alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PDIP Dukung Tito Karnavian Kaji Ulang Sistem Pemilu Langsung
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc4fb3baf7e935f0d5f08df/pdip-dukung-tito-karnavian-kaji-ulang-sistem-pemilu-langsung

PDIP Dukung Tito Karnavian Kaji Ulang Sistem Pemilu Langsung

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta sistem pemilu secara langsung dikaji ulang. PDIP menanggapi positif gagasan mendagri untuk melalukan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem pemilu langsung.

Sistem pemilu langsung ini diduga menyebabkan tingginya biaya pemilu, korupsi, dan ketegangan politik akibat demokrasi bercita-rasa liberal kapitalistik.

"Sistem politik, sistem kepartaian, dan sistem pemilu harus senafas dengan demokrasi Pancasila yang mengandung elemen pokok perwakilan, gotong royong, dan musyawarah," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Dia menuturkan, dalam demokrasi Pancasila, hikmat kebijaksanaan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara dikedepankan.

Menurut dia, pemilu langsung selama ini selain berbiaya mahal, memunculkan oligarki baru, kaum pemegang modal dan yang memiliki akses media yang luas, serta mereka yang mampu melakukan mobilisasi sumber dayalah yang berpeluang terpilih.

"Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tereduksi menjadi demokrasi kekuatan kapital. Dalam perspektif inilah kritik Mendagri terasa begitu relevan," jelas Hasto.

Dia mengungkapkan, PDIP telah menyusun strategi dan melaksanakannya guna melakukan praktik politik yang dapat menyempurnakan demokrasi Pancasila. Yakni dengan menempatkan merit system melalui psikotest, test tertulis dan wawancara di dalam pemilihan pimpinan Partai di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Semuanya diterapkan secara musyawarah tanpa voting, dan dipimpin oleh ideologi Pancasila.

"Hasilnya, kualitas kepemimpinan Partai di semua tingkatan meningkat, berbiaya sangat murah, dan minim konflik. PDI Perjuangan menegaskan sebagai Partai dengan biaya paling kompetitif dan efektif di dalam melakukan konsolidasi struktural Partai," ungkap Hasto.

Sebelumnya, Tito mempertanyakan, apakah sistem pemilihan langsung tersebut masih relevan hingga sekarang. "Kalau saya sendiri justru pertanyaan saya adalah, apakah sistem politik pemilu Pilkada ini masih relevan setelah 20 tahun," ujar Tito.

Tito menilai, sistem pemilihan secara langsung banyak mudaratnya. Dia mengakui ada manfaatnya terkait partisipasi politik, tetapi biaya politiknya terlalu tinggi hingga memicu kepala daerah terpilih melakukan tindak pidana korupsi.

"Kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi. Kepala daerah kalau enggak punya Rp 30 miliar, mau jadi Bupati mana berani dia. Udah mahar politik," ucapnya.

https://m.liputan6.com/amp/4105909/p...emilu-langsung

Ini negara buapak saya..
saya bisa hidup enak karena buapak saya..
Kalau buapak saya tidak jadi presiden, saya ga tau jadi apa emoticon-Frown
profile-picture
cellato memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Pemilu tdk lgsg itu kemunduran.
Jgnkan buat pilkada tdk lgsg (yg pernah ditolak MSP kira2 5 thn lalu) bs dikatakan mustahil utk kembali melakukan pilpres tdk lgsg.
Lihat 1 balasan
Baru mau kaji ulang dah pada kelojotan
emoticon-Leh Uga
Balasan post titoa.ja
Narasi apalagi ya yg akan digaungkan penyembah meganyet..
Pasti apapun yg salah jadi benar kok..
profile-picture
zukr memberi reputasi
pemilu tidak langsung sarat dagang sapi. tapi gw setuju, asal bukan pilpres atau pilgub. biarlah mereka berkompetisi di level partai.
Lihat 1 balasan
Nah kan udah ada seekor anjing penyembah meganyet yg menggonggong emoticon-Big Grin

kelojotan atau tidak, bukan masalah..mau kelojotan pun sah sah saja, karena ini termasuk masa depan bangsa..

narasinya mirip si mukidi anjing yg dulu pernah bilang pasal penghinaan presiden itu usul dan saran aja kok, dia bilang seperti ini tahun 2015..

tapi 2019, ketika pasal penghinaan presiden mau disahkan, pendukungnya malah mendukung dengan keras emoticon-Big Grin

inilah akibatnya orang goblok diberikan jabatan emoticon-Big Grin
pendukungnya pun ikut2an goblok
profile-picture
zukr memberi reputasi
hiya hiya hiya kita pantau apa lagi ini
Balasan post unwell
Hmm..kemungkinan besar pilgub dan pilpres juga jadi pemilu tidak langsung
amandemen uud 1945
pengkajian pemilu tidak langsung

oh begini cara mainnya emoticon-Embarrassment

this is how you going to get enemy, trust me.

atau memang sengaja mau kasi makan pks cs?
Quote:


emoticon-Leh Uga
Quote:

emoticon-Leh Uga
Quote:


Situ kenapa?
Makan dlu yg kenyang biar bisa mikir...
profile-picture
Muzmuz memberi reputasi
Quote:


"Perjuanganku lebih ringan karena melawan penjajah, tp perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan anakku sendiri"

emoticon-Ngacir
profile-picture
zukr memberi reputasi
Kita Bisa Apa Kalo Big Mom dah Bersabda??emoticon-Ultah
Masih aja berkutat disitu..
Pemilu tidak langsung - Pemilu langsung - Pemilu tidak langsung - Pemilu langsung..

banyak partai - sedikit partai - banyak partai - sedikit partai..

utak atik sistem bolak balik, selalu sama aja..
Udah goal masih minta dikaji buat acara selanjutnya emoticon-Hammer2
bisa juga ini lho ya dugaan ane emoticon-Big Grin
berhubung trah mamak gak ada penerus yang cukup "menjual" kayak pa de, dimana pa de sendiri sudah gak mungkin lagi pegang ke 3x nya mungkin pilihan terbaik adalah memanfaatkan suara mayoritas diparlemen yang bakal lebih terlihat benefitnya klo kembali ke sistem parlementer sehingga trah mamak dan kroni si merah bakal terus berkuasa, karena walau nilai jual "calon"nya kurang bagus dimata rakyat kalo parlemen memutuskan jadi calon ya mau gimana lagi emoticon-Cool
profile-picture
ruuki memberi reputasi
Mungkin maunya tahun 2020 nanti pemilu dipilih oleh DPR / MPR secara aklamasi dan kesepakatan bersama.
nggak ada lagi aturan sudah 2 X menjabat tidak boleh lagi ikutan.
Quote:


Kenapa kamu juga kelojotan?
Lihat 1 balasan
Quote:


Siapa? Kamu?
emoticon-Leh Uga
Balasan post jeerabbit
Dia anjingnya meganyet emoticon-Big Grin
profile-picture
zukr memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di