alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Sriwijaya Air Ogah Balikan dengan Garuda Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc5725d7e3a727aa2420cb7/sriwijaya-air-ogah-balikan-dengan-garuda-indonesia

Sriwijaya Air Ogah Balikan dengan Garuda Indonesia

Sriwijaya Air Ogah Balikan dengan Garuda Indonesia

Jakarta, IDN Times - Pengacara sekaligus pemegang saham PT Sriwijaya Air, Yusril Izra Ihza Mahendra menyiapkan langkah untuk mengakhiri kerja sama dengan Garuda Indonesia Group. Langkah tersebut diambil karena adanya instruksi mendadak dari Garuda Indonesia Group kepada semua anak perusahaannya yakni GMF, Gapura Angkasa, dan Aerowisata. 

"(Instruksi) Kalau tidak bayar cash dimuka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya," katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (10/11).

1. Sriwijaya Air menolak sistem pembayaran yang diinstruksikan GarudaSriwijaya Air Ogah Balikan dengan Garuda Indonesia
Selanjutnya, menurut Yusril, Sriwijaya Air menolak perubahan sistem pembayaran yang dinilai tidak fair. Sriwijaya pun menganggap Garuda Indonesia sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya.

"Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya hari Kamis 7 November kemarin karena terhentinya pelayanan oleh anak-anak perusahaan Garuda Indonesia," lanjutnya.

2. Sriwijaya Air mengaktifkan operasi seluruh rute penerbangan tanpa bantuan GarudaSriwijaya Air Ogah Balikan dengan Garuda Indonesia
Yusril menjelaskan, sejak Kamis (7/11) Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar Garuda Grup.

Pada akhirnya, Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, groundhandling, dan catering sendiri tanpa kerja sama dengan Garuda Indonesia Group lagi.

"Pekerjaan itu sebelumnya memang ditangani oleh Sriwijaya Air sendiri, namun setelah kerja sama dengan Garuda Indonesia Group, semua pelayanan itu diambil alih oleh anak-anak perusahaan Garuda dengan biaya yang jauh lebih mahal," ujarnya.

3. Seluruh kegiatan operasional kembali normalSriwijaya Air Ogah Balikan dengan Garuda Indonesia
Sebelumnya, Sriwijaya menyatakan telah mengambil langkah-langkah khusus untuk melakukan perbaikan. Mereka mengklaim bahwa hingga hari ini, maskapai tersebut sudah mulai beroperasi secara normal.

“Terkait gangguan tersebut, kami telah melakukan beberapa upaya recovery. Atas hal tersebut, saya mewakili manajemen sangat mengapresiasi kinerja seluruh karyawan karena sebagian besar jadwal penerbangan Sriwijaya Air pada hari ini sudah kembali beroperasi secara normal,” ujarnya.

4. Sriwijaya menunda dan membatalkan sejumlah jadwal penerbanganSriwijaya Air Ogah Balikan dengan Garuda Indonesia
Sriwijaya menunda dan membatalkan sejumlah jadwal penerbangan karena hubungan kerja sama mereka dengan PT Garuda Indonesia kembali bermasalah. Garuda Indonesia, kemarin (7/11), menyatakan kembali memutuskan kerja sama dengan Sriwijaya Air Group. Perusahaan pelat merah tersebut mengungkap ‘bercerai’ kembali karena beberapa hal yang belum diselesaikan.

“Sriwijaya tidak lagi menjadi anggota Grup Garuda Indonesia. Hubungan Garuda dan Sriwijaya akan dilanjutkan menjadi bisnis ke bisnis,” ujar Direktur Pemeliharaan dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto dalam keterangan resmi, Kamis (7/11).

Gapura Angkasa menghentikan layanan kebandarudaraan seperti ground handling dan penunjang penerbangan ke maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air terhitung mulai Rabu (6/11). Alasannya, Sriwijaya Air dan Nam Air belum memenuhi kewajibannya kepada Gapura Angkasa.

Sementara itu, menurut Jefferson, penundaan dan pembatalan jadwal penerbangan yang dialami Sriwijaya Air kemarin disebabkan masalah operasional.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan PT Sriwijaya Air dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bakal rujuk sementara. Kedua maskapai bakal tetap melanjutkan kerja sama manajemen (KSM) untuk tiga bulan ke depan.


Sumber : https://www.idntimes.com/business/ec...mpaign=network

---



GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di