alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc4da8d48c38d3fe27b2250/longdistancereality

longdistancereality

I
Kamu bukan siapa-siapa

Ep. I : Selamat Ulang Tahun


-----


'Fiuh!'
              Aku tiup lilin ulang tahunku yang ke-17. Kakak siang tadi pergi dan membeli kue coklat yang biasa dia beli saat memiliki uang tambahan untuk kami. Kakak selalu berusaha menyembunyikan kejutan bagiku setiap tahun, walau aku sebenarnya tahu keanehan yang mereka lakukan sering terjadi disaat hari ulang tahunku tiba. Ibu masih menyisihkan sebagian dari uang penghasilan yang tak seberapa dari usaha kateringnya untuk memberikan aku sedikit uang pada hari ulang tahunku.

'Ini bang, Ibu nggak sempat belikan Abang hadiah. Tabunglah uangnya, siapa tau Abang ada sesuatu yang ingin dibeli' ujar Ibu. Aku mengangguk mengiyakan perkataan Ibu. Walaupun tak tega, rasanya sulit untuk menolak pemberian dari Ibu. Walaupun Ibu sudah memiliki Suami baru, Ibu tetap berusaha mencari nafkah agar kami tak dicap sebagai lintah yang hanya merepotkan Suaminya oleh keluarga barunya.

            Oh ya, namaku Arunika. Aku laki-laki, yep. Ibuku bilang, nama ini berarti matahari yang terbit bersinar di pagi hari. Mungkin Ibu berharap aku bisa menjadi cahaya bagi orang-orang disekitarnya. Panggil saja aku Arun. Umurku 17 tahun, baru saja bertambah 10 menit yang lalu, haha. Dan ini ceritaku. Salam kenal, ya!


'Begini bang...Ibu mendaftarkan Abang kuliah, di universitas swasta di bandung. Ibu sudah bayar uang pendaftaran dan uang tes nya.' Kata Ibu.

            Lalu Ibu mengeluarkan secarik kertas dari sisipan buku kas kateringnya. Kertas itu dibungkus oleh plastik tembus pandang, dan terlihat ada sedikit noda minyak di plastiknya. Mungkin ibu mengisi surat tersebut ditengah-tengah kesibukannya melayani katering.

'Ini Ibu sudah isi sebagian, hanya sisa pilihan jurusan di surat pendaftaran nya. Abang coba pikirkan matang-matang jurusan apa yang abang mau, lalu tulis disitu. Ibu nggak tega liat abang menganggur 2 tahun, tahun ini Abang harus kuliah pokoknya!' Kata Ibu.

Aku terima surat yang Ibu berikan padaku. Aku baca pelan-pelan.

'Nama: Arunika'
'Lahir: Bandung, Satu M....'
Kakak menepuk pundak ku tiba-tiba.
'Ngapain kamu baca disini? Udah sana bawa ke kamar. Kamu pikirin yang bener soal jurusan kuliah kamu' kata Kakak.

'Oh iya, hehe. Kalau gitu Abang bawa ya kertasnya ke kamar. Makasih Ibu, Kakak.'
'Iya bang, jangan lupa suratnya di isi. Ibu tunggu 2 hari karena Ibu harus kirim surat pendaftaran nya segera sebelum tes masuk' kata Ibu.
'Oke!' Aku jawab.
-----

Brak!
Pintu segera aku tutup. Aku coba merangkai semua hal yang baru saja terjadi di kepalaku. 

Kuliah??? Apa aku siap untuk kuliah?
.
       Bagi teman-teman yang bingung kenapa aku menganggur selama 2 tahun, itu karena aku memilih untuk keluar dari sekolah saat aku di kelas 1 SMA. Tekanan dari guru dan teman-teman di sekolah membebani langkahku saat itu untuk pergi sekolah. Mereka menganggapku aneh karena umurku yang sangat muda saat itu, 13 tahun. Guru Fisika yang menjadi wali kelas ku saat itu sering membuat aku menjadi bahan cemoohan oleh teman-teman sekelasku. Memberikan soal yang sulit, atau berusaha membuatku terlihat bodoh di depan kelas. Akhirnya aku mengurung diri di kamar dan berujung kepada depresi berat. Butuh waktu untuk aku akhirnya mau keluar dari kamar dan berkomunikasi dengan Ibu. Hampir satu semester aku tidak masuk sekolah dan akhirnya representasi dari sekolah hadir, meminta maaf dan Ibu sepakat untuk mengundurkan diri dari sekolah.

       Satu hal yang aku pelajari dari sekolah adalah Kamu. Bukan. Siapa. Siapa.seberapa hebatnya dirimu, orang-orang akan tetap menanggapmu hanya sebagai pemeran sampingan dalam hidup mereka. Bahkan mungkin  seperti Ella dalam cerita Cinderella, namun aku sebagai Ella dan mereka sebagai keluarga tiri Ella yang tertawa di atas penderitaan nya.



Tapi apa aku siap? Apa aku siap untuk bertemu dengan orang-orang itu?
Apa aku cukup kuat untuk tidak lari dari kenyataan?
Mungkin Ibu benar, sudah saatnya aku mulai melakukan hal baru dan berhenti berdiam diri di kamarku. 

longdistancereality
Aku melihat cermin yang tergantung di dinding kamarku. Sudah lama rasanya terakhir kali aku memandang refleksiku di cermin.  Rambutku berantakan, menutupi pandangan mataku. Pipi ini rasanya sudah seperti bakpau yang sering aku beli dari pedagang yang lewat depan rumah.  Ahhh.... memang mungkin saatnya aku mulai langkah baru dalam hidupku. Selamat ulang tahun, Aku!



×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di