alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Entah apa yang merasukinya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc4e2ee0577a97d8b68152b/entah-apa-yang-merasukinya

Entah apa yang merasukinya

Sebagian orang menjalani hidup tanpa berpikir, sedangkan sebagian yang lain menjalani hidup sambil berpikir, tapi tidak pernah mengejawantahkan pikiran mereka dalam kehidupan nyata. Padahal sebenarnya yang paling tepat untuk dilakukan manusia adalah menjalani hidup sambil berpikir dan berusaha menemukan terobosan pemikiran baru agar dapat membuka cakrawala pemikiran yang seluas-luasnya.

Sebenarnya, semua orang yang hidup tanpa pikirannya sendiri dapat disebut sebagai patung yang menjalani hidup untuk mengimplementasikan falsafah hidup "orang lain". Mereka tidak pernah berhenti melompat dari satu bentuk ke bentuk lain tanpa pernah jemu untuk mengubah bentuk mereka meski sebenarnya mereka menyadari bahwa mereka hidup di tengah kebingungan antara perasaan dan pikiran, kekacauan kepribadian (personality disorder), dan selalu harus menjadi bunglon baik dalam penampilan maupun tindakan.

Terkadang, mereka berbagi prestasi yang dicapai masyarakat dan terkadang mereka mengambil kesempatan ketika keadaan sedang tenang. Pada saat itu seakan-akan mereka bertindak berdasarkan pemikiran, perasaan, dan kehendak mereka sendiri. Tapi mereka tidak pernah dapat menenangkan diri mereka dengan kebaikan yang muncul dari kehendak mereka sendiri, tidak akan pernah mampu mencapai keluhuran, dan tidak akan pernah bisa menghantarkan kebaikan apapun ke dimensi keabadian. Orang-orang seperti mereka adalah laksana kolam air yang penuh air tapi kering dari berkah karena menebarkan bau busuk. Kolam yang berisi air buruk seperti itu pasti hanya akan menjadi sarang penyakit dan kuman sehingga tidak akan memberi manfaat apapun bagi kehidupan.

Mereka adalah orang-orang yang sangat dangkal pikirannya sampai-sampai kita dapat mengatakan bahwa mereka adalah orang dewasa yang seperti anak kecil karena selalu membebek terhadap semua yang mereka lihat dan dengar; mereka selalu mengekor di belakang keramaian di manapun adanya, tidak pernah mampu menemukan kesempatan untuk mendengar suara hati mereka sendiri atau untuk menelisik nilai-nilai luhur yang terpendam di dalam diri mereka sendiri. Bahkan mereka sama sekali tidak mampu mengetahui keberadaan nilai-nilai kebaikan yang diperuntukkan bagi mereka.

Orang-orang seperti itu akhirnya akan menjalani hidup seperti layaknya budak belian yang tidak memiliki kebebasan untuk merasa. Mereka selalu menghina segala yang telah mereka capai demi memenuhi kebutuhan fisik dan dalam wilayah yang sempit. Mereka telah mengubah anugerah yang Allah berikan kepada umat manusia dalam bentuk hati, kehendak, kepekaan, dan perasaan, menjadi perangkat remeh yang hanya mereka pakai untuk melampiaskan kesenangan fisik belaka. Mereka gemar menghabiskan hidup mereka sebagai bohemian.




GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di