KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de126568012ae0d172967af/kritikan-untuk-prank-ol-dan-penikmat-konten-sampah

Kritikan Untuk Prank Ojol dan Penikmat Konten Sampah

Gue bukan youtuber dan gue sadar tak ada karya yang bisa ku banggakan apalagi bisa memberikan sumbangsih besar kepada kanal youtube terutama Indonesia. Karya saya masih diambang maju atau mundur dan gone, gagal!

Tapi gue masih bisa memilih apa yang harus di lakukan dan tidak untuk di lakukan, telaah konten mana yang layak dan bisa memberikan hal baru, gak hanya hiburan tetapi sarat akan pendidikan juga.
--------------------------------------------------------------

Gue uda tau kalau skill akademik dan profesionalitas gue masih jauh, gak bisa gue banggakan sama sekali, justru itu gue mencari hal yang positif, setidaknya ada hal yang bisa gue dapatkan dari video yang gua tonton.

Agar kebodohan gua gak merajai skill saya, biar di kata tak menghasilkan apa-apa atau cuma bisa kritik, ya gak apa-apa, toh juga kadang kebaikan masih di balas dengan hinaan dan caci maki. Cukup untuk menambah wawasan saja dan bisa terusberlanjut berkarya. So, gua mau ngomongin sesuatu yang sesuai judul di atas tadi.
emoticon-Hot News


aGunsista sudah tahu pasti, apa yang terjadi di belakangan ini. Lihat di Youtube, ketemu video yang viral. Sebenarnya sudah ada di tahun sebelumnya, hanya kurang terkenal dan di cari videonya, mau tidak mau gak seheboh kali ini. Sekarang ketemu yang benar-benar memberikan kritikan besar dan juga kemarahan netizen yang amat sangat menyiayangkan aksi bodoh Prank OJOL yang di lakukan youtuber konten modal pamer dan merugikan orang lain. emoticon-Nohopeemoticon-fuck2

Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah


( DEMI VIRAL, FAMOUS, ADSENSE dan TRENDING = AUTO VIEWS, SUBS, FOLLOWER NAIK, dan MONEY HAS COME)emoticon-Cape d... (S)emoticon-Mad (S)


Gua bukan mau jadi pahlawan disini, loe lihat saja kelakuan macam mereka, pendapatan-nya lebih tinggi di bandingkan si ojol itu.
Bangun pagi, habis salat langsung berangkat kerja, itu pun kita tahu apa yang terjadi di perjalanannya. Belum lagi harus macet, di telefon terus menerus hingga terus-terusan meminta cepat. Belum lagi ada pihak yang meminta cancel, habis itu di maki. Ada pula yang bawa makanan hingga meminjam uang ditalangin dulu, agar pesanan bisa ke beli.
Keselamatan hingga kejadian tak di inginkan.
Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah
Gua punya teman ojol dan sudah sering saya dengar curhatan beliau. Dan gak gampang jadi Ojol, bisa masuk belum tentu ada orderan. Dari pagi, siang, sore, malam, kadang kejar target untuk mendapatkan bonus. Hitung saja berapa Ojol yang ada di negeri Indonesia, hitung-hitung sudah mengurangi angka nganggur atau para mahasiswa bisa sambil mendapatkan uang sampingan.
Sekarang malah ada yang datang dan Prank lalu ujung-ujung-nya kasih uang dan minta maaf, uda gitu di lanjuti targetnya yang lain, kan eek..!emoticon-Mad (S)
----------------------

                                               Sudahlah, mari kita lanjut dengan Topik yang masih
            hangat ini, mohon maaf atas kata-kata gua yang mungkin kurang bagus.

Gue sudah merangkum para konten prank yang di anggap tak berpendidikan ini, untuk membagikan kepada agan-agan.
Dari Youtube Kreator hingga Artis, para Entertain dan Netizen lainnya.

Here we GoO!


Spoiler for PRANK KATANYA:




Spoiler for ............:




Dan mereka yang meminta untuk tidak melakukan prank dan tidak demi Adsense.

Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah

Kritikan Reza Arap yang dilansir dari Line.today
Jika video prank itu sukses mencuri perhatian banyak viewers dan menjadi trending, pihak yang diuntungkan di sini tentu saja si pemilik kanal YouTube dan driver ojol yang menjadi korban prank tidak mendapat keuntungan apapun.
Uang atau barang yang diberikan pada driver ojol itu tidaklah sebanding dengan adsense yang dihasilkan dari YouTube dengan video tersebut. "Uang atau barang yang kalian terima itu gak ada apa-apanya dibandingkan dengan adsense selama-lamanya di channel youtube mereka," ujar Reza Oktovian, "
Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah
Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah
Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah
Dilansir dari Detik.com
Salah satunya adalah influencer sekaligus bernama Raden Rauf. Melalui sebuah video, ia menanyakan tanggapan secara langsung kepada salah satu ojol atas fenomena prank ini. " Tidak manusiawi aja si pak kalau hal-hal seperti itu, saya bilang," ujar driver ojol. " 
"Belum tentu uang pribadi juga pak. Itu uang patungan dari temen-temen juga. Kadang kan ada driver ojol yang gak punya uang sebanyak jumlah pesanan, jadi patungan buat belanjain makanan," tutur driver ojol. 

Netizen :
"Demi konten, mereka sampe tega lho bikin driver ojol nangis. Herannya konten ngeprank norak kayak gini bisa ditonton jutaan kali. Berarti menjual penderitaan orang masih jadi tontonan menarik di sini. Jangan ditiru dan jangan ditonton ya gaesss!
#SAYNOTOPRANK," cuit netizen @reputationabdus.
“Bersedekahlah dg cara yang thoyyib,” komentar akun @h***ladian. “Kl memang mo Membantu Msh Banyak Yg Bs d lakukan lebih Bijak dan Lebih Berperasaan tanpa hrs menyakiti Hati org lain Demi PANSOS,” sahut akun @n***tionerina.
“Yupz setuju am bang densu ini….kesel az liatnya cm sekedar buat konten dan dapet subscribe lebih ngorbanin perasaan orang…” tulis akun @o***_85. Setuju,,kenapa mau menolong orang harus membuat mereka mewek dll dulu, seakan2…… AhSudahlah,” balas akun @s****angeline.

Bahkan kini muncul petisi untuk melakukan pemblokiran pada channel youtube milik youtuber yang kerap melakukan prank pada driver ojol. Petisi tersebut telah mendapat tanda tangan sebanyak 2 ribu lebih dan dipastikan jumlahnya akan terus bertambah.
Kritikan Untuk Prank ol dan Penikmat Konten Sampah

Konten prank wik-wik, cancel orderan ojol, pamer saldo ATM dan hal-hal yang settingan lain itu adalah bentuk tontonan yang kurang bermanfaat. Akan lebih baik lagi kalau kontenmu juga bisa dinikmati oleh orang lain, mengedukasi, dan bisa membuat orang senang sekaligus mengambil manfaatnya.

Terima kasih buat kamu yang sudah hadir, turut dan terus mendukung Channel untuk mengajar kebaikan, damai, edukasi, tutorial, kritis, dan motivasi.

Salam buat kamu dan keluarga mu, salam sukses

GIVE THANK TO GOD



profile-picture
profile-picture
zeeph dan gambit410 memberi reputasi
Diubah oleh AgentKampanK
Preng yucuber +62 sebetulnya cuma meniru yucuber luar negeri, cuma preng yucuber sini banyak fail nya...
Prank sama social eksperiment kebanyakan cuma ngerjain orang tanpa modal..
Quote:


Kalo ngasih duit ke orang itu social experiment kan ya. Kek BigDawsTv atau MrBeast.
profile-picture
kehocs86 memberi reputasi
mending ngikutin trending youtube nya US
daripada trending sini isi nya goblok semua
profile-picture
profile-picture
Luthfi98 dan derry.chelsea memberi reputasi

Nikmati aja gan

Karma pasti berlaku gan... 😂
YouTube ya? ngabisin kuota aja...
profile-picture
Luthfi98 memberi reputasi
Yg dipermainkan org2 yg tidak dlm posisi bisa fight atau punya daya utk itu. Setelah diaduk2 perasaannya memikirkan "kerugian" yg berdampak besar thd dirinya dan keluarganya, lantas dikepret duit langsung selesai? Ya selesai karena sekali lagi mereka terpaksa menerima kondisi begitu. Prank ojol begitu merendahkan harga diri dan martabat individu terkait. Direkam dan dipublikasikan kesedihan dan perjuangan mereka yg mana akan menghasilkan keuntungan bagi pemilik channel. Grow up dude..Banyak skenario lain yg lebih bermartabat dlm nge prank ojol kasih uang tanpa merendahkan mereka. Bikin lah skenario yg lebih ceria dan fun tanpa harus membawa mereka ke dalam situasi sedih. Ingat, kita tidak tahu apa yg mereka alami sebelumnya, apa mereka sedang dikejar deadline utk bayar ini itu. Pantaskah kita begitu? Gw yakin kalau org yg bisa fight di prank dgn setelahnya dikasih uang tidak akan stop sampai disitu.. Bagi yg berbeda pendapat ya silahkan saja. Terakhir gw cek, negara ini masih nganut paham demokrasi.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di