KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de271d1a7276808ff4c05bc/tarian-kata-cinta-1

Tarian Kata Cinta (1)

Pernahkah kalian jatuh cinta. Namun, tak bisa mengungkapkan. Lalu dengan cara apa kalian menyatakannya? Atau mungkin, kalian hanya diam saja dan menunggu benang takdir mengikat.

Aku jatuh cinta. Sudah lebih dari 4 tahun memendam rasa. Maka dari itu, hari ini akan kuungkap bagaimana rasanya mencintai seseorang dalam diam hingga terasa sesak. Karena, tak tahu cara mengungkap rindu.

Tarian Kata Cinta (1)



Tarian Kata Cinta


C, I, N, T, A menari-nari dalam benakku
Tak pernah lekang oleh waktu
Tidak ada kata lelah bagi mereka

Kala kupikir tentangmu hilang dari memori
Lalu, kabarmu hadir
Mendetakkan kembali jantung yang rapuh
Terhimpit oleh sesak rindu

Air mata tak dapat tertampung
Tangisan pecah di sepertiga akhir malam
Rindu, kangen menyakitkan

Kala jumpa denganmu
Aku membisu
Bahkan, seolah menjadi orang yang tak ingin berjumpa
Karena, takut waktu berlalu cepat
Rasa rindu kembali menyerang
Menyesakkan, menyakitkan dan menyebalkan

Argamakmur, xx Desember 20xx


Aku tersenyum dan mencoba membaca sekali lagi. Semoga kata ini terbaca olehnya. Meskipun, ia tidak tahu bahwa ini untuk dirinya. 

"Dira? Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ummi yang tiba-tiba saja muncul. 

"Menulis, Mi. Dira menulis puisi. Rencanya mau Dira upload ke Kaskus. Semoga aja lolos." Umi tersenyum hangat padaku. Mengelus kepalaku. Seolah memberi dukungan, bahwa aku anaknya pasti bisa.

'Semoga aku juga bisa melupakanmu.' 

"Ya sudah, lanjutkan kegiatanmu. Umi mau istirahat dulu. Jangan malam-malam dan jangan lupa matikan lampu."

"Siyap, My Captain." Aku memberi hormat pada Umi, sebelum akhirnya pintu kamar tertutup dan aku kembali melanjutkan kegiatan menulis.

Kupejamkan mata, sambil memandang langit-langit. Memikirkan puisi lain yang harus ditulis. Karena, karakter yang kurang dari 2000.

Mungkin, besok. Aku akan menuliskan bagaimana cara aku melupakanmu. Aku benar-benar ingin melupakanmu. Sekarang, cukup kusimpan di draft dan mengistirahatkan diri di pulau kapuk. Tempat ternyaman untuk menyembuhkan badan yang lelah, setelah beraktivitas seharian.

Argamakmur, 30 November 2019



Tarian Kata Cinta (2)

Tarian Kata Cinta (3)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sofiyuen dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh djrahayu
Ditunggu Tarian Kata Cinta (2) nya.😊😊😊
profile-picture
djrahayu memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Balasan post lurika
Quote:

Oki doki! emoticon-Smilie emoticon-Smilie Terima kasih. emoticon-Malu

emoticon-Malu
profile-picture
lurika memberi reputasi
Balasan post lurika
Quote:


Insya Allah. Oki Doki. emoticon-Malu emoticon-Malu Terima Kasih.
profile-picture
lurika memberi reputasi
Balasan post djrahayu
profile-picture
djrahayu memberi reputasi
Balasan post djrahayu
profile-picture
djrahayu memberi reputasi
kalo lihat orang bikin puisi jadi ngiri, soalnya ane kagak bisa berpuisi ria.
profile-picture
djrahayu memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Enisutri
Quote:


Kalau ane, mungkin turunan. Ibu suka banget nulis puisi. Alhasil, ane jadi hobi juga. 😍
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Aku suka paragraf pembukaannya itu menarik pas dibaca langsung bisa kelihatan emosinya. itu dibikin italic dan di center bagus kk.semangat ya. ayo lanjutkan
profile-picture
djrahayu memberi reputasi
Quote:


Terima kasih. Semangat. emoticon-Malumalu
Karena sudah terlanjur, silahkan klik link => Tarian Kata Cinta (2) untuk part 2.

Tarian Kata Cinta (3)



Kuyakini, mata ini membengkak setelah menangis. Padahal cuma segitu saja. Entah bagaimana bila sesuai rumor bila mereka yang sama-sama menunggu akan menikah. Tentu saja, hatiku akan hancur berantakan. Rasanya pun mungkin lebih sakit dari ini.

"Dira!" panggil Ummi. Segera aku keluar, tanpa mencuci muka dan seperti biasa beliau tidak terkejut.

"Sekarang, novel apalagi yang kamu baca?"

"Hehehe, Ummi tahu aja." Aku memasang cengir khas merasa bersalah.

"Sudah sana, cuci muka. Terus bantu ummi masak."

"Siap Captain!"

Aku segera lari ke kamar mandi. Mencuci muka dan membersihkan diri.

"Pantas lama." Ummi mengeluh, " 'kan disuruh cuci muka, bukan mandi."

"Maaf, Mi. Habis ngerasa gerah. Lagi pula, sudah waktunya Dira membersihkan diri saat lautan api menyerang."

Ummi menggeleng pasrah. Beliau pun kembali sibuk dengan menata makanan ke meja makan. Begitu pula, aku yang ikut membantu.

"Gimana keadaan Tasya?" tanya umi, saat aku baru duduk di sampingnya.

"Alhamdulillah sehat, Umi. Seperti biasa, dia baru bangun pas Dira ke sana."

"Syukurlah. Oh, iya! Ummi tadi beli udang, besok ummi sambal, kamu antar ke sana ya?"

"Siyap!"

000

Selesai makan, aku bergegas ke kamar. Saat ini, tengah tanggal merah. Jadi, bila ketiduran, aku tidak perlu khawatir dengan namanya ketinggalan shalat isya.

"Yank! Bunda sama ayah mau ke tempat nenek malam ini. Jadi, aku nginap ke tempatmu ya? Sekarang lagi di jalan sama bunda dan ayah." Sebuah pesan WA sudah masuk sejak sepuluh menit yang lalu, baru terbaca.

"Ummi! Tasya datang!" Aku memutar mata jengah. Ia sudah tiba di sini.

Aku segera keluar dan melihat dia bergelanjut manja pada umi di depan kedua orang tuanya. "Lain kali, jitak aja, Mbak. Kami ikhlas kok. Ya 'kan, Mas?" tanya bunda ke ayah.

"Iya eh, Mbak. Bila perlu, nggak usah kasih makan."

Tasya cemberut. Gadis itu masih terlihat manis dengan wajah kusut dan kesal begitu.

"Ayah, Bunda." Aku menyalami mereka. Bunda merangkulku pelan.

"Aku toh, iri sama kamu, Mbak. Punya anak kayak Dira, imut, baik dan sopan. Nggak petakilan."

"Ah, nggak kok. Dira itu penakut. Sedangkan Tasya berani dan kuat. Tidak mudah sakit." Kini, aku yang merengut.

Tasya menarik tanganku menuju kamar. Sepertinya, ia sudah jengah dengan kondisi ini.

Samar-samar aku dengar tawa mereka pecah. Seperti sengaja mengerjai kami. Huff ... bukankah orang tua seharusnya membela putrinya.

"Sudah puas nangisnya?" tanyanya.

"Puas. Rasanya aneh. Sakit banget. Lebih sakit dari pada nggak dapet peringkat semester. Bedanya, kalau semester ini nggak dapet maka, ada semester lanjutan. Kalau ini, seolah nggak ada harapan lagi."

"Tenang. Selama janur kuning belum melengkung. Kamu, boleh menikung. Caranya? DOA!"

"Dira! Tasya! Sini turun! Ummi, mesan nasi goreng, nih!" teriak umi.

Walah! 'Kan baru habis makan. Kok, disuruh makan lagi? Huff ... terpaksa malam ini makan dua kali.

"Ummi, masih lapar?" tanyaku, "bukannya tadi baru habis makan?"

"Hehehe ... tenang aja. Ummi cuma beli dua porsi. Soalnya tadi kata Bunda, Tasya belum makan."

"Terus? Satu porsi lagi, siapa yang makan?"

"Kita berdua yang ngabisin. Soalnya kasihan kalau minta antar, cuma beli seporsi."

"Ummi memang the best! Lagi pula, Tasya benci makan sendirian."

"Oh, pantas." Aku merengut.

000

Seperti biasa, cah wedok satu itu amat lasak. Tidur seperti jarum jam yang yang berputar hingga tak ada lagi celah untukku tidur. Menyedihkan.

Aku menarik selimutku yang dia tindih. Mengambil paksa bantal yang dia pakai. terserah deh, mau terjun bebas ke lantai, yah ... silahkan. Aku ikhlas kok.

Benar saja, dia jatuh ke lantai. Namun, bukannya bangun, dia semakin kencang mendengkur. Huh ... benar-benar aneh.

Aku selimuti dia dengan selimut yang ditinggalkan bunda tadi. Sama halnya denganku, tidak bisa tidur kalau tidak mencium bau rumah sendiri.

Kubuka laci nakas. Mengambil sebuah laptop dan mulai mengetik. Kali ini, mencoba menulis puisi patidusa terlebih dahulu.


Rindu

Sinar bulan menerangi malamku
Mengingatkan akan dirimu
Terasa pedih
Jerih

Senyummu bersinar begitu terang
Membuatku selalu melayang
Di ingatan
Kenangan

Argamakmur, XX Desember 20XX


Argamakmur, 04 Desember 2019
Diubah oleh djrahayu
Quote:


Selamat membaca lanjutannya, Kak. emoticon-Smilie

Quote:

Makasih, untuk saran yang kemarin. emoticon-Smilie

Quote:
Aku sudah buat lanjutannya, Kak. emoticon-Smilie

profile-picture
lurika memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post djrahayu
Sudah ada lanjutannya ya? Siap meluncur dah kalo gitu...
profile-picture
djrahayu memberi reputasi
Balasan post lurika
Quote:


Yang ke tiga juga sudah tayang. Terima kasih, sudah membaca, Kak. 😊 😊

nice story
profile-picture
djrahayu memberi reputasi
Quote:


Terima kasih. 😍


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di