CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Untukmu Wahai Sayangku, Netijen
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc65bde9a972e391563f60d/untukmu-wahai-sayangku-netijen

Untukmu Wahai Sayangku, Netijen

Sedikit thread ane tentang hal yang menjadi keresahan akhir-akhir kemarin. Semoga berkenan emoticon-Blue Guy Smile (S)emoticon-Blue Guy Peace
Teknologi digital saat ini sedang melesat cepat bagaikan kuda yang berlari kencang. Bahkan hampir tidak ada yang bisa menahan kemajuan teknologi digital. Semua serba online, saat ini. Hanya dengan satu gengaman handphone dan tak lupa dong internet. Kita bisa berselancar dan menjelajah dunia maya tanpa batasan waktu dan berasa ya, kayak diluar negeri ini. Bisa tau apa saja yg sebelumnya ga pernah tau.

Berita mancanegara, keunikan dunia sampai skandal gosip private sekalipun tersebar dengan mudah. Hal inilah yang mendorong lahirnya netijen. Emang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, dan ada HAM juga yg bebas berpendapat sehingga pendapat yg ingin disampaikan tapi ga pernah ketemu orangnya emoticon-Ngakakberubahlah jadi jari yg menyampaikan dan pastinya dibaca oleh semua orang kan

Lidah emang tak bertulang ya, sama dengan netijen sekarang ini, yang selalu membela dirinya "kan wajar dikomen, diumbar sih" emoticon-Bingung (S)nah disinilah keresahan mulai terjadi gan, apalagi dengan adanya UU ITE yg super duper menakutkan bagi jari jari yg terlalu lentik untuk berpendapat. Netijen tidak selamanya salah dan tidak selamanya benar. Sah-sah saja jika mereka ingin berpendapat mengenai apa yg di posting ataupun komentar mengenai berita apapun itu. Tetapi hal yg fatal adalah makian makian yg seharunya hanya di keluarkan lewat mulut jdi tersalurkan lewat jari jari karena saking hype nya terhadap berita tersebut. Terlalu antusias mungkinemoticon-Blue Guy Peace.

Hal ini bisa terjadi, karena mungkin loh ya gada tempat atau wadah berekspresi di dunia nyata, atau kurang dalam bersosialisasi dalam menyampaikan pendapat, gada teman untuk mencurahkan segala kekesalan sehingga karena yg paling dekat adalah handphone dengan segala kecanggihan dan dunia maya nya itulah wadahnya untuk berekspresi. Coba ingat dulu ketika teknologi digital belum semelejit saat ini, orang-orang jauh lebih bahagia karena mampu bersosialisasi dengan baik dan mendapatkan wadah untuk berargumen,berpendapat, dsb. Jika melarang netijen untuk berpendapat itu salah, biarkan dia berpendapat tetapi mungkin kata kata yang disalurkan itu yg tidak pada tempatnya. Setiap kehidupan pasti ada baik dan buruknya, biarkan semua itu berjalan sebagaimana mestinya. Sebuah pendapat buruk dari netijen bisa di ambil manfaatnya dan pendapat baik dari netijen bisa menjadi doa. Namun bagaimana jika yg dihina sakit hati atas pendapat yg dilontarkan, bisa saja langsung menghubungi netijen bersangkutan untuk mengetahui maksud dan tujuan berpendapat demikian, disitu bisa tukar pendapat. Dan cara cara persuasif misalnya ngajak ketemuan untuk ngobrol langsung dan bisa saja setelah itu berdamai, karena damai itu indah. emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-I Love Indonesia (S)

Kita tidak bisa menahan seseorang untuk tidak memposting apa yg menjadi kegemaran mereka dan kehendak mereka atas postingannya atau pendapatnya karena itu juga salah satu bentuk ekspresi dari mereka. Begitupun netijen untuk berpendapat terkait mereka, namun semuanya tetap punya batasan dimana pendapat yg sepantasnya dan tidak berlebihan. Sambil sesekali banyak-banyak baca artikel positif untuk menambah wawasan sehingga pendapat emosi yang disalurkan lewat jari jari lentik ini bisa menjadi pencerah bagi yang lain

mungkin sekian thread netijen dari ane, soalnya ane sendiri juga netijen. Semoga bisa memberikan inovasi bagi netijen-netijen yg lain. Salam damai Indonesia bebas baper emoticon-Blue Guy Smile (S)emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-Cendol (S)


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di