CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Denny Siregar: BPJS Rugi Karena Dokter Mata Duitan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de458bc9a972e41c5211f1f/denny-siregar-bpjs-rugi-karena-dokter-mata-duitan

Denny Siregar: BPJS Rugi Karena Dokter Mata Duitan

Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 9
Balasan post neverdrie
Gan cm mau tanya ane kan pernah berobat pakai non BPJS sakit disebuah klinik bayarnya Rp 100.000 kok dikasih obatnya yg het Rp 2000 - Rp 4000, kalo ditotal gak sampai 15 ribu, tmn ane sakit yg sama pakai BPJS dikasih obatnya sama.. yg mahal biaya apanya yak
Gak semua dokter itu mata duitan, ada juga yg baik dan ikhlas nolong dgn bayaran gak besar.

Tapi memang harusnya ada evaluasi izin praktek dokter, klo brengsek apalagi mal praktek ya harus dicabut izin prakteknya.
Sudah ada yg pernah cek bos2 bpjs pake AsuRansi apaan gak? Karena ane yakin mereka dan keluarganya gk pernah make bpjs nya, ngerasain sendiri perlakuan untuk pengguna bpjs. Ane yakin mereka pake AsuRansi swasta dan iurannya dibayar dari iuran bpjs masyarakat.
Trus pegawai, semua internal atau masih ada outsource yg biayanya harus tambah sekin persen untuk management fee perusahaan outsource. Kyanya kalau untuk efisiensi banyak yg bisa dilakukan di bpjs, permasalahannya adalah, mau apa gak?
Balasan post saokuda
@saokuda Yg mahal dokternya gan. Obat bisa murah, ilmu yg menentukan obatnya yg mahal.
Diubah oleh ogeng98
Balasan post saokuda
@saokuda jasa dokter sama perawatnya

ibarat lo jd tukang bangunan tp dibayar cuman bahan bangunannya aja dan jasa lo g dibayar
mau?
itu ibarat kasarnya ya bukan nyamain dokter dgn tkg bangunan


yg mahal itu ilmunya


dikit2 blg pengabdian
noh staffsus, anggota dewan, mentri dan lainnya yg jelas2 pengabdian digaji gede g brani si desi itu protes
dasar buzzer sampah


klo pengen dokter itu pengabdian permurah pendidikan dokter

ditambah lg resikonya nyawa manusia
emoticon-Traveller
Diubah oleh hantupuskom
Quote:

dokter sekarang serba UUD gan kadang kita berobat kalau gak 3x bolak balik gak sembuh resep obat sengaja di irit biar bolak balik lagi minta resep bayar lagi capek deh, padahal cuman kertas cetakan sama stempel dan tanda tangan doank duit lagi duit lagi..
Diubah oleh dudukan12
masalahnya dokter bukan pekerja sosial atau pahlawan yg menyembuhan org tanpa uang.
mereka jd dokter buat cari uang.
Balasan post ronin1969
makannya coba lihat , kok di india bisa murah biaya pendidikan dokternya .
Balasan post hantupuskom
@saokuda @hantupuskom

sepakak itu , gimana caranya agar biaya pendidikan kedokteran setara dengan india
istri ane lahiran Sesar, asuransi nggak naggung, bpjs blm ada waktu itu alhasil pakai duit sendiri 15jt
Dgn tidak sakit kita membantu negara emoticon-Leh Uga
padahal banyak dokter nunggak gaji gara-gara rumah sakitnya defisit

gini nih kalo comberan di kasih nyawa
Lu udah pada liat belom dokter umum di kasi brp per pasien sama bpjs? Di bawah Rp5.000,-
Balasan post inreallifeasu
@inreallifeasu make sense mangingat CS biayanya puluhan x lipat dari normal, btw cuci darah kyknya juga salah satu pengguna anggaran BPJS terbesar
Balasan post dimashardi
@dimashardi

Ga sampai puluhan kali lipat lah komparasi persalinan normal dan CS. Kalau sampai 2 s/d 4x lipat itu mungkin.

Kalau HD g dukung tetap ada di BPJS meski sangat2 besar alokasinya karena itu bener2an mengancam jiwa pasien bila ditiadakan.

Bayangin aja, sekali HD biayanya bisa kisaran 750k - 2jt dan bisa 2x dalam seminggu.

Kalau itu no choice dah
Diubah oleh inreallifeasu
bpjs niatnya cari untung malah buntung,sekarang rakyat yg tercekik
yang mau dibayar murah dengan profesinya angkat tangan coba emoticon-Cool

kalo cuma ngomong pengabdian terus tanpa kesejahteraan, ya omong kosong juga emoticon-Cool

coba yang ngomong mbok ya mikir
siapa yang mau dibayar murah dengan resiko pekerjaan yang tinggi emoticon-Cool
ane lebih milih dokter tua ketimbang dokter muda.
Nggak apa apa deh BPJS Kesehatan naik yang penting biaya untuk kesehatan masih di jamin oleh negara
Tergantung dokternya jg sih
Halaman 8 dari 9


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di