alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal GKR Mangkubumi, Benarkah Penerus Sultan Hamengku Buwono X?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc4f6db5cf6c44c6f57298f/mengenal-gkr-mangkubumi-benarkah-penerus-sultan-hamengku-buwono-x

Mengenal GKR Mangkubumi, Benarkah Penerus Sultan Hamengku Buwono X?

Mengenal GKR Mangkubumi, Benarkah Penerus Sultan Hamengku Buwono X?
Quote:

Bukan kaleng-kaleng, yuk kenalan dengan Putri Kesultanan Ngayogyakarta ___emoticon-Ngacir

Hallo, Gansis! Apa kabar? emoticon-Big Grin Untuk Gansis yang kepingin nimbrung dan memberikan opini ane persilahkan untuk meramaikan kolom komentar. Tanpa capcipcup langsung saja ane bahas, ya. Siapa sih GKR Mangkubumi?
Quote:

GKR (Gusti Kanjeng Ratu) Mangkubumi adalah putri tertua Sultan Hamengkubuwono X, lahir di Bogor, 24 Februari 1972 (42 tahun). Yang tidak asing dengan keluarga kerajaan Jogjakarta pasti sudah tahu bahwa GKR Mangkubumi memiliki 4 adik perempuan. Mereka adalah GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu, dan GKR Bendara. Meski lahir dan dibesarkan di lingkungan kerajaan Yogyakarta, pada saat wawancara di 'Sudut Pandang Metrotv' episode 'Di Balik Tembok Kerajaan', mereka mengaku tidak hidup seperti yang dibayangkan orang-orang mengenai kehidupan putri raja : hidup dilayani dan penuh kemewahan. Namun sang ayah, Sultan Hamengkubuwono X, menyekolahkan mereka di luar negeri dan mengajarkan putri-putrinya untuk hidup mandiri meski menyandang gelar putri keraton. emoticon-thumbsup

Masing-masing putri Sultan Hamengkubuwono X memiliki tugas penting dalam melaksanakan kehidupan di dalam keraton. Mengikuti dan berpartisipasi dalam pelestarian kegiatan kebudayaan, misalnya, sebagai Putri tertua dan Lurah Putri di lingkungan Kraton, Ratu Mangkubumi bertugas mengharmoniskan hubungan dengan adik-adiknya dan keluarga besar Keraton pada umumnya. Jabatanya sebagai salah satu Penghageng juga menuntutnya untuk memimpin beberapa upacara adat di lingkungan Keraton seperti "Tumpak Wajik", "Persi Burak" juga beberapa upacara adat yang menjadi rangkaian prosesi pernikahan adik-adiknya Ratu Hayu dan Ratu Bendara.

Selain bekerja di lingkungan keraton, GKR Mangkubumi juga aktif sebagai ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY dan aktif di Pusat Penyelamatan Satwa Jogja. Woah, enggak melulu berada di lingkungan keraton namun beliau juga sangat amat peduli dengan keselamatan lingkungan, Gansis. emoticon-Belo

Quote:


Kalau melihat dari track record-nya, emoticon-cystg bisa dipastikan bahwa GKR Mangkubumi ini bukan Putri Raja yang kaleng-kaleng, Gansis. Artinya, beliau memiliki begitu banyak potensi dan kapasitas dalam melakukan kegiatan kebudayaan maupun aktivitas politik. emoticon-Shutup

Maka, inti dari pembahasan di thread ane tidak lain dan tidak bukan adalah.......

Apakah GKR Mangkubumi yang akan menggantikan posisi Sultan Hamengkubuwono X?


Pertanyaan ini sudah terselip jauh-jauh hari bahkan sebelum ane memutuskan untuk menulis thread ini. emoticon-Frown

Oke deh, alon-alon asal kelakon. Dengan hikmat kebijaksanaan yang turun dari kamar kosan emoticon-Ngakak (S), ane mencoba untuk menjelaskan secara teratur dan rinci. Dan pembahasan ini masih berdasarkan asumsi pribadi dan referensi yang ada di internet. Jadi, semisal ada kesalahan, koreksi, penambahan, maupun pengurangan, Gansis dipersilahkan untuk meramaikan kolom komentar. emoticon-thumbsup

Jika GKR Mangkubumi meneruskan tahta ayahandanya. Maka, ini akan menjadi sejarah hebat dimana Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat akan memiliki Sultanah perempuan pertama. emoticon-thumbsup

Meski belum ada klarifikasi resmi dari beliau, namun asumsi tersebut bisa didukung dari hal-hal berikut :

Quote:

Pada 5 Mei 2015 silam, Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan Sabda Raja. Ohya, Sabda Raja / Dawuh Raja adalah perintah yang dikeluarkan oleh Sultan untuk kemudian dipatuhi dan dilaksanakan. Perintah tersebut memiliki poin-poin berikut ini :
1. Merubah penyebutan Buwono yang menjadi Bawono.
2. Kata Khalifatullah dalam gelar Sultan 'Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa Ing Ngayogyakarta Hadiningrat' dihilangkan. 
3. Penyebutan kaping sedasa diganti kaping sepuluh. 
4. Mengubah perjanjian pendiri Mataram yakni Ki Ageng Giring dengan Ki Ageng Pemanahan.
5. menyempurnakan keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek dengan Kanjeng Kyai Ageng Joko Piturun.

Kemudian Dawuh Raja yang dikeluarkan Sultan pada 5 Mei 2015, menetapkan GKR Pembayun merubah namanya menjadi GKR Mangkubumi.

Nah, dari hal-hal di atas ane dapat menyimpulkan bahwa sabda raja di poin satu dan dua mengarah kepada pergantian Sultan perempuan. Nama Bawono (bisa dipakai perempuan mapun laki-laki), kata 'Khafillatulah' yang biasa dipakai untuk laki-laki dihilangkan. Dan perubahan nama dari Pembayun menjadi Mangkubumi. Setahu TS, berdasarkan membaca dan browsing di internet, Sultan Hamengku Buwono X sebelum naik tahta juga memiliki nama Mangkubumi. Nah, bisa disimpulkan bahwa nama Mangkubumi disematkan kepada pewaris tahta.

Quote:

Asumsi TS berlanjut ketika GKR Mangkubumi diperbolehkan untuk menduduki Batu Gilang. Merujuk pada data di Dinas Pariwisata DIY, Watu Gilang ini dipercaya sebagai tahta raja-raja mataram Islam, berupa papan batu berwarna hitam legam. Pada sisi batu itu terdapat prasasti atau semacam tulisan grafiti dalam berbagai bahasa. Batu itu dipercaya sebagai singgasana Panembahan Senopati.

Panembahan Senopati yang bernama asli Danang Sutawijaya adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601. Dia dianggap sebagai peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram. 
Quote:

Sampai hari ini memang belum ada konfirmasi secara resmi mengenai pewaris tahta Sultan Hamengku Buwono X. Namun sebagai warga negara yang ingin Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat terus berlangsung dalam waktu yang lama, berharap siapapun nanti yang meneruskan Sultan, bisa membawa DIY menjadi kota yang nilai-nilai kebudayaannya tidak pernah luntur. emoticon-thumbsup

Polemik perempuan menjadi pemimpin memang masih santer terdengar hingga saat ini. Memang jika dikaitkan dengan hukum adat dan tradisi yang patriarkinya melekat, akan sulit diterima jika perempuan menjadi pemimpin. Tapi, zaman semakin berkembang dan perempuan-perempuan hebat juga semakin banyak. Tidak akan jadi sebuah masalah jika sebuah wilayah dipimpin oleh perempuan yang memang mampu dan memiliki kapasitas untuk melakukannya. emoticon-thumbsup

Jadi....? Gimana nih? Adakah Gansis yang lebih tahu dan mendalami soal seluk-beluk kehidupan Kesultanan? Ditunggu responnya di kolom komentar. emoticon-Cool
profile-picture
astrophel memberi reputasi
Diubah oleh stef.mjz
Diubah oleh stef.mjz
Turut mengundang entut forsex untuk memberi opini dimari. emoticon-Embarrassment

Hei kau pensiunan entut @astrophel emoticon-Mad
Diubah oleh stef.mjz
Tema begini kaujadikan thread. Sepi lah.

emoticon-Ngacir
Kan mestinya prince?
emoticon-Baby Boy
Quote:


Prince kan laki-laki, Dek. Sedangkan yang dibahas TS adalah princess. emoticon-gagalpaham
Quote:


Iya om, mestinya princess gaboleh jadi latu, mesti prince,
emoticon-Baby Boy


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di