alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Eks KPU Sindir Tito: Pilkada Langsung karena DPRD Korup
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc5802cfacb9523273cef51/eks-kpu-sindir-tito-pilkada-langsung-karena-dprd-korup

Eks KPU Sindir Tito: Pilkada Langsung karena DPRD Korup

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengingatkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bahwa kepala daerah tak lagi dipilih DPRD untuk menghindari praktik korupsi dalam proses pemilihan.

Itu disampaikan Hadar merespons wacana yang diungkap Tito mengevaluasi pilkada langsung karena menyedot biaya tinggi dan berpotensi memicu korupsi.

Hadar menilai wacana mengembalikan pilkada tidak langsung adalah langkah mundur reformasi. Sebab pilkada langsung dibuat untuk menciptakan pemilihan yang akuntabel.

"Jangan lupa, salah satu faktor kenapa kita sepakat pindah ke pemilihan langsung karena permainan uang di DPRD. Kita mau kembali ke sana?" kata Hadar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (8/11).

Pendiri lembaga NetGrit itu mengaku ia sepakat jika proses pilkada dievaluasi. Namun, kata Hadar, bukan evaluasi yang merembet untuk mengubah sistem pemilihan langsung.

Hadar berkata pemilihan tidak langsung akan membuat kepala daerah lebih loyal ke kalangan partai. Sehingga, membuat mereka tak akuntabel kepada masyarakat yang dipimpin.

"Dengan sistem pemilihan di DPRD kepala daerah kembali setiap tahun akan 'ditagih' oleh parpol-parpol di DPRD," tutur Komisioner KPU pada periode 2012-2017.

Hal yang Sepatutnya Dibenahi Tito

Hadar mengatakan tak ada kaitan sistem pilkada langsung dengan banyaknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah. Oleh karena itu, Hadar menyarankan Tito sebagai mendagri agar fokus pada dua faktor yang menyebabkan kepala daerah terlibat tindak pidana korupsi.

Pertama, Tito diminta membenahi lemah pencegahan dan penegakan hukum yang masih lemah terkait pengelolaan anggaran daerah. Kedua, Hadar menyarankan Tito mengevaluasi proses penjaringan kepala daerah oleh partai polbaikagar lebih demokratis, transparan, dan partisipatif.


"Masalah banyak kepala daerah kena OTT itu karena memang kepala daerah yang berasal dari calon yg bermasalah. Para calon berasal atau diusulkan dari parpol atau gabungan parpol. Proses asal ini yang bermasalah," ucap Hadar.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan mengevaluasi pemilu langsung. Tito menilai pemilu langsung menimbulkan biaya tinggi dan memicu potensi korupsi kepala daerah.


Sumur:
https://m.cnnindonesia.com/nasional/...ena-dprd-korup

udah bagus2 dipilih langsung oleh rakyat malah mau balik lg dipilih drpd
emoticon-Nohope
Diubah oleh hantupuskom
Kritik yang bagus.
langsung aja
Ane tebak, akan banyak studi banding.
Coba sistem electoral aja
ane nyimeng aja gan
Pilkada lewat DPRD yg makan duitnya anggota DPRD, bisa pesta lobster
Pilkada langsung duitnya dibagi-bagi buat warga palingan pesta kerupuk
Cukup gub aja yg pilkada langsung
Bupati mah pe en es biasa aja
Jabatan karir
yup, gpp, ane jg lbh setuju pemilihan lsg aja.
gak seru kalo pemilihan tak lsg alias diwakilkan.

pemilihan lsg = biaya tinggi pd saat pemilihan / korupsi saat ada pemilihan.
pemilihan tak lsg = penggarongan apbd setiap saat, setiap waktu, sepanjang umur.
hasil kerjasama yg harmonis antara angg dprd & kep daerah.

lagi pula, calon kep daerah biar kringetan juga, kalo gak punya prestasi & reputasi di mata masy.

emoticon-Traveller
Jadi ingat bapak pilkada langsung yang anggotanya WO
profile-picture
VeY memberi reputasi
Biaya buat nyalon jadi kepala daerah puluhan M ya.
Setau ane...

Evaluasi dan Pengkajian Ulang Pemilu gak meniscayakan Perubahan Metode Pemilihan dari Langsung menuju Perwakilan...

Biaya yg terlalu tinggi dan Banyaknya korupsi oleh Kepala Daerah dapat diminalisir melalui Pengetatan Regulasi...

Bahasa Diplomatisnya sih gitu...
emoticon-Toast
Diubah oleh eedepe15
pemilihan langsung biaya tinggi?

memang siapa yang bayar? politikus?
Dprd gak beda ama garong, bisa jadi ajangjual beli jabatanemoticon-Cape d... (S)


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di