KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de1e64210d295103f70bb51/ie-beuna-tsunami

IE BEUNA (TSUNAMI)

IE BEUNA (TSUNAMI)

A story by Andri Lestari

PROLOG


Canden, seorang gadis kecil bermata teduh yang harus mengalami musibah bencana besar di Aceh. Anak kecil berumur empat tahun, masih belum mengerti apa itu kesedihan dan kehilangan, akan tetapi harus mengalaminya di saat yang bersamaan. Tidak cukup hanya dengan goncangan dahsyat yang Tuhan berikan, tak lama berselang tubuh kecil Canden pun diamuk oleh air bah raksasa.

Air hitam asin bercampur lumpur dan belerang, menghantam bidadari kecil Maryam dan Saiful. Tak hanya sang anak yang menghadapi maut di dalam gulungan ombak, sang bunda pun tidak ada bedanya. Tubuh wanita muda itu terombang-ombing tak tentu arah. Tubuh lemah terantuk ke sana-ke mari tanpa ampun. Seng-seng karatan menyayat pakaian serta tubuh kurusnya. Mukena yang tadi digunakan saat melaksanakan salat Dhuha pun telah koyak dan terlepas begitu saja.

Tidak ada yang menolong. Semua menjadi nafsi-nafsi. Bergumul dengan air yang tingginya melebihi pohon kelapa bukan perkara mudah. Ditambah berton-ton sampah juga ikut terseret bersama air bah, membuat tubuh yang ringkih semakin tidak berdaya.

"Canden ..., Allah, Allaah ...!" gumaman tak begitu jelas dilontarkan Maryam. Meskipun tubuhnya sudah tidak kuat, tetapi hati dan lisannya masih tetap mengagungkan asma Allah. Canden, sang putri semata wayang tak luput dari ingatan. Rasa sakit yang dirasakan Maryam sungguh tak terperi. Tulang terasa remuk lepas dari badan. Meskipun timbul tenggelam, ia terus memperbanyak doa.

Di lain tempat, tubuh Canden tak lagi bergerak. Rambut ikalnya sudah dipenuhi oleh sampah. Tubuh kecil itu masih berada di dalam air. Hanya kuasa Allah yang dapat membantunya. Gadis kecil periang yang doanya selalu didengarkan oleh Allah kini sedang bergelut dengan malaikat maut.

Air hitam itu telah melumat-lumat tanpa belas ampun. Tidak peduli siapa pun dan apa pun. Semua tidak luput dari gulungannya. Terus saja bergulung tanpa terlihat tanda-tanda untuk surut, sebelum Rabb-Nya menarik perintah untuk berhenti. Maka gelombang besar itu akan terus menyerang.

Ribuan orang terjebak di dalamnya. Tak bisa teriak untuk memohon bantuan. Hanya berbekal sampah di sekeliling, mereka gunakan untuk menyelamatkan diri. Jika sudah berakal, pasti segala cara dilakukan untuk mempertahankan nyawa. Namun, bagaimana dengan Canden?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chanderson dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bundaiha
Aceh story
profile-picture
profile-picture
s.i.n.y.o dan ajang.dee memberi reputasi
Cerita bersambung of Tsunami Aceh 2004
profile-picture
profile-picture
s.i.n.y.o dan ajang.dee memberi reputasi
Jelang peringatan Tsunami Aceh ke 15 tahun
profile-picture
profile-picture
s.i.n.y.o dan ajang.dee memberi reputasi
IE BEUNA itu bahasa Aceh y?
profile-picture
ajang.dee memberi reputasi
Quote:


Ya, Mba. Artinya Tsunami😊
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chanderson dan 2 lainnya memberi reputasi
ngeri juga yeew
bagus... latar cerita sama dengan hafalan sholat delisa karya tereliye
Quote:


Tanggal berapa sis?
Quote:


Tsunami😊
profile-picture
s.i.n.y.o memberi reputasi
Quote:


24 Desember😥
profile-picture
profile-picture
fiaperm dan s.i.n.y.o memberi reputasi
Quote:


Sangat😥
profile-picture
s.i.n.y.o memberi reputasi
hmm bagus ini suka dengan trit yg ada sejarahnya
BTW ini trit km bagus, enak dibaca tulisannya.. tinggal di rapihin dikit aja tritnya. kasih spoiler & link..

Saran aja sis..trit baru banyak update nya..biar banyak yg baca..ane jg senang emoticon-Ngakak
Quote:


Tanggal yang bersejarah


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di