KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
HORROR STORY "DELUSI BERBATAS WAKTU"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dd6b1e688b3cb50a4764748/horror-story-quotdelusi-berbatas-waktuquot

HORROR STORY "DELUSI BERBATAS WAKTU"

Seperti biasa aku menyibukkan diri dengan mencuci ambulans inventarisku ketika tidak ada pasien atau mayat yang akan diantar. Berbagai macam bentuk, keanehan dan pengalaman juga mistis sudah kedapat.

Kaki yang remuk sampai ke pangkal paha, tangan yang terpisah dari tubuh sampai yang terparah aku pernah membawa korban mutilasi yang kepalanya sudah terpisah dari tubuh akibat keanarkisan perang ormas.

Pernah sekali membawa mayat yang sepanjang perjalanan aku seperti mendengar suara musik gamelan. Anehnya mayat tersebut sudah diformalin tapi kabin ambulansku malah berbau bunga kantil.

Kadang perjalananku ditemani oleh keluarga korban tetapi tidak jarang aku mengantar pasien atau jenazah sendirian. Tak tentu waktu, kadang siang, malam bahkan tengah malam menjelang pagi.

Tapi pekerjaan ini tetap kunikmati.

Siang itu, 13 April 2013. Aku mendapat telpon dari admin rumah sakit untuk menjeput korban overdosis di Hotel Banasweda di Jalan Tamrin. Kukebut ambulansku sampai tiba di Hotel. Disana sudah ramai, security membantuku mengevakuasi korban untuk segera dibawa ke rumah sakit. Belum tahu apakah ini pembunuhan atau mengkonsumsi obat secara berlebihan?

Gadis muda memakai lingerie hitam yang mulutnya sudah berbui.

Bersama dua karyawan hotel, kami berangkat membawa gadis itu kerumah sakit dengan harapan nyawanya masih bisa tertolong. Tas, handphone dan barang-barang gadis itu dibawa ke Kantor Polisi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Sampai dirumah sakit korban langsung dibawah ke UGD. Tubuhnya sudah dingin, wajah pucat dan aku rasa gadis ini sudah tidak bernyawa.

Satu jam kemudian aku mendapat berita dari rumah sakit bahwasannya gadis itu telah meninggal dunia. Berita itu bersamaan dengan hasil penyelidikan polisi bahwa korban bernama Rini Oktaviani umur 24 tahun warga Desa Teluk Agung Kecamatan Kualuh Hilir.

Dari pemeriksaan handphone diduga bahwa korban adalah pekerja seks dan penyebab kematiannya adalah overdosis. Aku tidak mendengar jelas kabar dari kantor polisi tapi pihak rumah sakit menugaskanku untuk mengantar jenazah tersebut ke rumahnya atas permintaan keluarganya.

Seperti biasa sebelum berangkat aku mengecek kesiapan ambulans dan tidak lupa aku membawa sepasang baju untuk jaga-jaga apabila nanti terlalu larut atau cuaca tidak mendukung maka aku akan menumpang sementara di rumah duka.

Pukul 15.45 WIB aku berangkat dari rumah sakit. Estimasi perjalanan di google map sekitar 6 jam. Kali ini tidak ada keluarga korban yang menemaniku mengantarkan jenazah gadis muda ini karena dia adalah seorang perantau.

Tiga jam perjalanan, barusan aku melewati portal yang tidak sempat kubaca apa nama daerahnya. Jelasnya setelah melewati portal itu jalan sudah tidak lagi diaspal lalu sinyal internet dan GPS ku hilang. Aku sudah memasuki daerah perkampungan.

Aku fikir ini sudah memasuki waktu magribh namun tidak terdengar suara atau sayup-sayup adzan karena kiri dan kananku adalah perkebunan rambung. Kuteruskan perjalanan dengan kecepatan rendah karena kondisi jalan yang berbatu.

Jalan ini sangat sepi, terhitung sejak melewati portal tadi aku hanya berpapasan dengan dua kendaraan lain. Syukur malam itu bulan agak cerah sehingga mengurangi rasa takutku.

Tapi tiba – tiba . . .

Terdengar suara ketukan dari peti mayat. . .

Awalnya aku pura-pura tidak tahu, kuanggap ilusi. Tapi semakin lama suara ketukan semakin kuat dan terdengar dari dalam peti suara meronta.

“tolonggg, bukain, tolonggg. Aku belum mati”

Rencanaku adalah mencari kampong terdekat, setelahnya baru aku akan mengecek peti itu. Tapi sejauh mata memandang tidak ada kilatan lampu tanda perkampungan sementara suara dari dalam peti semakin kuat.

Aku benar-benar panik dan sangat ketakutan.

Muncul dalam benakku mati suri dan suara teriakan dari peti itu semakin kuat. Kuberanikan diri berhenti di tengah-tengah kebun rambung namun mesin ambulans kubiarkan tetap menyala. Kuambil senter dan obeng lalu kubuka peti itu perlahan.



HORROR STORY "DELUSI BERBATAS WAKTU"

Saat kubuka peti ternyata Rini masih hidup, wajahnya pucat dan dia menangis. Lalu kubantu gadis itu keluar dari peti dan kutawarkan sebotol air mineral padanya. 

Aku sangat merinding dan ketakutan, tapi kucoba untuk tetap tenang.

Entah apa yang akan kulakukan? Entah apa yang harus kutanyakan? Takut dan bingung. Lalu kuberanikan diri untuk membuka percakapan.

“kamu gpp mbak?"

“aku lapar mas.”

Merinding aku mendengar suaranya, tapi kucoba tenang. Berapa menit berselang kami melanjutkan perjalanan dengan Rini duduk disamping. Tak jauh kulihat ada kilatan lampu seperti warung padahal sebelumnya aku tidak melihat cahaya apa-apa.

Menjaga kepanikan bila nanti berhenti di warung. Aku meminta Rini untuk menggati bajunya dengan baju kemeja yang kubawa.

Lalu . . .

Tanpa sengaja aku melihat Rini melucuti pakaiannya dari spion ambulansku namun aku tersadar dan segera memanglingkan mataku. Setelah Rini berganti pakaian kemudian kami segera menuju warung itu.

Setelah sampai warung tidak ada pembeli lain kecuali kami. Pemilik warungnya adalah seorang wanita paruh baya bersama suaminya.

"mau kemana dek malam-malam gini bawa ambulans? Siapa yang sakit?"

 tanya Si Ibu Pemilik warung.

"Tidak ada yang sakit, bu. Hanya saja kami ingin mengunjungi keluarga kami di Desa Teluk Agung" jawabku menyembunyikan

"sudah dekat kok. Oiya kalian mau pesan apa dek?"

"Saya indomi rebus, kamu Rini?"

"aku samain aja mas"

Lalu ibu itu segera beranjak memasak pesanan kami.

Aku heran dengan suami ibu itu dari tadi berdiam diri menatap kosong kearah jalan yang akan kami lewati. Ku coba basi-basi.

"Kalau ke Teluk Agung berapa lama lagi ya pak?"

Tapi Bapak itu tidak menggubris pertanyaanku, tetap diam menatap jalanan.

Tidak lama kemudian si Ibu datang menghidangkan pesanan kami.

"Ini dek. . . Maaf yaa bapak kamu itu bisu dan tuli jadi susah diajak ngomong. Ayo silahkan dimakan."

"Oiya bu, maaf yaa bu saya tidak tahu."

Lalu aku dan Rini menyantap makanan kami sembari berbincang dengan Ibu pemilik warung. Setelah selesai makan aku dan Rini beranjak melanjutkan perjalanan. Waktu menunjukkan pukul 21.15 WIB dan sepertinya malam itu akan turun hujan.

Rasanya aneh, berdasarkan cerita dari Ibu pemilik warung tadi harusnya kami sudah sampai di rumah Rini tapi belum nampak cahaya kilatan lampu perkampungan. Aku tanya Rini membuka percakapan.

"mbak masih jauh ya?"

"sudah dekat kok mas"

Setelahnya banyak pembahasan antara kami berdua dan suasana perlahan cair. Banyak kesamaan dalam cerita hidup kami sehingga obralan malam itu semakin menarik.

Karena asik bercerita tidak terasa sudah hampir pukul 23.30 WIB tapi kami belum juga sampai bahkan bensin ambulans juga tinggal sedikit. Malam itu mulai gerimis, membawa kami semakin larut dalam cerita berdua sampai kemudian aku menawarkan Rini untuk memakai jaketku.

"mbak, pakai jaket nih soalnya dingin."

Rini menatapku dengan pandangan berbeda, ada sesuatu dalam pandangnya, lalu Rini mengambil jaket dari tanganku tapi tetap memegang erat tanganku sambil terus menatapku. Kemudian Rini menarik tanganku kearah tubuhnya dan mulai mengecup bibirku.

"Dubraaak. . . "

Suara ambulansku menabrak lubang besar dijalan. Aku menghentikan laju ambulans, aku pikir akan kehilangan moment namun ternyata Rini semakin dan semakin. Dia bahkan mengajakku ke kabin belakang ambulans. Di kursi itu kami melakukan semuanya sampai tertidur.

Keesokan harinya aku terbangun karena suara berisik keramaian, aku intip jendela ternyata aku sudah berada di rumah Rini. Tidak lama kemudian seorang mengetuk pintu kamar lalu masuk sambil membawa sarapan. Seorang laki-laki memakai batik dan peci yang mungkin adalah anggota keluarga Rini.

"Permisi mas, ini mas sarapan dulu."

Aku mengangguk seraya tersenyum

"Terima kasih mas sudah mengantarkan jenazah adik kami. Alhamdulillah tadi pagi jam 9 Rini sudah di makamkan"

Aku terdiam, teringat kejadian semalam.

[left]sumber gambar : google

*lanjut kolom komentar
*first thread
profile-picture
profile-picture
profile-picture
allparel dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agusrezapratam4
Halaman 1 dari 4
"Warga yang hendak pergi menderes karet pertama kali menemukan mas. Ambulans mas menabrak tugu selamat datang desa. ambulansnya tidak terlalu parah mas dan sudah coba diperbaiki oleh tetangga saya yang kebetulan mengerti mobil. Oiya Maaf mas kami membongkar peti jenazah tanpa seizin mas supaya fardhu kifayah adik kami disegerakan."

Aku semakin larut dalam kebingungan tapi ku coba tetap tenang sembari menghabiskan sarapan.

"Mas, ini tas mas, tadi saya ambil dari ambulans"

ketika aku periksa isi tas tersebut ternyata baju kemejaku yang dipakai Rini semalam masih ada dalam tas. Lipatannya masih rapi dan tidak ada tanda-tanda bahwasanya sudah dipakai. Aku semakin bingung.

Setelahnya aku mandi, lalu kemudian bercengkrama dengan keluarga dan warga. Mereka bertanya kronologi kematian Rini dan aku menceritakan semuanya dari awal tapi tidak dengan cerita malam itu.

Dari cerita yang kudapat Rini ternyata adalah seorang Janda yang belum mempunyai anak, dia berpisah dengan suaminya karena KDRT yang terus-menerus dilakukan suaminya. Keluarga Rini juga mengaku bahwa Rini selama ini bekerja sebagai Teller di Bank. Aku tidak mahu memberitahukan kebenaran tentang pekerjaan Rini kepada mereka.

Keluarganya juga bilang Rini adalah orang yang baik, dua kali setahun pulang kampung setiap idul fitri dan tahun baru. Rini juga sering mengirim uang dan banyak membantu kebutuhan ekonomi keluarga di kampung.

Setelah bercerita aku minta bapak yang memakai batik dan berpeci tadi mengantarkanku ke kuburan Rini untuk ziarah sebelum pulang. Sesampainya di kuburan aku terkejut tenyata tanggal lahir Rini sama dengan tanggal lahir Almarhum istriku yang beberapa tahun lalu meninggal akibat kecelakaan tragis yang membuat remuk kakinya sampai ke ujung paha sehingga almarhuma istriku tak terselamatkan lagi.

Setelah berziarah aku putuskan untuk pulang sekitar pukul 13.00 WIB. Keluarga Rini melepasku dengan perasaan haru, entah kenapa mereka begitu beterima kasih kepadaku.

Aku beranjak menaiki ambulans yang lecet pada bampernya sudah didempul. Didalam ambulans juga sudah ada rambutan dan beberapa tandan pisang. Minyak ambulans juga terisi penuh. Mereka benar-benar berterima kasih kepadaku. Ku lambaikan tangan pada mereka seraya berucap Terima Kasih.

Aku berlalu meninggalkan desa itu.

Baru sebentar berjalan aku teringat Ibu Pemilik warung dan aku berniat makan siang dan pamit pada Ibu pemilik warung yang semalam aku singgahi. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak melihat adanya warung, hanya dua buah kuburan tua diantara rimbunya pohon karet yang katanya itu adalah kuburan seorang suami istri transmigrasi dari jawa yang juga adalah karyawan pertama Kebun Karet ini.

Pulang . . .

Sepanjang jalan aku memikirkan semua keanehan dan kejanggalan selama perjalanan ku mengantarkan almarhuma Rini. Bahkan sampai saat ini aku masih bingung apakah itu nyata atau hanya sebuah fantasi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 18 lainnya memberi reputasi
Uwow!!!! ceritanya sip bingit gans! emoticon-2 JempolSumpah tegang banget bacanya,,,,,Mungkin malam itu agan sedang bermimpi,,,, atau masuk ke dimensi gaib perkebunan itu. Ada jin yang menyamar jadi almarhumah. Dan menggoda agans. Mungkin loh mungkin. Gans, kalo boleh saran, agan post di SFTH. Lebih pas disana. Nanti kalo udah di SFTH, ai kasih rate sama banjir cendol deh,,,,,,, emoticon-Embarrassment
Ayok gans lanjut lagi cerita mistis lainnya pas agan jalanin profesi unik agans. Ai tunggu yak lanjutannya.
profile-picture
moses19968 memberi reputasi
ok
Pocong ,kuntilanak,tuyul,genderuwo,nenek gayung ,suster ngesot ,suzzana,sundel bolong,bokir,nyi blorong,nyi roro kidul
Waktu dan tempatnya dipersilahkan

emoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
r.maulana.m dan agusrezapratam4 memberi reputasi
ihh celem aa sinyo jadi atut emoticon-Takut (S)
profile-picture
agusrezapratam4 memberi reputasi
ceritanya oke banget emoticon-Sundul Up
profile-picture
agusrezapratam4 memberi reputasi
wadoh.. ngena ceritanyaemoticon-Takut
profile-picture
agusrezapratam4 memberi reputasi
Quote:


cerita dari alam bawah sadar gan hahaha iyaa dr smalam juga bingung mau post dimana soalnya uda tahunan jadi silent reader baru smalam ini ada keberanian buat post wkwkwkw

post ulang di sfth atau gimana ni? tp biar disini aja laa nanti sekali lagi batu post di sfth. tq sarannya gan
profile-picture
profile-picture
lonelyqueen999 dan Bolangtelmi memberi reputasi
Quote:


Post ulang aja.. gpp. Di SFTH, lebih banyak fans hororna.. jangan lupa pake index
profile-picture
agusrezapratam4 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Bolangtelmi
Quote:


uda dicoba post ulang gan, tapi ga bisa karena kemiripan judul. hahaha. uda deh disini aja dulu, selanjutnya nanti baru disesuikan kategorinya. makasi sarannya gan.
profile-picture
profile-picture
lonelyqueen999 dan Bolangtelmi memberi reputasi
ceritain pengalaman mistis lainnya lagi gan, seru ceritanya..
profile-picture
agusrezapratam4 memberi reputasi
haha alright, when I previously thought it was a joke since it was still around then ... alone, it appeared to be a ton of dreams , piktor or different things and for me it was at that point exceptionally hard ... The issue is the space for part Assignments Company -Assignmentshelpexposure is still extremely constrained until further notice. .... (Genuine Horror Story ) · HANG YOURSELF
profile-picture
profile-picture
Bolangtelmi dan agusrezapratam4 memberi reputasi
Diubah oleh rosie248
Quote:


tq bre i just try something difference like fredy s hihihi
profile-picture
lonelyqueen999 memberi reputasi
Quote:


Teu ngarti aslinaemoticon-Hammer2
profile-picture
agusrezapratam4 memberi reputasi
Quote:


artinya dia hampir sange gan hhhaha
profile-picture
profile-picture
lonelyqueen999 dan Bolangtelmi memberi reputasi
Quote:


Wkwkwk iya gitu...bahasa inggris sange apaan?
profile-picture
tiawittami memberi reputasi
Quote:


"sange" in english is "pen anu" wkwkkw
profile-picture
profile-picture
lonelyqueen999 dan Bolangtelmi memberi reputasi
Quote:


Wahahaha ngarang bebas dah.. kebanyakan delusiemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
adorazoelev dan agusrezapratam4 memberi reputasi
malem2 baca ginian, pas lagi di luar pulak hmemoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
richie1933 dan agusrezapratam4 memberi reputasi
buduh, mirip jalanan trikora karang anyar 😆
profile-picture
agusrezapratam4 memberi reputasi
Quote:


segitu banyak pragraph bisa kali yaa ngomentarin foto jalanan hahah
profile-picture
lonelyqueen999 memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di