CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Parentese untuk Kemampuan Bicara dan Bahasa Bayi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4ccc4210d295638a4560f7/parentese-untuk-kemampuan-bicara-dan-bahasa-bayi

Parentese untuk Kemampuan Bicara dan Bahasa Bayi

Parentese untuk Kemampuan Bicara dan Bahasa Bayi
Sumber Foto : washington.edu

emoticon-Peluk

Sudah punya momongan belum? Atau sudah pernah momong anak bayi?
emoticon-Ngakak

Menjadi orang tua adalah hal yang sulit-sulit gampang. Beberapa kalimat yang selalu diucapkan untuk momong anaknya yang masih balita yang disebut dengan baby talk itu sangat penting untuk perkembangan sang bayi. Misalnya, “Ucu cuuu tantiknya… anak capa niiii?” Hahaha…
emoticon-Matabelo

Namun, beberapa kalimat yang tidak sempurna yang diberikan oleh orang tua kepada anak balitanya ini ternyata sangat tidak efektif untuk meningkatkan kemampuan sang bayi dalam bahasanya.

Lebih baik kalau orang tua atau siapapun itu mengajak sang buah hati berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang tepat, baru itu bisa membuat kemampuan otak, bahasa, dan bicara sang bayi meningkat. Sama seperti yang ditunjukkan oleh hasil studi terbaru.

Dilansir dari CNNIndonesia.com.

Parentese atau yang bisa dikatakan sebagai percakapan dari orang tua kepada buah hati, inilah yang bisa disebut dengan berbicara dengan tepat.
emoticon-Jempol

“Orang sering kali berbicara dengan bayi dengan menggunakan kombinasi suara, kata-kata konyol, dan tata bahasa yang salah. Padahal, parentese adalah menggunakan kata-kata nyata dan tata bahasa yang benar, nada yang lebih tinggi, tempo lebih  lambat, dan intonasi yang kuat,” kata Naja Ferjan Ramirez, dikutip dari CNN.

Naja Ferjan Ramirez ini adalah seorang asisten dari profesor bahasa di University of Washington.
Sebuah pembicaraan yang tepat dengan sang buah hati sendiri memiliki tiga karakteristik. Ketiga karakteristik ini mencakup nada, intonasi, dan juga tempo dalam cara berbicaranya. Yang pertama adalah dengan nada yang lebih tinggi satu oktaf dari nada berbicara normal atau nada bicara pada biasanya. Lalu, pada intonasinya yang lebih kuat lagi sampai terdengar seperti sedang benar-benar bahagia atau senang. Kemudian yang terakhir adalah berbeda pada tempo bicaranya.
Tempo bicara yang digunakan adalah lebih lambat ditambah dengan jeda di antara frasa.
emoticon-Bingung

Mengapa harus menggunakan teknik-teknik tertentu ketika berbicara dengan anak yang masih balita? Karena memang dengan teknik yang seperti ini lah, buah hati bisa menangkap makna sedikit demi sedikit secara perlahan dari apa yang kamu bicarakan. Selain itu, supaya si bayi mendapat waktu untuk ikut bergabung dalam pembicaraan yang dilakukan atau interaksi sosial.

Lalu yang perlu diketahui adalah pembicaraan yang tepat kepada sang bayi sudah terbukti bisa membantu ‘otak sosial’ bayi supaya kemampuan berbicara dan bahasa bayi bisa berkembang. Hal ini dikatakan oleh Patricia Kuhl, teman dari Naja Ferjan.
emoticon-Malu

Memang benar, nantinya sang bayi membalas atau ikut berbicara dengan mengoceh saja. Tetapi itu sudah menjadi sebuah respon dari si buah hati. Ini menunjukkan bahwa bayi lebih suka diajak berbicara dengan teknik yang seperti ini.

“Tidak hanya area konteks pendengaran di otak yang menyala, tetapi area motorik juga ikut terangsang. Semakin sering orang tua menggunakan parentese ketika berbicara dengan anak-anak mereka, semakin baik dan cepat keterampilan bahasa itu berkembang. Jadi, parentese adalah katalis sosial yang membuat bayi tidak hanya mendengar, tetapi ikut berbicara,” lanjut Patricia Kuhl.
emoticon-Shakehand2

Patricia dan Naja Ferjan ini tidak hanya menjadi teman yang kegiatannya hanya ngobrol saja. Namun, keduanya ini juga melakukan sebuah studi khusus. Mereka melakukan studi kepada dua orang bayi yang masih berusia 14-18 bulan. Kedua bayi ini telah diambil berdasarkan kedua orang tuanya, melatih kemampuan parentese dan yang tidak.
emoticon-Matabelo

Maka hasil dari studi yang dilakukan adalah bayi yang orang tuanya memiliki kemampuan parentese lebih memiliki kosakata rata-rata ada 100 kata. Namun, bayi yang orang tuanya tidak memiliki kemampuan parentese kosakatanya lebih sedikit, yaitu sebanyak 60 kata saja.
emoticon-Request

Oleh sebab itu, itulah pentingnya orang tua untuk memiliki kemampuan parentese dan diterapkan kepada buah hatinya.


Semangat para Bapak dan Ibu... terutama hehehe

emoticon-Gregetanemoticon-Ngakak

nais inpoh


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di