alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Fenomena Toko Elektronik Sepi, Ternyata Ini Sebabnya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc63783b84088173106caf1/fenomena-toko-elektronik-sepi-ternyata-ini-sebabnya

Fenomena Toko Elektronik Sepi, Ternyata Ini Sebabnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan pada triwulan III-2019, tampak tercermin dari kondisi di lapangan. Selain faktor global perang dagang AS-China, juga kurs mata uang Rupiah yang stagnan di Rp 14.000 juga mempengaruhi. Sektor perdagangan ritel, ada fenomena toko-toko elektronik sepi pembeli di toko-toko fisik pusat perbelanjaan.

Di atas kertas, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan III-2019, perdagangan besar dan eceran non mobil-sepeda motor hanya tumbuh 4,9% atau melambat dibandingkan triwulan III-2018 yang sempat mencapai 5,34%. Tren stagnasi perdagangan sudah terlihat pada triwulan II-2019 yang mana hanya tumbuh 4,92%.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Mande menegaskan persoalan bukan soal daya beli tapi soal konsumsi. Konsumsi masyarakat pada kuartal III-2019 masih tumbuh 5,5%. "Ini bukan daya beli," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/11).

Ia menggarisbawahi bahwa yang terjadi saat ini adalah anomali atau peralihan cara berbelanja konsumen. Konsumen tak lagi berbelanja di toko-toko berukuran besar seperti masa lalu yang sempat jadi gaya hidup, sehingga peritel juga harus melakukan penyesuaian.

Roy berharap pemerintah harus menjaga konsumsi masyarakat antara lain menjaga indeks kepercayaan konsumen (IKK) tetap tinggi terutama soal kondisi politik. Selain, itu menjaga harga energi agar tak naik seperti BBM, gas, listrik, agar tak mempengaruhi konsumsi masyarakat.

Sementara itu, Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang juga Penasihat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa mengungkapkan pada dasarnya daya beli masyarakat cukup baik terlihat dari kenaikan UMP 2019. Akan tetapi laju penjualan cenderung stagnan pada tahun ini. Ia menilai masyarakat enggan untuk berbelanja banyak dan faktor keamanan.

"Berjalannya waktu, ternyata uang yang diperoleh tidak dibelanjakan maksimal sehingga menyebabkan penjualan stagnan dibanding tahun lalu. Kalaupun ada satu perusahaan, ritelnya tumbuh tidak signifikan, mungkin sekitar 5%," kata Handaka dalam program Closing Bell, CNBC Indonesia, Rabu, (6/11/2019).

Di sisi lain, pengusaha ritel juga dihadapkan pada kondisi politik Tanah Air yang beberapa kali menimbulkan gejolak sejak musim Pemilu 2019 lalu.

Sebagai contoh, aksi mahasiswa menolak RUU KUHP di depan kantor DPRD Sumatera Selatan pada akhir September lalu sempat membuat beberapa aktivitas pusat perbelanjaan terganggu atau bahkan tutup.

"Kesempatan-kesempatan untuk menaikkan [penjualan] menjadi terhambat," ucapnya.

Handaka mengatakan, dengan kondisi ini, pengusaha ritel pun memilih langkah efisien. Beberapa pengeluaran seperti sewa gedung, upah, dan pengeluaran lainnya dilakukan secara selektif. Kenaikan UMP buruh yang cukup tinggi jelas mempengaruhi tumbuhnya industri manufaktur oleh investor sehingga lowongan pekerjaan juga stagnan.

Sebelumnya, CNBC Indonesia menyambangi Pusat Grosir Cililitan (PGC), toko-toko elektronik di Pasar Kramat Djati, hingga Plaza di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu siang (6/11), para pedagang mengaku memang penjualan sedang sepi, bahkan turun.

Pihak pengelola PGC, Ian Wisan mengakui toko-toko retail di tempatnya memang lengang dari kunjungan. Menurutnya, ini merupakan konsekuensi dari perubahan gaya berbelanja masyarakat dari toko fisik menuju online.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...a-ini-sebabnya
Jadi itu penyebabnya
Bukan urusan gw
Btw pertamax
Sekarang yang utama itu belanja kuota
profile-picture
ambarawan memberi reputasi
Saat untung diem,saat rugi teriak2
#pedagang
Oh berubah ke yang onlen-onlen itu ya?emoticon-Leh Uga
Lihat 1 balasan
Mobil sudah kredit
Motor sudah kredit
TV sudah kredit
AC sudah kredit
Kulkas sudah kredit

sekarang saatnya bayar kreditan lunasin dulu baru belanja lagi..
Elektronik yg tumbuh terus skrg ini ya hape produk turunannya. Kalo semisal tv, ac, komputer, dsb itu awet gak cepat perubahannya seperti hp.

Seperti .....denki itu sepi tapi tetap masih mengakomodir pembeli yg butuh experience langsung di tempat.
Tapi jgn lupa, perlu dicek penjualan online nya emoticon-Big Grin
Balasan post lupis.manis
Quote:


dan barang2 nye dari menlen emoticon-Ngakak
Quote:


Yoi, termasuk hengpon yang ente pakai juga made in China. emoticon-Wakaka

Ah ga seru yang bales bukan @antonyus578 kowe. . . kowe. . .
profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
boleh jadi belanja dapur lebih utama dari pada elektronik emoticon-Big Grin

masa hp baru tapi beras ludes emoticon-Hammer2
Masyarakat golongan bawah cari duid susah, kok diharapkan belanja belanja.. dengkulmu amblez ta

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Hammer2

Mending disimpen, ditabung, buat jaga2 kalo sakit..
bpjs uda nyekek leher sekarang emoticon-Ngakak
Buat beli kuota emoticon-Traveller
dulu biasanya 1 rumah, isi 6 org, punya 7-8 tv, 3 kulkas, 8 ac, 3 dispenser emoticon-Big Grin

skr cukup punya 1-2 tv aje..., 1 kulkas, 3 ac, 1 dispenser


emoticon-Ngakak
lg lemot pak ekonomi... asuuu
toko toko offline itu kenapa gak nyambi jualan online ya?
toko offline itu setau gw ada onlinenya juga emang orang gada duit, lebih maksain ganti hp dr PC emoticon-raining
Elektronik2 masih pada ke toko liat&beli karena kalo online masih beresiko tinggi.


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di