernur lagi. Karena di 2022 tak akan ada Pilkada. Pilkada ditarik ke tahun 2024. Otomatis gubernur akan dijabat oleh Plt yang ditunjuk oleh Mendari.

Saat ini Anies memang sangat populer. Namanya dibicarakan di mana-mana. Dibahas dan dibicarakan masyarakat, dari mulai warung kopi hingga televisi. Tiap hari diberitakan. Baik sisi plus. Maupun sisi minusnya.

Semakin dibully dan dibenci akibat banjir, formula E, dan kebijakan-kebijakan lainnya, Anies justru makin populer. Semakin dihina, malah makin membahana. Semakin di demo, semakin menjulang namanya. Itulah anomali politik kita. Dihajar dan disikat dengan pemberitaan negatif, seorang tokoh malah makin kokoh populritasnya.

Yang membuat Anies makin populer, sengaja atau tidak sengaja. Karena ada pemeberitaan yang tidak objektif yang memojokannya. Ada tokoh PSI yang terang-terangan mengajak masyarakat untuk tidak memilih Anies nanti. Sadar atau tidak sadar, ajakan tersebut telah makin membesarkan nama Anies. Karena publik akan semakin penasaran pada sosok Anies.

Jika Anies salah, Anies tak perlu dibela. Namun jika Anies sukses membenahi Jakarta, perlu untuk dibela. Agar pandangan kita terhadap seorang pejabat objektif. Tidak mengada-ada. Apalagi tendensius.

Soal Anies jadi capes atau tidak. Biarlah publik yang akan menilai. Dan biarlah Anies membuktikan diri. Secara alamiah, jika Anies sukses dalam dua tahun ke depan mengurus Jakarta. Maka dia akan menjadi Capres potenisal. Namun jika gagal, maka akan sulit untuk meraih simpati publik.

Bagaimanapun ukuran seorang Capres adalah kinerja. Kinerja Anies-lah yang akan dinilai masyarakat. Kinerja Anies-lah yang akan menjadi catatan publik. Soal sukses atau tidak Anies memimpin Jakarta. Kita tunggu hingga dua tahun ke depan.

Deklarasi GPMI mencapreskan Anies, merupakan hal yang biasa. Namun bisa juga menjadi blunder. Selain karena kontestasi Pilpres masih lama. GMPI juga tak punya hak untuk mengusung dan mendukung Capres dan cawapres. Karena yang bisa mengusung dan mendukung seseorang untuk menjadi Capres atau cawapres adalah partai politik atau gabungan partai politik.

Anies terlanjur sudah dipersepsikan maju di Pilpres 2024. Apakah dia bisa maju. Belum tentu. Banyak faktor yang akan menjegal dan menghalangi Anies. Dan kelemahan Anies juga tak berpartai.

Kelemahan tak berpartai bisa disiasati dengan membangun pencitraan agar popularitas dan elektabilitas Anies tetap tinggi hingga menjelang Pilpres 2024. Karena partai-partai politik akan mencari figur atau tokoh yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi untuk didukung.

Banjir memang menjadi persoalan bagi Anies. Artinya tantangan bagi Anies untuk membereskannya. Jika banjir terus menggenangi Jakarta, maka bisa saja akan menenggelamkan Anies secara politik. Namun jika bisa dibereskan, maka Anies akan menjadi Gubernur DKI Jakarta yang berprestasi.

Banjir masih menjadi komoditas politik. Banjir bisa menjadi alat serang lawan politik ke Anies. Banjir juga bisa menjadi batu sandungan Anies untuk menuju Pilpres 2024.

Rakyat sedang menunggu kerja nyata Anies dalam mengatasi banjir dan persoalan ibu kota lainnya. Jika ingin maju kotanya dan bahagia warganya, maka selesaikan banjir dengan elegan. Jangan sampai banjir yang terjadi tiap tahun di Jakarta, bisa menghempaskan Anies dari persaingan menuju RI-1 di 2024.[]

https://m.akurat.co/id-1024428-read-...ularitas-anies

Pada dasarnya "Bad News is Good News"

AB harusnya berterimakasih kepada PSI, AHOKER, CEBONG, PANASTAK yang berkonstribusi sangat besar menaikan popularitasnya.

Masih ingat narasi JKW keturunan PK1, keturunan C1na dan terbitan obor rakyat? Ok, mungkin tidak "Apple to Apple" untuk dibandingkan karena hoax tidak bisa di sandingkan dengan fakta.

Atau mungkin narasi JKW gorong-gorong pencitraan, plonga plongo, boneka Budhe? Mungkin ini juga tidak "Apple to Apple" karena membandingkan "Rumor" dengan fakta.

Bagaimana dengan JKW meninggalkan DKI belum pada waktunya, tidak sesuai janji, masalah DKI banyak juga yang tak terselesaikan dan juga JKW ikonik petugas partai. Mungkin ini "Apple to Apple"

Dari Hoax, Rumor maupun Fakta semua itu menaikan popularitas JKW sama halnya AB terlepas itu sentimen positif atau negatif. Yang jelas, telah sukses dalam advertise nama mereka keseluruhan pelosok Indonesia. Ini merupakan pondasi yang baik dikarenakan Pilpres masih jauh 5 tahun mendatang.

Apa untungnya populer namun dengan sentimen negatif?

Sangat menguntungkan jika dilihat dari sudut pandang "market share". Jika tidak menguntungkan, tak akan mungkin terjadi Politisi, Artis dan sebagainya membuat kontroversi agar namanya tetep dikenal.

Sisanya tinggal me "Rebranding Image" dengan cara pencitraan seperti pada umumnya.

=====

Selain itu AB akan menjadi musuh besar dari seluruh partai bukan pengusung yang memiliki proyeksi calon presiden atau wakil presiden.

Popularitas AB yang mulai tak terbendung bisa diartikan mengikis peluang yang lainnya dan akhirnya dijadikan musuh bersama.

Bisa dibayangkan Jika Prabowo Subianto dan Anies Baswedan tiba-tiba didudukan dalam satu pelaminan menjelang pemilu 2024?

Sementara itu Tokoh-tokoh yang memiliki potensi Seperti Uno, Agus, Erik tohir, Puan, ganjar, risma dan lain-lain diatas kertas belum bisa menandingi. Atau mungkin tokoh tersebut malah akan digandeng dan diberi lampu hijau untuk masuk dalam pemerintahan seperti halnya pemerintahan sekarang?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gw.kenshin1601 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh LordFaries
Halaman 1 dari 4
mana hoax mana fakta
dah itu aja
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan gabener.edan memberi reputasi
Dengan masifnya pemberitaan banjir DKI, Popularitas pasti meningkat , tapi elektabilitas belum tentu

Tapi teorinya yg penting populer dulu, ntar tinggal belokin fokusnya emoticon-Big Grin

Si anies harusnya skrg berterima kasih ama buzzer PSI yg tiap hari naikin nama dia emoticon-Ngakak

profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 9 lainnya memberi reputasi
Tergantung lo nanya ke siapa dulu, buat gue ya jelas naek dong popularitas wan abut, sebagai komedian, pemaen lenong dan imigran yaman, ini modal penting nama dia dikenal seantero negeri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Populer sih tapi kalo jadi capres tunggu dulu
Gak yakin bisa menang lagi di jkt apalagi provinsi lain
Pendukung dia cuma ada di jabodetabek.
Jabar pun pasti kalah gimana di jateng, jatim, diy. Udah pasti auto kalah.

Menurut saya, kandidat capres ke depan harus dapet dukungan presiden sekarang karena basis massa sangat besar. Jangan lupakan prabowo yg pasti gambling besar jika pilih ni org
Masih mending uno atau erick seenggaknya ada sokongan dana.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sun21
salahnya anis apa bro?? kerja aja kagak!
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 2 lainnya memberi reputasi
yang pasti popularitas nya naik,anak anak smp di luar jawa aja pada tau siapa anies,jawaban anak smp pasti gubernur idiot emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hujansorehari60
Baik itu berita positif dan negatif, mau ngetik nama apa aja soal Anies di keybord ( Laptop/HP ) popularitas Anies memang meningkat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Buat rebranding image kelamaan kalo 2024
Dalam politik, pecitraan emang penting tapi jgn kelamaan, semakin lama kemungkinan aib terbuka semakon besar.

Contoha wiwi, pecitraan dia pad capres 2014 cuma setaon dan sukses.
Kalo kelamaan, bakal basi dan lawan politik lebih leluasa cari aib nya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lpk02
Lihat 6 balasan
Deleted
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh cengkre
kalo populer karena paok apa gunanya? mau jadi capres 2024 juga mesti pikir panjang, prabowo aja kalah dgn politik identitasnya, ini mau ikutin lagi, cuman orang paok yg mengharapkan hasil berbeda dgn cara yg sama emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 3 lainnya memberi reputasi
tentu saja menaikkan popularitas, jadi ngetop tuh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Prabowo Sandy dulu juga populer dengan kekonyolan kekonyolannya waktu Pilpres kemren, tapi tokh akhirnya gak kepilih.

Inget gak Jurus Bango, lebih TNI dr TNI, Bocor Bocor, Injak Nisan, dll
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan raafirastania26 memberi reputasi
Diubah oleh balado.jengkol
Quote:


cuma di solo jelas..kerjaan si wiwi bagus....apalagi di bandingkan pendahulu nya....rakyat solo suka dan puas dng kepemimpinan jokowi...
bahkan menang yg ke 2 dng suara di atas 90 persen....kebayang kan?
saat jd gubernur pun...orang puas lihat cara kerja nya...maka nya menang jd presiden....
nach si anies..entar 2022...kita lihat aja apa bisa menang jd gubernur dki lagi.....apa rakyat jakarta puas?
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan raafirastania26 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
#gubernuridiot #gabeneridiot #gubernur_idiot #gabener_idiot

tuh guevudah tinggalin jejak biar ntar anak cucu sodara sodari waktu googling inget lagi siapa Anies si gubernur idiot
profile-picture
d3m0litionlov3r memberi reputasi
Anis emang jadi populer...





Populer somplaknya emoticon-Ngakak
profile-picture
d3m0litionlov3r memberi reputasi
Karna banjir hampir seluruh masyarakat negri ini bisa mengetahuinya, hampir disetiap media selalu menayangkan berita banjir ran selalu ada kata gubernurnya
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 54m5u4d183 memberi reputasi
kalau lawan gabener di manapun resepnya cuma ini: lelaki jawa muslim. pasti menang...
profile-picture
d3m0litionlov3r memberi reputasi
kalau elektabilitasnya naik berarti banyak yang mau aja kena banjir tiap hari
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan bajier memberi reputasi
Jadi benar komentar diatas kalau popularitas tinggi belum tentu elektabilitas tinggi, tapi elektabilitas lebih mudah dibangun kalau sudah populer plus dukungan partner partai/koalisi politiknya nanti
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 54m5u4d183 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Yg jelas rumus baku pilpres cuma ada 1 :

JANGAN PILIH CALON YG DIUSUNG PKS


emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di