alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc61cb5e83c725bde4e86be/kiai-tanggapi-pernyataan-soal-cadar-abu-janda-simak-sambil-manggut-manggut

Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - "Tidak ada di Al Quran itu 'tutuplah sampai kelihatan mata doang', itu enggak ada,"

Ucapan Permadi Arya alias Abu Janda seorang Pegiat Media Sosial soal cadar dalam islam itu menuai beragam komentar dari publik.

Karenanya, kala mendengar ucapan tersebut, Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis pun ikut menanggapi pernyataan dari Permadi Arya.

Tak hanya itu, sang kiai pun langsung menjabarkan panjang lebar seraya membantah ucapan dari Permadi Arya soal cadar dan syariat.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Apa Kabar Indonesia Malam TV One edisi Jumat (1/11/2019), Permadi Arya tampak menanggapi soal ucapan Menteri Agama terkait penggunaan cadar.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan ukuran ketakwaan seseorang tidak bisa diukur dari pakaian yang dikenakannya.

Pernyataan tersebut ia lontarkan untuk menjawab soal wacana pelarangan aparatur sipil negara (ASN) mengenakan cadar atau niqab dan celana cingkrang.

Melihat komentar sang Menteri, Permadi Arya pun ikut menyuarakan pendapatnya.

Dalam tayanan tersebut, Permadi Arya menjelaskan soal perintah menutup aurat bagi kaum muslimin dalam Al Quran.

"Kalau saya salah koreksi. Memang di Al Quran itu mengenai ayat yang mengatur soal hijab itu Al Azhab 59 dan An Nur 31. Di An Nur 31 itu spesifik menyebut kerudungkanlah kepala sampai menutup dada, itu perintah Al Quran untuk memakai hijab jenis syar'i," pungkas Permadi Arya.

Melanjutkan ucapannya, Permadi Arya lantas mengutip pernyataan dari seorang pria yang ia sebut sebagai dekan Universitas Al Azhar.

Permadi Arya mengutip soal anggapan bahwa cadar itu bukan syariat agama.

"Dekan Universitas Al Azhar dari Mesir, Prof Anma Nasir, itu pernah menyatakan cadar itu bukan syariat islam, cadar ini adalah tradisi Yahudi," kata Permadi Arya.

Usai mendengar ucapan Permadi Arya, Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis pun langsung menanggapinya.

Sambil menjelaskan dengan nada tenang, KH Cholil Nafis membantah ucapan dari Permadi Arya soal cadar bukan syariat Islam.

Menurut KH Cholil Nafis, penggunaan cadar itu ada di dalam hukum Islam.

"Kalau dibilang bukan syariat itu juga tidak benar. Kenapa ? Karena cadar itu memang ada yang dalam hukum islam ada yang mansus ada yang namanya ijtihadi," ucap KH Cholil Nafis.

Lebih lanjut, KH Cholil Nafis pun menjelaskan soal hukum penggunaan cadar dalam islam.

KH Cholil Nafis bahkan menjabarkan soal pandangan dari beberapa Imam Besar dalam Islam terkait cadar.

"Seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad mengatakan pakai cadar itu hukumnya wajib. Sementara menurut Imam Malik dan Imam Ahmad itu hukumnya tidak wajib tapi sunnah, bahkan menjadi wajib kalau itu takut fitnah. Fitnah itu menimbulkan kerusakan," pungkas KH Cholil Nafis.

Mendengar penuturan dari sang kiai, Permadi Arya alias Abu Janda pun menyimaknya.

Bahkan kala mendengar penuturan KH Cholil Nafis, Abu Janda tampak manggut-manggut.

Melanjutkan penjelasannya, KH Cholil Nafis pun mengungkap perihal pendapat soal adanya kemungkinan pelarangan penggunaan cadar di kalangan instansi.

Namun, KH Cholil Nafis dengan tegas membantah jika ada anggapan bahwa cadar itu bukan syariat.

"Sekarang yang terjadi sebaliknya, orang pakai cadar menimbulkan fitnah. Sehingga ketika itu secara sosiologis menimbulkan kerusakan ya bisa saja (jika) diminta untuk membuka wajah,"

"Tetapi kalau bicara bukan syariat itu salah. Itu adalah syariat karena ada dalam islam yang sifatnya ijtihadi, ada ulama yang mengatakan itu wajib," imbuh KH Cholil Nafis.

KH Cholil Nafis pun mengingatkan kepada pemerintah jika ingin mewujudkan wacana soal pelarangan penggunaan cadar.

Yakni soal komunikasi kepada masyarakat yang perlu diperbaiki.

"Komunikasi yang perlu diperbaiki, jangan sampai isu radikalisme 'menganggap orang yang bercadar itu salah'. Bahwa orang bercingkrang anti dengan pancasila," ungkap KH Cholil Nafis.

Tak hanya itu, KH Cholil Nafis juga menanggapi soal pernyataan Menteri Agama soal cadar bukan ukuran ketakwaan.

KH Cholil Nafis bergumam bahwa ketakwaan sesungguhnya berasal dari hati.

"Percaya kalau itu bukan indikator ketakwaan dalam arti yang bercadar akan lebih bertakwa daripada orang yang pakai kerudung. Karena takwa adanya di hati dan ketaatan," ucap KH Cholil Nafis.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan ukuran ketakwaan seseorang tidak bisa diukur dari pakaian yang dikenakannya.

Pernyataan tersebut ia lontarkan untuk menjawab soal wacana pelarangan aparatur sipil negara (ASN) mengenakan cadar atau niqab dan celana cingkrang.

"Wah itu (cadar dan celana cingkrang), itu bukan ukuran ketaqwaan ya itu jelas itu," ucap Fachrul Razi usai ibadah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).

Lebih lanjut, Mantan Wakil Panglima TNI ini menekankan bahwa setiap kementerian atau instansi punya regulasinya masing-masing.

"Kalau di pegawai jelas ada aturannya kan, ada aturan masing-masing," ucap Fachrul Razi.

https://bogor.tribunnews.com/2019/11...nggut?page=all

Bukan ahlinya
Halaman 1 dari 2
komunikasi aja
asn ga boleh cadaran
sekarang sungai pun pke cadar
profile-picture
yeesalah memberi reputasi
Quote:


Ga mau lepas cadar, ya lepas jabatan ente di kepegawaian. Toh manisnya tunjangan dan pensiun dari kepegawaian tidak setimpal dengan panasnya bara api neraka yg menunggu mereka yg menolak sunnah emoticon-Mad
profile-picture
pdt.henderson memberi reputasi
Diubah oleh khafidz99
Lihat 2 balasan
wkwkwk ustad gadungan cari panggung emoticon-Leh Uga
mqu t rkenal?! kalau gak pinter jadi bodoh dan tolol ajah
Oh pernyataan Permadi Arya.
Klo wa bilang sih, cadar itu dipake buat masker anti debu atau melindungi wajah dari teriknya sinar matahari atau yg make cadar merasa dirinya cantik sekali sehingga bisa merangsang laki2 yg melihat dirinya..

Di Indonesia, secara umum utk debu dan panas, mungkin ga separah di arab sana, apalagi mengingat jaman rasulullah yg jelas belum ada gedung2, semen atopun jalan beraspal ya..

Klo masalah merasa dirinya cantik sekali sehingga takut timbul fitnah, maka sebaiknya ya di rumah saja, ga usah pergi kerja, dan klo belanja/jalan2, barulah pake cadar sambil minta temenin mahromnya..

Btw, ustad kebanggaan nasbung juga bilang ga wajib kok, selain dari hadis, prinsip mikirnya juga sederhana tp bermakna emoticon-Big Grin

Menit 12an
https://youtu.be/PooVdpBfjKY
Diubah oleh RyoEdogawa
Lihat 1 balasan
Terserah mau pakai cadar ato tidak, yg penting seberapa besar bermanfaatnya seorang manusia kepada manusia-manusia lainnya..
Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut


Quote:



Quote:


Crosshijaber pasti nya bukan radikalis karena Crosshijaber tentu nya ikut mempromosikan hijab dan cadar agar lebih banyak ...Crosshijaber ... ya umi



Ya bila Umi nya mungkin senang di pegang pegang, rangkul rangkul, peluk peluk, dan juga ber swaphoto bareng CrossHijaber di tempat ibadah MUNGKIN LOH YA!

Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut


Quote:


Quote:




Quote:



Quote:


Quote:




Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut
Klik image untuk tautan ke sumber asal image tersebut



Quote:




Indonesia kalah sama
Tajikistan




Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut





Quote:

profile-picture
pdt.henderson memberi reputasi
Nastaik mangut mangut ada yg kelojotan emoticon-Wakaka
Diubah oleh pdt.henderson
Balasan post khafidz99
Quote:


Sunnah bukannya dikerjakan berpahala, ga dikerjakan ga papa?

Jadi ga da hubungannya ma neraka
Kalo aturannya jangan bercadar apa susahnya di ikutin, terlepas syariat apa bukan
Toh pake jilbab boleh
Sama spti di islam kalau memang nggak boleh milih pemimpin kafir ya udah ikutin aja apa susahnya sih
Jangan dengerin lah, mau ada istilah gatel mana garuk mana, syariat apa bukan
Kalau di turuti lama2 gk ada harga dirinya pemerintahan ini di mata pemeluk agama Islam
Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut
profile-picture
Jakban805 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut

Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut

orang goblok di jadiken referensi.

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

soal cadar untuk asn, meskipun menag diksi nya agak agak memancing keributan, tp sama menteri lain kan ada penjelasan juga kaya tajhyo kumolo.

intinya sih soal asn, cadar dan cingkrang gaboleh dan harus patuh.

kalau diluar itu suka suka orangnya.

dan yg plg penting kebebasan dibatasi uu dan hak orang lain.

kalau dikuar asn ya cadaran itu sangat dekat dengan penyalahgunaan identitas jd emang kurang baik, kalau urusan agama gw bukan ahlinya.

kalau cingkrang sih fine fine aja.

emoticon-Traveller


Quote:



Quote:
Diubah oleh daimond25
Quote:


Bangkeeeeehhhh
"Seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad mengatakan pakai cadar itu hukumnya wajib. Sementara menurut Imam Malik dan Imam Ahmad itu hukumnya tidak wajib tapi sunnah, bahkan menjadi wajib kalau itu takut fitnah. Fitnah itu menimbulkan kerusakan," pungkas KH Cholil Nafis.

Naaah, kalau pakai cadar malah menimbulkan fitnah, hukumnya jadi bagaimana Pak Yai...
Balasan post tujuh.tahun
Quote:


Vangkeee..!!emoticon-Wakaka

Kiai Tanggapi Pernyataan Soal Cadar, Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut
Selesaikan dulu perdebatan internal.. Ga malu dilihat golongan lain, masih satu golongan pada ribut standarisasinya.. Ratusan tahun ngapain aja?
emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di