alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Menteri Agus Salahkan Konsumen yang Masih Beli Cangkul Impor
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc537195cf6c4454a7abf90/menteri-agus-salahkan-konsumen-yang-masih-beli-cangkul-impor

Menteri Agus Salahkan Konsumen yang Masih Beli Cangkul Impor

Menteri Agus Salahkan Konsumen yang Masih Beli Cangkul Impor

Jakarta, IDN Times - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjawab kekesalan Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang menyoroti Indonesia yang justru masih mengimpor produk cangkul. Padahal, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta, produk cangkul masih bisa disediakan dari dalam negeri. 

Alih-alih memberikan solusi, Agus justru menyalahkan konsumen di dalam negeri yang masih suka membeli cangkul dari luar Indonesia. 

"Memang kita harus memunculkan kesadaran dari off taker, dari pengguna, baik itu industri ataupun kementerian lembaga yang membeli itu," ujar Agus di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Kamis (7/11). 

Lalu, kalau Presiden Jokowi melarang impor cangkul, apakah Indonesia sudah sepenuhnya siap memenuhi permintaan dari dalam negeri? Berapa banyak impor cangkul Indonesia dari negara luar?

1. Indonesia sudah bisa memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeriMenteri Agus Salahkan Konsumen yang Masih Beli Cangkul Impor
Agus mengungkapkan saat ini masih banyak konsumen yang menyadari industri dalam negeri telah mampu menciptakan kebutuhan mereka dengan kualitas yang tidak kalah bagus dengan cangkul buatan luar negeri. Dari sisi kebutuhan, bahkan industri dalam negeri juga telah mampu memenuhinya.

"Saya (kira) kita harus menumbuhkan kesadaaran bahwa produksi (cangkul) di dalam negeri itu sudah siap. Sudah bisa menyuplai dari kebutuhan cangkul yang ada di Indonesia," ujar dia. 

2. Kementerian Perindustrian akan lebih gencar kampanyekan produk dalam negeriMenteri Agus Salahkan Konsumen yang Masih Beli Cangkul Impor
Sebagai solusi, Agus mengaku bakal mempromosikan kembali produk-produk dalam negeri. Ia berharap nantinya produk dalam negeri bisa menjadi prioritas belanja modal maupun barang yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Sekarang yang akan kami dorong adalah mengkampanyekan produk dalam negeri agar produk dalam negeri bisa diprioritaskan dalam bentk belanja modal maupun belanja barang yang terkait dengan APBN terkait juga lembaga, perusahaan khususnya BUMN. Kita akan massif dalam melakukan kampanye," tutur menteri yang juga Politikus Golkar itu. 

3. Presiden Jokowi geram Indonesia masih impor cangkulMenteri Agus Salahkan Konsumen yang Masih Beli Cangkul Impor
Dalam rapat koordinasi nasional pengadaan barang atau jasa pemerintah, Jokowi terlihat begitu kesal dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sebab, menurutnya institusi pemerintah itu masih kurang memperhatikan produk dalam negeri. Padahal, belanja pengadaan barang dan jasa seharusnya bisa memberi manfaat untuk industri dalam negeri.

Mantan Wali Kota Solo itu bahkan menyinggung soal pengadaan cangkul yang masih harus impor. Tidak hanya cangkul, Jokowi juga menyebut ada banyak barang lainnya yang masih didatangkan dari luar Indonesia. 

"Tolong betul-betul disadari, pengembangan industri dalam negeri itu bisa didesain dari proses pengadaan barang dan jasa. Ini Pak Roni dan Bappenas tolong didesain strategi berkembangnya UKM di negara kita," kata Jokowi di JCC, Jakarta pada Rabu (6/11) lalu. 

4. Jumlah pacul impor yang masuk ke Indonesia mencapai 268,2 ton Menteri Agus Salahkan Konsumen yang Masih Beli Cangkul Impor
Kini yang jadi pertanyaan memang berapa banyak sih Indonesia mengimpor produk cangkul? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor cangkul pada periode Januari - September 2019 mencapai total berat 268,2 ton dan nilainya US$101,69 ribu. 

Apabila dilihat asal negara, maka Indonesia paling banyak mengimpor pacul dari Tiongkok. Setelah itu, negara kedua tertinggi yang jadi tujuan mengimpor adalah Jepang. 


Sumber : https://www.idntimes.com/business/ec...mpaign=network

---



GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di