alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penipuan Uang Kuliah Mahasiswa UNPRI, Polrestabes Medan Tetapkan Tersangka
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc52c828012ae731866c17e/penipuan-uang-kuliah-mahasiswa-unpri-polrestabes-medan-tetapkan-tersangka

Penipuan Uang Kuliah Mahasiswa UNPRI, Polrestabes Medan Tetapkan Tersangka



Penipuan Uang Kuliah Mahasiswa UNPRI, Polrestabes Medan Tetapkan Tersangka

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Reskrim Polrestabes Medan diminta mengusut dugaan penipuan dan penggelapan uang kuliah Mahasiswa Universitas Prima (UNPRI) Medan. Selain itu, polisi diminta segera menetapkan para tersangka.

PERMINTAAN tersebut dikemukakan Muhammad Ghozi Doohan Manurung melalui Tim Pengacaranya Dashat Tarigan,SH dan Bryan Fernandes Sipayung SH dalam surat permohonan perlindungan hukum kepada Kapolrestabes Medan, Selasa (29/10)

Doohan Manurung merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) program S-1 UNPRI. Ia mengadukan sejumlah oknum dosen UNPRI ke Polrestabes Medan.

Laporan Doohan diterima dengan nomor; LP/2226/K/X/2018/SKPT Restabes Medan tanggal 10 Oktober 2018. Pasalnya, Doohan diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas.

Menurut Dashat Tarigan, Juli 2018, Doohan dipanggil seorang oknum Dosen FKG terkait adanya dugaan pemalsuan nomor WhatsApp (WA) antara sesama dosen FKG UNPRI. Yakni drg Wilvia selaku Tim Kurikulum FKG UNPRI dan drg Juwita Isabela Siregar.

Dalam komunikasi WA tersebut, user account seakan milik drg Wilvia dosen FKG UNPRI minta kepada drg Juwita yang bertugas menampung soal-soal yang dikirim para dosen FKG untuk mengirim soal-soal yang akan diujikan kepada mahasiswa FKG.

Yakin permintaan tersebut dari drg Wilvia, drg Juwita mengirim soal berikut jawabannya ke nomor hanphone atau user account yang bersangkutan.

Tapi belakangan diketahui, nomor tersebut bukan nomor ponsel atau WA milik drg Wilvia. Inilah, kata Dashat Tarigan, tanpa dasar hukum dituduhkan sebagai perbuatan Doohan.

Karena tuduhan tersebut, empat oknum Dosen termasuk pengacara FKG UNPRI memeriksa Doohan dengan cara menekan psikis Doohan. Seolah-olah Doohan sebagai pelaku pemalsuan user account tersebut.

Doohan yang tidak pernah melalukan pemalsuan tetap membantah tuduhan tersebut. Tapi secara semena-mena, empat oknum dosen UNPRI mengesampingkan alasan Doohan. Akibatnya, Doohan diberikan sanksi cuti perkuliahan.

Diberi tindakan semena-mena, Doohan kembali minta klarifikasi yang tidak objektif tersebut. Alhasil, diadakan kembali pertemuan antara Doohan dengan yayasan UNPRI.

Pertemuan itu dihadiri Wakil Rektor III, dr Florenly (Ketua Program Strudi). Hasilnya, dr Florenly mengumumkan bahwa Doohan dinyatakan tidak bersalah dan yayasan berjanji akan merehabilitasi nama baik Doohan. Tapi hingga sekarang, janji yayasan UNPRI tersebut tidak pernah terealisasi.

Uniknya lagi, kata Dashat Tarigan, pihak yayasan UNPRI masih menerima uang kuliah Doohan semester III sebesar Rp35 juta. Pihak administrasi kemudian mengirim bukti pembayaran melalui email Doohan.

Sedangkan bukti pembayaran biaya pembangunan dan uang kuliah semester II masing-masing sebesar Rp205 juta dan Rp30 juta, tidak diberikan kwitansi tanda terima. Sehingga totalnya berjumlah Rp265 juta.

Tapi ironisnya, saat Doohan ingin mengisi KRS semester III, account Doohan Manurung telah diblokir kampus. Sehingga korban tidak bisa mengikuti perkuliahan lagi.

Selanjutnya, tanggal 2 Oktober 2018 dilakukan pertemuan kembali dengan pihak yayasan diwakili Rektor IV UNPRI dr Ali dan pengacara yayasan.

Intinya, Doohan dinonaktifkan sebagai mahasiswa. Doohan kemudian minta surat keputusan penonaktifan tersebut, tapi dr Ali tidak memberinya.

Berdasarkan bukti tersebut, lanjut Dashat Tarigan, sejumlah oknum Dosen UNPPRI diduga telah melakukan tindakan sewenang-wenang, melanggar HAM, membunuh karakter, menghancurkan masa depan dan telah mencemarkan nama baik Doohan.

Karena itu, Dashat Tarigan berharap Polrestabes Medan segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Apalagi korban selalu mengikuti perkembangan kasus tersebut mencapai 40 kali. Tapi sampai saat ini polisi belum memeriksa tersangka.

Terpisah, Humas UNPRI yang coba di konfirmasi Sumut Pos sempat mengangkat melalui sambungan telepon. Namun saat disebut dari Sumut Pos, ia buru-buru mematikan ponselnya.

“Sebentar-sebentar ya pak,” ucapnya.

Begitupun saat dikonfirmasi melalui pesan WA terkait kasus tersebut, wartawan tak mendapatkan jawaban darinya.(man/ala)


https://sumutpos.co/2019/10/31/dugaa...kan-tersangka/

Dulu bertahun tahun lalu, ada buzzer yang promo kalau UNPRI adalah kampus multi etnis

perihal multi etnis, anda tidak perlu pakai pengumuman/promosi "multi etnis", publik bisa menilai sendiri

Gaya promosi "multi etnis" juga kental dalam promo pariwisata sumut dan sekitarnya, bule german yang tinggal di argentina, ngemeng ke ane, kalau dari gembar gembor kegiatan promo wisata "multi etnis" oleh pemprovsu, JUSTRU menunjukkan dengan jelas, ADA SESUATU BUSUK yang dibungkus rapi emoticon-Ngakak (S)

REMEMBER GUYS, EVERYTHING WHICH CAN GO WRONG, IS GOING WRONG IN MEDAN
profile-picture
profile-picture
profile-picture
baniparkir dan 2 lainnya memberi reputasi
ah biasanyah itu. jangan cengeng lah kelen emoticon-Marah:
gak faham aku sama berita nya
Lihat 1 balasan
medan? ga heran, mahasiswanya aja yang goblok mau maunya kuliah di medan, banyak kampus kedokteran yang bagus malah pilih di medan. emoticon-Malu
Selama keluarganya tante Raline masih berkuasa, rasanya sulit mengembalikan kota kelahiranku ini jadi kota pensuplai preman dan penjahat ...

Preman dan penjahat sekarang main kandang doank ...
Gak seperti dulu, menjajah kota-kota, stasiun, dan terminal di Indonesia ...

emoticon-Wagelaseh emoticon-Wagelaseh emoticon-Wagelaseh emoticon-Wagelaseh
multi etnis = orc en goblin
profile-picture
Muka.Petak.News memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Demi doohan
emoticon-Leh Uga
lah ngawur ya,kasihan mahasiswa ya udah di hukum masih di ambil duit kuliahnya trus dianya gabisa ngambil mata kuliah juga hadeh udahlah bawa jalur hukum saja kuat kuatan di situ,di urai semua masalahnya dari awal dan biar para pihak dapet apa yang mereka mau
Balasan post yuswijaya
Quote:


Gpp, jgn dipaksakan, belum mampu otak nya gan emoticon-Ngacir
Balasan post Rasuna
Quote:


En trolls emoticon-Big Grin
Parah
Sadis :3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di