KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Games / ... / Mobile Games /
Katanya Sudah Sepi, Tapi Kenapa Genre MOBA Masih Eksis?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dcd02ebaf7e93702709a5f4/katanya-sudah-sepi-tapi-kenapa-genre-moba-masih-eksis

Katanya Sudah Sepi, Tapi Kenapa Genre MOBA Masih Eksis?

Quote:


Katanya Sudah Sepi, Tapi Kenapa Genre MOBA Masih Eksis?
Ilustrasi Moba


MOBA sudah dikenal lama, Genre satu ini sempat menjadi Primadona, redup, samar-samar dan kembali menjadi Primadona, pokoknya pasang surut yang bersangkutan dengan Genre game satu ini memang tidak perlu ditanya lagi. Mungkin tahun ini bisa dibilang menjadi tahun kembali meredupnya Genre satu ini.

Namun apakah benar? seberapa jauh redupnya?, banyak sekali pertanyaan dan pernyataan menarik terkait MOBA, terutama dikala surut, seperti suatu yang ‘Menyenangkan’ bagi beberapa pihak, istilahnya seperti “Mampus lu MOBA udah gak jaman”. Seolah-olah banyak orang yang menanti Genre satu ini redup, biarpun tidak diketahui juga motifnya apa, mungkin karena tidak suka, mungkin juga karena sudah bosan.

Namun seredup-redupnya MOBA, apakah hingga menimbulkan fakta bahwa Genre satu ini akan Dead? seperti banyaknya orang tahun ini yang menganggap bahwa ‘Dead akan menghampiri MOBA’. Mari kita bahas dibeberapa poin dibawah ya brott.

Genre Lawas Selalu Membekas
MOBA (MultiPlayer Online Battle Arena) sebenarnya memiliki nama lain, yaitu action real-time strategy (ARTS), diperkenalkan dipenghujung tahun 80-an yaitu tepatnya 1989 pada Platform SEGA Genesis/Mega Drive, Genre ini berhasil ditandemkan dengan Game yang bernama Herzog Zwei pada masa itu, sebelum kita mengenalnya dengan nama-nama Legendaris (Namun Mainstream) seperti Dota 2, League of Legends dan Moba Mobile seperti AOV dan Mobile Legends pada saat ini, jadi seolah-olah semuanya sudah dalam rencana matang para Developer hingga berujung menghadirkan Genre yang dapat membuat pengalaman bermain semakin nyata.

Terbukti pada tahun 1998 Game berjudul StarCraft buatan Blizzard menjadi game terlaku sepanjang masa saat itu, ditambah Blizzard juga punya nama lain seperti Warcraft dan Dota generasi pertama yang tidak kalah legendaris yang dikenal luas pada tahun 90an hingga 2000an. Dengan hadirnya Genre ini benar-benar membuat pengalaman bermain semakin mendekati apa yang banyak Gamer mau, kesenangan digabungkan dengan sensasi kompetitif karena berinteraksi langsung dengan pemain lain secara Online, menjadi yang pertama memang selalu berkesan.

Jadi sungguh tidak mungkin MOBA dapat bertahan hingga kini jika memang Genre satu ini tidak menghadirkan suatu kesan yang tak mudah dilupakan.

Sensasi Mabar Adalah Bumbu
Dengan sudah diperkenalkan Genre MOBA ini, seolah membuat banyak mata Developer semakin terbuka, dari segi Gameplay Multi-Player yang dijadikan ujung tombak, dengan embel-embel ‘Pengalaman bermain Next Level’, hingga satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu Bisnis. Seolah Mabar (Main Bareng) hanyalah sekedar bumbu pada masa kini agar game tetap laku, tanpa melupakan tujuan sebenarnya yaitu meraup keuntungan demi atas nama keberlangsungan game itu sendiri, namun menurut kami selama kedua pihak (Player dan Developer) mendapatkan kepentinganya masing-masing hal tersebut bukanlah masalah. Bagaimana menurut kalian?

Namun apakah selama ini kita sebagai Player merasakan Mabar adalah suatu fitur yang sangat penting? menurut kami tentu Iya! Kesenangan lain saat bermain game tentu saja adalah ‘Bermain Bersama’, dengan bermain rame-rame sangat banyak moment yang tercipta, hingga kadang Game dan Moment itu sendiri sangat tak imbang, tak sedikit orang yang bermain yang sebenarnya game ‘Biasa saja’ tapi tetap betah bermain suatu game berkat sensasi ‘Main bareng’ yang seolah adalah Bumbu dalam resep Krabby Patty, yang menjadi sebuah Core dalam Cita rasa sebuah resep rahasia.

Katanya Mati? Buktinya?
Dalam bahasan ini sebenarnya kami juga bingung, jika dilihat dari kacamata sekitar (lingkungan kami berada) memang bisa dibilang MOBA saat ini dalam masa redup, namun untuk ukuran ‘Dead’ sepertinya masih sangatlah jauh, karena ada beberapa fakta yang dapat kami beberkan lewat Grafik yang dibuat oleh Streamhatchet dibawah:

Katanya Sudah Sepi, Tapi Kenapa Genre MOBA Masih Eksis?


Dalam konteks ‘Sepi’ dimainkan dan ‘Sepi’ ditonton mungkin memang dua hal yang berbeda, namun tentu saja kolerasi dalam kedua hal tersebut tetap ada, yaitu ‘Minat’, Minat orang-orang dalam menyaksikan MOBA bisa dibilang secara tidak langsung masihlah besar, jadi bisa dibilang juga bahwa ‘Mungkin’ Moba sudah agak redup dan Sepi yang memainkanya, namun tidak dengan ‘Minat’ orang-orang terhadap MOBA, dengan fakta diatas bahwa LOL dan DOTA2 masihlah menjadi 10 Game yang paling banyak ditonton di Twitch hingga saat Grafik itu dibuat yaiut 10 November 2019.

Masih Jadi Genre Andalan eSports
Berbicara tentang eSports, tidak mungkin jika MOBA tidak dilibatkan didalamnya, dalam semakin luasnya eSports diseluruh dunia, masih menjad suatu patokan jika DOTA2 dan LOL adalah salah satu Game yang memiliki nilai Kompetitif yang besar, bukan semata-mata karena nama besar kedua game tersebut saja, tetapi juga Hadiah utama yang tidak sedikit.

Katanya Sudah Sepi, Tapi Kenapa Genre MOBA Masih Eksis?


Setidaknya setahun sekali kita dapat melihat Kompetisi LOL dan DOTA2 yang berskala Internasional lewat beberapa nama kompetisi. Contoh kasus lainya adalah, Asian Games dan SEA Games juga selalu melibatkan Genre MOBA, Tahun ini saja dalam SEA Games di Filipina nanti, DOTA2, Mobile Legends dan AOV masuk kedalam kategori Game eSports yang dilombakan, dan ketiga nama tersebut bergenre MOBA.

Fakta-fakta tersebut tetap tidak bisa ditepis lagi, karena memang Genre tersebut sangat memenuhi syarat-syarat akan kompetisi selain memiliki daya tarik lain seperti pengalaman bermain yang asyik.

Salah Satu Genre Game Terbaik Yang Pernah Ada
Dengan banyaknya tetek bengek dan pembahasan tentang MOBA, kami berani bilang bahwa Genre MOBA adalah salah satu Genre terbaik yang pernah ada dari sekian banyak jumlah Genre Game yang sudah hadir dalam dunia Video Games. Bayangkan jika MOBA adalah seorang artis, mungkin MOBA adalah Michael Jackson menurut kami, tidak termakan jaman biarpun sosoknya sudah bukan hal baru dalam dunia persilatan, namun berkat sepak terjang apik selama ini membuat MOBA tetaplah salah satu Genre yang tak bisa dilupakan, dan satu lage aspek yang tidak bisa dilupakan adalah dampaknya yang tetap memberikan Inspirasi.

Karena kami percaya dengan konsep awal yang bertajuk (Multi-Player Online Battle Arena) inilah yang jika diartikan secara harfiah adalah ‘Mabar Sama Orang lain via Online’, memicu banyak Developer untuk terus berkembang hingga muncul Genre-genre baru yang menerapkan konsep yang pada dasarnya sama, hanya dikemas secara berbeda seperti contohnya Battle Royale (Online) dengan khas FPS nya dan bahkan MMORPG dengan khas game RPG nya, berbeda dengan MOBA yang kita kenal ibarat DOTA2 atau LOL, yang bermain beradu taktik dalam satu Field yang mengandalkan kerja sama tim.

Sensasi apalagi yang lebih menyenangkan dari Main bareng dan senang-senang bareng? biarpun hal ini pastinya menimbulkan Kontra, kami tetap Optimis bahwa kebanyakan Gamer tetap merasa ‘Mabar Online’ adalah salah satu fitur terbaik yang pernah ada. Bahkan beradu Strategi dan keahlian bermain dengan Player dari segala belahan dunia secara Online tetaplah menjadi Motivasi tersendiri dalam melengkapi pengalaman bermain, sampai-sampai muncul turnamen Profesional yang diperlombakan dengan hadiah tidak sedikit, atau kita kenal saat ini dengan sebutan eSports.

Tren Yang Pasang Surut Itu Biasa
Semua tidak ada yang selalu diatas, bahkan sebuah tren saja teruslah berputar seperti Fashion, Musik dan Gaya Hidup saja terus berputar seiring berjalanya sebuah jaman. Hanya Seorang Raja pada Pemerintahan Monarki saja yang akan selamanya diatas, memang tetap berganti, namun digantikan dengan keturunan-keturunanya saja bukan? biarpun tahun dan jaman terus berganti.

Jadi jelas kasus Raja Monarki diatas tidak bisa dikaitkan dengan sebuah Tren yang sedang kita bahas, kami memiliki analogi yang mungkin sedikit menyerempet terkait Tren MOBA yang dinilai sedang redup ini, yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Mungkin saat ini MOBA sedang dalam tahap Recycle ke arah Reduce berkat anggapan penurunanya dalam beberapa tahun terakhir. Dengan munculnya beberapa Format MOBA baru bukan suatu yang mengagetkan jika MOBA akan kembali bersinar.

Contohnya tahap Recycle yang sedang marak adalah dengan munculnya MOBA dengan Platform baru seperti Mobile:

Kemunculan judul baru dan daur ulang judul game lama sedang dalam tahap pantauan, seperti Lokapala yang dikembangkan oleh Developer Lokal Indonesia dan Upaya penghidupan kembali LOL dengan League of Legends: Wild Rift pada Platform Mobile.

Dengan kedua tahap Recycle dan Reduce ini, bukan hal baru jika nanti MOBA kembali ke tahap Reuse seperti sediakala, kembali ke puncak Hype dalam Tren sebuah Video Games.

Jadi bisa dibilang sebuah Pasang Surut sebuah Tren adalah hal yang biasa terjadi dalam semua aspek kehidupan, termasuk Video Games.

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tighanadrummer dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
MOBA mobile lebih bs bertahan dr keredupan krn minim'a tindakan cheat dlm MOBA,

pengalaman ane pribadi,
ane lbh lama main MOBA drpd FPS,
krn di FPS sngat rawan ada'a cheater mulai dr yg terang2an cheat sampe yg gak ketara cheat'a...

jd gak heran PUBGM ckup sering melakukan update sistem demi meminimalisir cheater, tp efek'a jd bikin bengkak jmlh data game...

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
itkgid dan tempelegi memberi reputasi
1. Minim Pay to Win (walaupun ada sistem emblem tapi gak begitu terlalu pengaruh)
2. Banyak liga kompetitif nya, banyak turnamen dan melahirkan banyak pemain pro jadi lebih tertarik bukan cuma memainkan game nya tapi juga melihat kompetisinya
3. Gak begitu menyita waktu buat farming atau grinding (kayak RPG game)
4. Banyak komunitasnya
5. Enak seru dimainin pas nongkrong bareng, sekarang bocah bahkan kelas pekerja kantoran bahkan bapak2 nongkrong sambil megang hp dan main moba (kalau dulu main gaple mungkin) emoticon-Leh Uga
6. Gak begitu menyita waktu di gameplay-nya dan bisa dimainkan dengan hp spek kentang emoticon-Traveller
profile-picture
itkgid memberi reputasi
Diubah oleh kenpachiku
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh sokie
Entak kenapa, sampe' sekarang ane kagak suka main game emoticon-Belo

Jasa penulis artikel tema game/teknologi - 085377732064
masih lah ..apalgi welcome to mobile legend
L.O.L
Balasan post kenpachiku
untuk no.1 ini sih salah kaprah kalau ente bilang ga terlalu pengaruh
alasan ane :
emblem sangat berpengaruh apalagi nambah damage,life steal,crit dmg,crit chance,deff,atk spd,mov spd dll, untuk di early udah berat sebelah bayangin aja early musuh udah ngefeed dan kita udah fat
seterus nya ampe late dah ga ada harapan musuh ( untuk game mobile rata rata kek gini dah salah jadinya mirip maen rpg. emoticon-Hammer2

dan dulu juga league of legend juga make mastery harus naekin lvl dulu ampe lvl30 baru ke unlock semua dah salah ini juga.
tapi untung nya di remake jadi runes semua lvl bisa pake emoticon-Toast emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
floriantito memberi reputasi
battle royal vs moba...

why not both ?

i play pubg & vainglory...yes vainglory ... not mobile lejentot emoticon-Cool
profile-picture
wellwellwell... memberi reputasi
edisi baca judul doang :

katanya katanya, kata siapa bahlul
Jangan lupa ... bahwa yang dibicarakan ini adalah game. Kadang, pasti ditemui rasa bosan.
Kemudian ... Tiap tahun pasti ada game baru keluar (3-4 tahun sekali untuk game kelas legendaris atau sequelnya).
Dimana itu tentunya didukung pula oleh proses marketing yang "heeeboooh", dan hasilnya ... banyak orang ingin memainkannya.
Tapi ..., tentunya ..., akan sulit sekali berkosentrasi dan memainkan dua atau lebih game secara bersamaan. Dan itu bukan semata tajir, dan bisa beli kompi dan hape banyak, lalu semua dinyalain sekaligus yah. emoticon-Big Grin

Pada masa-masa seperti itu, moba akan agak sepi untuk sementara. Sebut saja para playernya lagi berpetualang ke planet lain. emoticon-Big Grin
Tapi ... (apalagi kalau itu single player) kalau proses berpetualangnya itu sudah usai, maka biasanya akan timbul rasa rindu pada "kampung halamannya" masing masing. Hingga ... Mobanya jadi rame lagi dah.

Terkait itu, para pengurus Moba yang bersangkutan juga harus bisa memahami dan menyikapi hal itu seperlunya. Semisal, kalau game Ass. Cr seri baru keluar, 'nggak perlulah buat even yang heboh sekedar untuk menandingi agar playernya nggak lari. Agak percuma. Tunda dulu buat evennya 2-4 bulan kemudian.
huhuhu😥
LoL diluar rame bgt emoticon-Hammer2
game tembak2an hypenya bentar gan. game shooter lebih gampang dibobol cheat ketimbang game moba. buktinya codm citer udah banyak. pensiun di pro I emoticon-Najis
Lihat 1 balasan
Soalnya playernya pada gak punya duit buat beli PS4/PC Gaming/Nintendo Switch. Yang racun banget sih Switch, Main Story of Season killing time banget.
ga ngert MOBA ane hehe
Quote:


Naih ini ane demen emoticon-Hansip
profile-picture
exshine memberi reputasi
kalo di luar negeri kayaknya ccg lebih banyak yg minat ya drpd moba. heartstone / shadowverse sampe ada liga kompetitifnya
menurut ane sih moba gabakal mati sih selama beberapa tahun ke depan
dimana ada kejuaraan pasti kedepannya bisa lanjut terus
Quote:


Hahahahahaha
Gapapa gan, akeh tunggale
Emang game MOBA tuhh seru parah kalo di mainin apalagi kalo mabar bener2 buat lupa waktu wkwkkw
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di