KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menkes Sebut Dokter Penyebab Tunggakan BPJS, Ini Tanggapan IDI...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de3889365b24d74c03fc28e/menkes-sebut-dokter-penyebab-tunggakan-bpjs-ini-tanggapan-idi

Menkes Sebut Dokter Penyebab Tunggakan BPJS, Ini Tanggapan IDI...




4
Home News Nasional
Menkes Sebut Dokter Penyebab Tunggakan BPJS, Ini Tanggapan IDI...
Minggu, 1 Desember 2019 | 14:30 WIB



Komentar (4)
Ilustrasi BPJS
Penulis: Dani Prabowo | Editor: Fabian Januarius Kuwado
JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) angkat suara soal tudingan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menyebut tindakan dokter sebagai salah satu penyebab tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan membengkak.

Menurut Ketua Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI Dr HN Nazar, prosedur penanganan medis yang dilakukan dokter telah diatur di dalam sebuah mekanisme yang sangat ketat.

Mulai dari clinical pathway (CP) di tingkat dokter, Pedoman Pelayanan Kesehatan (PPK) di level profesi, hingga Pedoman Nasional Pelaksanaan Praktek Kesehatan (PNPPK) di tingkat nasional.

"Nah, semuanya itu harus masuk di situ. Kalau ada selisihnya, bukan hanya di rumah sakit, dari pembayar yaitu asuransi dan BPJS, tapi dari etika pasti akan kena sanksi berupa sanksi etika dan sanksi profesi," kata Nazar dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/12/2019).

Ia mencontohkan, di dalam penanganan kanker yang membutuhkan tindakan kemoterapi, maka ada sejumlah prosedur berlapis yang harus dilalui. Jika prosedur tersebut tidak dijalankan, maka BPJS juga tidak akan menanggung biaya yang dikeluarkan rumah sakit.

Oleh karena itu, ia menambahkan, seluruh tindakan yang dilakukan dokter harus melalui prosedur dan pengawasan yang ketat.

Begitu satu item obat tidak cocok dengan kasusnya, itu tidak akan dibayar dan tidak akan diizinkan. Kemo ini ketat sekali. Bahwa obat ini racun, kita tahu, tapi dengan tataran tertentu dia akan jadi obat," kata dia.

Nazar menilai, sistem BPJS Kesehatan yang diterapkan pemerintah Indonesia sangat luar biasa. Pasalnya, hampir semua jenis penyakit yang diderita masyarakat dapat ditanggung penanganannya oleh BPJS ini.

Kondisi ini berbeda dengan negara lain, di mana pemerintahnya hanya menanggung jenis penyakit tertentu.

Menurut dia, dengan terbukanya kesempatan untuk berobat yang lebih lebar, masyarakat pun akan semakin banyak untuk memanfaatkannya.

Konsekuensinya, biaya yang harus ditanggung pemerintah pun akan semakin besar.

"Ada contoh begini, masyarakat kita terutama yang berada di dekat negara tetangga, berbobat di negara tetangga. Karena dengan era BPJS ini, tentu biaya kemonya mahal, dia pulang. Berobatnya di sini. Itu ada, itu pembengkakakan di situ," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Terawan menyatakan akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait banyaknya pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan literatur.

Menurut dia, apabila prosedur tersebut diperbaiki, maka biaya yang harus dikeluarkan negara untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat ditekan.


Sebagai contoh, pelayanan untuk penyakit jantung yang disebut Terawan tembus hingga mencapai angka Rp 10,5 triliun.

Menurut dia, ada sejumlah pembahasan dari berbagai jurnal yang menyebutkan bahwa pengobatan dengan menggunakan obat pencegah, tidak lebih efisien dibandingkan dengan metode stent atau tabung logam yang dimasukkan ke dalam arteri untuk membuat pembuluh darah jantung tetap terbuka, hingga operasi.

Sumber :
https://nasional.kompas.com/read/201...pan-idi?page=2

====================================☆☆☆==============

Ada benernya juga sih pak menteri, tapi ini bakalan rame gan... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KRAVZHENKO dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
udha langsung gontok2an aja di internal emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post hhendryz
Quote:


Kayaknya bakalan seru gan emoticon-Big Grin
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
yg bikin bpjs defisit itu operasi caesar dan jantung

lebih utk kehamilan tidak bisa klaim bpjsemoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ripper23tw dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
operasi cesar itu yg bikin tagihan bpjs bengkak
hampir dapat dipastikan tiap bumil periksa ke dokter ujung"nya di suruh cesar, dgn diagnosa macem". posisi janin gak normal lah, janin kelilit usus lah, rahimnya lemah lah dan segala diagnosa menyeramkan lainnya. bikin takut bumilnya.
dulu jaman emak gw mana ada cesar" begini. gw lahir brojol normal aja wkwkwkwkw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Balasan post mansion_999
Quote:


Tindakan caesar jadi tren saat ini, apa cuma perasaan ane aja? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 5 lainnya memberi reputasi
Balasan post S.U.R.Y.A.
Quote:


Ni yang jadi perhatian ane gan, makin banyak apa emang jadi tren sih? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
monkeydragonrf dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Jadi tren bro sekaligus bisa menjaga "mahkota" tetap rapatemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Yaa, biasa, berlindung dibalik birokrasi administrasi...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 2 lainnya memberi reputasi
ane doakan ente punya bini bisa terus lahiran normal ya gan..

lahiran normal itu goal yg amat prestige untuk seorang istri.

Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Organisasi ini yg dulu pernah mecat pak mentri kan? emoticon-Big Grin
Masih dendam aje dok emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
monkeydragonrf dan 3 lainnya memberi reputasi
BPJS harus tegaslah, berani mengejar, menagih peserta BPJS Mandiri yang ngak tertib bayar iuran.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
king.aslan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Apaan sih?

Lah, ya jelas dokter lah yg bikin mahal. Jelas ini bpjs utk pengobatan orang sakit, yang mana penanganan oleh dokter. Ya mahal bayar dokter.

Kalo tunggakan paling gede dari tukang parkir ato tukang sampah malah aneh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 7 lainnya memberi reputasi
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Ngover ribuan peserta nunggak repot brey, sdmnya bpjs brapa sih, ya kale nagih satu satu.

Ane malah setuju langkah menkes nertipkan dokter nakal yg diagnosa macem macem yg gaperlu sampe bikin bpjs defisit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 4 lainnya memberi reputasi
heu heu heu dah eke bilang ini menteri masih dendam dengan IDI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
monkeydragonrf dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Pernyataan Menkes bagus, di sisi lain sekali lagi, BPJS juga harus bisa tegas dalam menagih peserta BPJS Mandiri yang ngak tertib bayar iuran, kalau mau dikasih sangsi bagi peserta yang nunggak juga bagus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
IDI pura pura gak tau aja. Udah umum disini, gak perlu operasi Cesar tetep disuruh Cesar pas lahiran. Kasih resep obat supplemen vitamin tambahan...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh balado.jengkol
Ane 6 bulan gatal2, pake salep gatal gak sembuh, ane Duga alergi cuman gak tau alergi apa, berobat dikasih obat alergi, obat sembuh luka,obat salep buat luka gatalnya,,sembuh tapi pas obat abis datang lagi, sakit gak sembuh,

Curhat ama keluarga, trus adik bilang pernah gatal2 gara2 sabun cair, ane coba ganti sabun batang, gak gatal2 lagiemoticon-Frown

Gak salahin dokter, cuman kapasitas dokter beda2, kadang paling simple bagi mereka kasih obat dibanding kesembuhan,ya sukur2 org nya sembuh atau malah gak balik karna cari 2nd opinion, cuman ya org berobat juga mahal bayarnya,,menurut ane kalau jaman dulu karna dokter kurang kalau jaman sekarang karna dokter itu udah produk Bisnis ada result dari kerjaannya dgn implikasi moneter buat dr nya

Gak nyalahin org cari makan karna jadi dokter juga mahal, alkes mahal, bangun rs mahal,,,balikin modal dan mempertahankan kelangsungan bisnis ya dari org sakit,,,dulu org jadi dokter dikasih ucapan terima kasih sama hasil tanaman/ternak warga,,, biaya riset mahal yg berduit unlimited yg bisa nikmatin pengobatan maksimal tapi optimal

Ngarepin kesehatan sebagai gerakan sosial kayaknya mimpi, kesehatan, pendidikan, perumahan yg bisa mengubah nasib org (hancur/sukses) udah ladang Bisnis, sad but real, gak duit out

Ane klo korslet dikit otaknya mungkin bakal jadi radikalis, tapi tetap aja radikal pun berhasil dgn menginjak org lain (korban2), cara2 radikalis juga menurut ane super hipokrit,,jadi ane gunakan cara ideal, Yaitu sharing idea
profile-picture
profile-picture
profile-picture
echariemas dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Melahirkan itu bukan penyakit. Itu siklus hidup.
Melahirkan tidak seharusnya ditanggung BPJS.

Ketidak mampuan membayar biaya persalinan (mau Cesar atau alami) urusannya ke Dinsos bukan BPJS.

Kalau masuk BPJS artinya sejak seorg wanita hamil maka dia adalah seorang penyakitan.
Sehingga yg menyebabkan hamil adalah penyebar penyakit.
Maka sumber penyakit adalah sperma.

Demikian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantumasam dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Sudah bukan rahasia lagi kalau memang dokter yang bikin klaim BPJS membengkak, harus diakui jujur lah . Ga usah juga di papari gimaba cara modusnya disini emoticon-Malu (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
monkeydragonrf dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Siapa di indo yg gak suka uang.....
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan cengkehijo memberi reputasi
Diubah oleh mewtwo68d
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 10


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di