alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sampah Masyarakat yang Gila!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc64907f0bdb229d748a76e/sampah-masyarakat-yang-gila

Sampah Masyarakat yang Gila!

Sampah Masyarakat yang Gila!


Assalamu’alaikum

Pernahkah kalian mempunyai sebuah komunitas yang membuat hidup kalian berubah menjadi lebih bermakna? Saya mungkin lelaki yang beruntung karena telah merasakan itu semua.

Wolupitu Community adalah INSPIRING COMMUNITY dalam hidup saya dari dulu awal pertama kali mengikuti sampai sekarang. Melalui MDLSPOTKONTENHUNT, Kaskus Kreator KASKUSXMDLSPOT tengah mengadakan kompetisi menulis tentang curahan inspirasi terbesar dalam hidup kita masing-masing.

TASTETHELOCAL yang di terapkan oleh komunitas wolupitu ini memberikan banyak pembelajaran baru dan filosofi hidup dalam diri saya. Dari dulu sampai sekarang, komunitas ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Karena banyak orang mengira bahwa komunitas ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang bejat. Bahkan saya pun pernah menilai komunitas itu demikian. Inilah kebodohan manusia yang pertama “Terlalu mudah menilai dari kulitnya tanpa mengetahui isinya.”

Sampah Masyarakat yang Gila!

Source: Disini


Hingga suatu ketika saya diajak oleh sahabat saya mengunjungi suatu tempat (yang ternyata) tempat komunitas gila itu berkumpul. Kala pertama kali diajak di tempat itu, rasa takut sekujur tubuh dan keringat dingin membasahi kening dan leher saya. Bagaimana tidak, saya merasakan seperti sedang memasuki kandang yang dipenuhi dengan singa kelaparan dan ingin memakan saya kapan saja.

Namun, hal itu tidak pernah terjadi dalam ekspektasi saya yang terlalu berlebihan itu. Disana saya di terima dengan baik oleh mereka. Rambut gondrong, tattoo di sekujur tubuh, telinga dan lidah yang dipenuhi dengan tindik, lalu wajah-wajah seram lainnya ternyata sangat sopan dan baik kepada saya. Minuman keras dan obat-obatan terlarang sudah mereka tinggalkan 5 tahun lalu, katanya. Bahkan ada yang sudah melepas tindik-tindik yang terpasang di lidah dan telinga mereka.

Dan yang lebih membuat hati saya bergetar adalah ketika mereka mengajak saya untuk mendalami ilmu agama. Terlebih saat ngaji bersama. Masha Allah, lantunan ayat suci yang mereka bacakan benar-benar merdu. Makhraj dan tajwidnya benar. Sungguh di luar dugaan saya dan orang-orang yang selama ini yang menilai mereka adalah ‘sampah masyarakat’, ternyata mereka diam-diam belajar bersama di tempat ini dan diajarkan oleh guru nurani yang tidak pernah meminta imbalan sepeserpun dari mereka. Inilah guru diatas guru. Beliau sama sekali tidak tertarik dengan duniawi.

Sampah Masyarakat yang Gila!

Source: Disini


Tidak hanya itu, dalam komunitas ini memiliki banyak sekali agenda secara diam-diam. Seperti menyumbang dana setiap bulan kepada anak yatim piatu dan pondok yang sedang membutuhkan biaya tambahan, berbagi makanan kepada anak jalanan, mengadakan ziarah bersama, mengadakan 'kopi gratis' di setiap acara pengajian ataupun acara desa. Dan banyak lagi. Pun itu semua tidak meminta sponsor dari pihak manapun. Uang itu keluar dari mereka pribadi dan bukan hasil menjual barang haram!

Suatu hari, ketika saya sudah mulai nyaman dan akrab dengan beberapa dari mereka, saya memberanikan diri untuk bertanya perihal kenapa mereka tidak mau memperlihatkan kebaikan ini kepada orang-orang yang selama ini menilai mereka buruk. Namun apa jawaban mereka? Mereka mengutip kata dari Ali bin Abi Thalib untuk menjawab semua pertanyaan saya.

Quote:


Mereka tidak peduli orang menilai komunitas ini adalah ‘sampah masyarakat’. Mereka tidak peduli dengan pandangan mata dhahir manusia. Mereka hanya yakin bahwa hanya Tuhan yang bisa menilai mereka nantinya. Percuma jika mereka dijelaskan bahwa komunitas ini sudah berubah, tetap saja orang yang sudah membenci mereka tidak akan percaya dengan itu semua. Jadi mereka memilih untuk diam dan membuktikan kepada Tuhan bahwa mereka benar-benar telah berubah. Namun sedikit demi sedikit masyarakat mulai menyadari tentang mereka. Ya, meskipun masih sangat banyak yang menilai mereka sebagai 'pencitraan' semata.

Oleh karena itu, mereka memberikan nama komuntas ini dengan sebutan ‘wolupitu’ yang maksudnya angka ‘delapan tujuh’. Menurut bahasa togel (perjudian), angka 87 artinya adalah orang gila. Karena masyarakat telah menganggap mereka adalah ‘sampah masyarakat’, maka sekalian mereka memberi nama komunitas ini sebagai ‘komunitas orang gila’. Dan mereka tidak tersinggung dikatakan orang gila oleh masyarakat. Yang terpenting hati mereka tetap waras.

Karena saat ini banyak orang waras yang hatinya gila. Gila harta, gila tahta, gila wanita, gila pujian, dan gila semua yang berbau duniawi. Karena banyak orang sekarang yang mengkafirkan orang lain, namun tidak pernah melihat kafirnya sendiri seperti apa dihadapan Tuhannya.

Spoiler for Komunitas WoluPitu:


Untuk filosofi ikon gambar kuda dengan cambuk membentuk angka 87 ini mereka mengartikan bahwa kuda itu dulunya giras dan sangat liar, sekarang tengah mereka jinakkan dengan cambuk yang melingkar dalam lehernya membentuk angka 87. Karena hanya beberapa orang yang dapat menaklukan kuda yang sudah sangat liar dengan cara yang gila.

Spoiler for Tambahan:


Baiklah. Mungkin cukup sekian curhatan saya hari ini. Terima kasih telah membaca Thread recehan saya ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf, gambar sengaja hanya ilustrasi untuk melindungi privasi. Hanya ada 1 gambar asli dari saya, yaitu lambang 87 dan kuda. Sampai jumpa di thread saya berikutnya.

Wassalamu’alaikum.

Sampah Masyarakat yang Gila!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Dejavu15 dan 2 lainnya memberi reputasi
Cerita ini tidak bermaksud menggurui atau menyinggung siapapun. Ini real cerita tentang apa yang saya alami semasa hidup saya di dunia ini.
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Diubah oleh tuffinks
Where is my pejwan
emoticon-cih
profile-picture
profile-picture
macantik59 dan tuffinks memberi reputasi
Quote:


Hihihi. Maaf sayang. Aku lupa tadi mau bilang page dua. Salah ngmong ke kamu, karena pejwan nya buat kata² itu. emoticon-Cape d... emoticon-Mewek
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Sepi ya, Om. Gabisa cari gebetan kalau sepi gini.
emoticon-Butuh Pacar
profile-picture
tuffinks memberi reputasi
Nice info for this articleemoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
Rapunzel.icious dan tuffinks memberi reputasi
Quote:


Mudah aja kalo aku mau cari gebetan.
Emang boleh nih?
Aku cari ah~
emoticon-Ngacir2

Quote:


Terima kasih gan.
Terima kasih juga udah mampir emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
Rapunzel.icious dan anakjahanam721 memberi reputasi
Quote:


Sama sama, gan
emoticon-terimakasih
profile-picture
profile-picture
lupis.manis dan tuffinks memberi reputasi
Quote:


Eeeh, malah jawab yg ini.

Yaudin, berarti aku boleh cari gebetan baru.
Asiiik emoticon-Genitemoticon-Genitemoticon-Genit
Quote:


Boleh.
profile-picture
lupis.manis memberi reputasi
Lihat 1 balasan
don't judge a book by it cover..
profile-picture
tuffinks memberi reputasi
Quote:


Yap. Itu pembelajaran buat kita para manusia
Balasan post Rapunzel.icious
Quote:


Boleh apa? emoticon-Malu
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Quote:


Boleh cari gebetan baru
emoticon-Tepuk Tangan
profile-picture
profile-picture
liee dan tuffinks memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Rapunzel.icious
Quote:


Oh jadi begitu maumu.. emoticon-Malu
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
yg waras ada? emoticon-Bingung
profile-picture
tuffinks memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Ya semua terserah padamu, aku begini adanya~
profile-picture
profile-picture
liee dan lupis.manis memberi reputasi
Quote:


Kuhormati keputusanmu, apapun yang akan kau katakan.
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Balasan post Fiqri6od3vil
Quote:


Ada kok, Gan. Waras sebenernya, cuma orang menganggap kita gila. wkwkwk
Quote:


Iiiihhh kamu mah, aku kan pengen yang jadi Broery Marantika, gamau nyanyi bagian Dewi Yull nya
😖😖😖
profile-picture
profile-picture
tuffinks dan liee memberi reputasi


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di