alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc5291f28c9910a8c53a52f/ini-dia-5-kasus-perdagangan-manusia-yang-terungkap-di-tahun-2019

Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019

Berikut lima kasus perdagangan manusia, modus perdagangan manusia mulai dari bekerja diluar negeri hingga menikah dengan orang asing.

Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019
Tersangka perdagangan manusia yang di proses Mabes Polri (foto: bbc.com)


Kitakini.news – Perdagangan manusia atau yang sering disebut human trafficking merupakan masalah serius yang sedang dihadapi Indonesia. Kurang lebih ada lima kasus perdagangan manusia yang berhasil diungkap pihak kepolisian Indonesia.

Kitakini News merangkum pada Rabu lima kasus perdagangan manusia yang berhasil terungkap selama tahun 2019 di Indonesia.


1. Polres Inhu Riau Ungkap Human Trafficking
Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019
Ilustrasi korban human trafficking (foto: migrantcare.net)



Tim Opsnal Polres Inhu Narasinga dan Tim unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) berhasil mengungkap kasus perdagangan anak dibawah umur


Tim unit PPA Polres Inhu dipimpin Kanit PPA, Aiptu Khairul Umam bahkan rela menyidik selama tiga pekan di Berastagi Tanah Karo, Sumatera Utara.

Aipda Misran kepada Kitakini News, Selasa (29/10/2019), menjelaskan kasus ini bermula tahun 2016 lalu. Saat itu korban bernisial RST (37) diajak oleh seseorang berinisial FTL untuk bekerja di PT Sumber Reksa Kencana (SRK). 


Perusahaan ini bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berada di Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu Riau. Saat itu tersangka FTL merupakan seorang buruh harian lepas di perusahaan tersebut.

Korban pun menerima tawaran untuk bekerja dan membawa serta keluarganya tinggal di barak karyawan PT SRK. Setelah beberapa hari kerja, pelaku melihat anak perempuan korban yang saat itu berumur 11 tahun. Niat jahat pelaku pun muncul, pelaku membujuk RST untuk membawa Melati tinggal bersamanya di Peranap dengan iming-iming akan disekolahkan.


Korban pun percaya dan menyerahkan anaknya, sejak saat itu komunikasi RST dengan anaknya terputus. Setiap kali bertemu, pelaku selalu mengatakan bahwasannya Melati baik-baik saja. Selama tiga tahun, pelaku selalu mengatakan bahwasannya melati baik baik saja. Di tahun 2019 pelaku mengatakan bahwasannya melati sudah tamat sekolah dan sudah bekerja.


Namun pada Maret 2019, RST mendapat kabar dari teman sepekerjaannya bahwasannya Melati telah dinikahkan oleh seorang pria yang sudah lanjut usia di Berastagi Tanah Karo, Sumatera Utara. Setelah diselidiki oleh berbagai temannya ternyata benar anaknya tersebut telah menikah dengan seorang pria bernama Rami Bude Gule (53). Tak pikir panjang, RST langsung melaporkan ke Polres Inhu pada tanggal 20 September 2019.


Tim langsung memburu pelaku dan berhasil diringkus pada 28 Oktober 2019 di Cerenti Kabupaten Kuansing. Ternyata pelaku menjual Melati dengan harga Rp 20 juta melalui ARN (50). Namun uang yang diterima FTL hanya Rp 13 juta.
Kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Inhu untuk proses hukum selanjutnya.


Selengkapnya : Polres Inhu Riau Ungkap Kasus Human Traficking, Korban Dijual Rp 20 juta

2. Polisi Amankan 7 Tersangka Perdagangan Orang
Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019
Pihak kepolisian menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka (foto: beritasatu.com)


Dit Tipidum Polri menangkap tujuh orang tersangka dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berasal dari empat kasus yang berbeda yaitu Arab Saudi, Mesir, Turki dan Jakarta.


Dilansir melalui beritasatu edisi Selasa (16/07/2019), kasus ini terungkap setelah korban melapor atau korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Polisi pun bergerak cepat untuk menangkap para tersangka. Di Arab Saudi korban atas nama Tasini mengalami luka berat dikarenakan dianiaya oleh majikannya.


Tidak hanya itu, di Mesir korban atas nama Nadya Pratiwi yang bunuh diri karena meloncat saat hendak kabur, dirinya melakukan aksi nekat tersebut diduga mendapat tekanan saat bekerja. Di Turki korban bernisial R dibawah umur yang bekerja tak pernah henti dan mendapatkan tekanan. Yang terakhir korban bernama WW dijanjikan sebagai babysitter namun faktanya dirinya bekerja sebagai terapis di Jakarta.


Baca Juga : Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Paling Menggemparkan di Indonesia


Polisi mengamankan para tersangka atas inisial, M (perekrut), F (agen), A, EE (sponsor), AS (Agen), WS dan SS. Tersangka A merupakan residivis kasus TPPO pada tahun 2014 dan bebas pada tahun 2017. Keuntungan yang didapat mencapai Rp 8 juta perorang.

3. Polisi Bongkar Perdagangan Manusia, Dengan Modus Pernikahan
Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019
Ilustrasi perdagangan manusia dengan mous pernikahan (foto : okezone.com)


Bereskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modu menikahi seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok. Peristiwa ini terjadi di komplek Surya Sempurna RT 03 RW 10 Kecamatan Pontianak Selatan.


Sebagaimana dilansir dari jawapos edisi Senin (24/06/2019), Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat setempat pada (12/06/2019), bahwa ada orang asing yang tinggal dirumah tersebut. Aparat langung menindaklanjuti laporan tersebut dan menetapkan tersangka kepada AMW (54) seorang WNI yang diduga sebagai mak comblang yang dijodohkan korban dengan WNA Tiongkok.


Tersangka mengatakan bahwasannya dirinya mulai bisnis haramnya tersebut sejak Mei 2019 dan mendapatkan keuntungan Rp 70 Juta dari tiap seorang wanita yang berhasil dikirimnya ke Tiongkok. Namun, korban mengatakan sampai saat itu belum ada satu orang wanita pun yang berhasil dikirimnya ke Tiongkok.


Polisi mengamkan barang bukti berupa handphone sebanyak enam buah, uang tunai sebanyak Rp 1,1 juta, surat perjanjian pernikahan, kwitansi, cap stempel PDAM mempawah, paspor 1 buah atas nama Tang Xuibi, dompet warna hitam, buku rekening atas nama AMW, 1 dus berisi map beserta KK, akte lahir serta identitas calon pengantin laki-laki.


Baca Juga : Pertengkaran Suami Istri yang Berujung Kematian di Indonesia


Dalam kasus ini delapan orang warga Tiongkok diamankan. Mereka adalah Tang Sui Bie (56), Qu Bai Yun (29), Bao Yan Feng (28), Mu Xiao Bo (28), Tang Xiubi (56), Zhang Jing Chao (29), Sun Zhen Jian (27) dan Liu Jin Zhou (28).

4. Dua Gembong Perdagangan Manusia Diringkus Polda NTB
Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019
Para pelaku perdagangan manusia saat gelar perkara (foto : kompas.com)


Polda NTB berhasil meringkus dua gembong pelaku perdagangan orang yang beroperasi di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur. Ni Made Pujewati selaku Kasubdit Ditreskrimus Polda NTB mengatakan banyak buruh imigran Indonesia atau pun tenaga kerja wanita yang menjadi korban perdagangan orang.


Dilansir melalui Kompas edisi Rabu (08/05/2019), Polda NTB membekuk Hj. Asm alias BE (48) dan juga Evi (42) di Lombok Barat. Modus keduanya yaitu merekrut buruh migran Indonesia untuk menjadi pembantu rumah tangga di Abu Dhabi, Damascus dan Suriah dengan diimingi gaji Rp 6 juta perbulan.


Saat itu perekrutan pada September 2015, saat para korban pulang baru kasus ini terungkap karena salah satu korban berinisial SH berani melapor ke polisi. Selama di Suriah korban sempat menerima gaji selama lima bulan kerja sebesar Rp 13,5 juta. Namun setelah itu tidak pernah menerima gaji lagi selama delapan bulan kerja.


Baca Juga : Berikut 5 Aksi Nekat Terhadap Diri Sendiri Karena Persoalan Asmara


Selain kedua tersangka tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan tiga tersangka perdagangan manusia lainnya yaitu Agus alias AK (59) di Lombok Timur, dirinya berkata akan memberangkatkan untuk kerja di luar Negeri. 


Untuk melancarkan aksinya, Agus kemudian menyalurkannya lagi kepada rekannya yang berada di Jakarta atas nama Helma alias HM (37) serta SJ (23).

5. Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap di Bulan April
Ini Dia 5 Kasus Perdagangan Manusia yang Terungkap di Tahun 2019
Tersangka perdagangan manusia (foto: bbc.com)


Delapan orang tengah diproses Mabes Polri yang diduga terlibat dalam kasus dugaan perdagangan sekitar 1.200 orang ke negara-negara di Timur Tengah sebagai tenaga kerja ilegal. Salah seorang dari 1.200 pekerja ilegal mengungkap hal mengejutkan.


Dilansir melalui bbc.com edisi Rabu (10/04/2019), awalnya jingga diimging-imingi tetangganya untuk bekerja di Arab Saudi dengan gaji Rp 5 juta per bulan dengan bonus Rp 5 juta jika dinyatakan sehat untuk bekerja di luar negeri. Tanpa berpikir panjang, jingga langsung menyetujui tawaran tersebut karena saat itu dirinya hanya seorang buruh yang mendapat upah Rp 300 ribu perbulannya.


Saat semua dokumennya siap, Jingga terlebih dahulu bekerja selama dua minggu di Surabaya. Selanjutnya, tepatnya awal 2018 dirinya dikirim ke Malaysia, Dubai, Turki, Sudan, Suriah hingga Irak dan selama itu pula dirinya tidak pernah digaji. Sewaktu di Suriah selama tiga bulan, dirinya kerap kali disiksa oleh majikannya.


Dia sempat kabur dan memberanikan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah, namun perugas KBRI mengembalikannya ke agennya. Di kantor agen di Damaskus tepatnya selama satu bulan, dirinya disiksa dikantor yang dikelola warga Indonesia tersebut. Jingga dipukuli, rambutnya dipotong dan lebih parahnya tubuhnya dipamerkan ke orang-orang yang ada di kantor tersebut.


Selanjutnya dirinya dijual kemudian diterbangkan ke Irak. Selama tujuh bulan di Irak, ia kerap kali disiksa dan diperkosa oleh anak majikannya. Dirinya pun dijebloskan ke penjara dengan kondisi hamil tiga bulan karena dituduh mencuri dan mencemarkan nama baik majikannya.


Dirinya kemudian bebas setelah dijamin oleh pengacara sebuah organisasi kemanusiaan di Irak, Seed Foundation dan International Organization for Migration (IOM). Jingga pulang ke Indonesia pada Februari 2019.


Baca Juga : 
Berikut 7 Kasus Ayah Cabuli Anak Tiri, Ada yang Sampai Hamil 2 Kali

Mabes Polri mengatakan, kebanyakan korban berasal dari Nusa Tenggara Barat dan Jawa Barat. Polisi mengatakan baru mengungkap kasus ini karena ketiadaan laporan korban. Ketiadaan laporan tersebut diduga karena korban malu karena diperkosa atau pun segala macam. Pihak kepolisian juga menambahkan Undang-Undang terkait TPPO mewajibkan adanya pelaporan untuk penyidikan. Kasus ini terungkap setelah sekitar 30 orang melakukan pelaporan ke pihak kepolisian tahun ini.



Info Selengkapnyahttps://kitakini.news/41982/berikut-...-tahun-2019/5/

Sumber https://kitakini.news/


dri sekian banyak pjtki banyan mereka yg secara sadar memperdagangkan sebangsa nya sendiri


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di