KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Serikat Buruh: UMP 2020 Kecil, Tak Bisa Dorong Produktivitas Buruh
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc373b3c8393a17b726e4ed/serikat-buruh-ump-2020-kecil-tak-bisa-dorong-produktivitas-buruh

Serikat Buruh: UMP 2020 Kecil, Tak Bisa Dorong Produktivitas Buruh

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 11
Quote:


Dimana tu bre? Caranya sadis juga ;D
profile-picture
profile-picture
uray24 dan Yukobel memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post heisennberg
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:

Nah, yang bener yang ini
produktivitas naik ---> laba perusahaan naik ---> gaji buruh naik

emoticon-Ngacir
profile-picture
masih.abu.abu memberi reputasi
Balasan post widya poetra
Quote:


Jaminannya apa dinaekin 10% tapi tetep moyung?
profile-picture
ErickGuna1 memberi reputasi
gokil bro... gaji buruh 2x dari gaji GTT/PTT di instansi pendidikan, meskipun kebutuhan juga sama, iuran bpjs, tarif listrik dsb.. malah sekarang ketika PPDB ada jatah untuk buruh. Belum lagi gaji GTT/PTT sering telat bahkan sampai 3 bulan belum gajian...
profile-picture
profile-picture
Bayu_x dan xneakerz memberi reputasi
Lihat 2 balasan
kecil aja terus , tiap tahun kecil . ampe lebaran kambing juga bakalan selalu kecil emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
ardnac17 dan samradler memberi reputasi
Hahahay..... mindset kaya gini nih yg bikin investor kabur, mungkin mereka pengennya kerja cmn ngopi d ruangan berAC sambil maen medsos ampe jam pulang tapi dapur ngebul, kridit lancar, quota melimpah, jajan bisa kapan aja. emoticon-Cape deeehh

Kalo mau Hak gede ya jalanin dulu kewajiban kalian, toh kalo perusahaan makmur, gaji juga mengikuti, ga watir apa para robot dah siap menggantikan kalian dlm waktu dekat. emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ardnac17 dan 3 lainnya memberi reputasi
ga bisa produktif yaa mending sadar diri aja mengundurkan diri.. drpd ntar dpecat 😁😁
Kok hiburan dibawa² emoticon-Hammer2 emoticon-Leh Uga
profile-picture
llalan26 memberi reputasi
Balasan post jancoksss12
kawasan berikat nusantara. nama perusahaannya lupa, tapi korea
Balasan post Putrarocknroll
4,x jt itu lumayan. BPJS kes &TK dibayarin, +THR 1x gaji.

vs

tenaga pendidikan & kesehatan.
pendidikan minimal kuliah. upah mostly dibawah UMR.
Jarang demo. nuff said.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
esaka.kedua dan 3 lainnya memberi reputasi
mau demo ya
Balasan post Putrarocknroll
@xneakerz bener nih... pekerja pendidikan+kesehatan, masih kalah sama buruh, bener-bener kerja sosial
profile-picture
llalan26 memberi reputasi
Kecil kalo buat support gaya hidup
profile-picture
balineseryuu memberi reputasi
Kalo pada akhirnya tenaganya diganti mesin jangan nangis2 ya..

Muak liat buruh2 yang taunya nuntut doang, produktivitas nggak sebanding sama hasil kerja dan gaya hidup.

Ntar kalo dipecat minta kerjaan ke said iqbal noh..
Cuma di Indonesia doang ada yang minta hak duluan baru kerja..
Ntar kalau dipecat pecatin paling mewek lagi
Quote:


Itu pemikiran naif. Realitanya laba perusahaan naik byk ga serta merta gaji karyawan & buruh naik byk. Para petinggi jg pertimbangkan resiko ke depan kl laba menurun sementara hrs menanggung gaji karyawan & buruh yg cukup besar akibat kenaikan di periode2 sebelumnya.
profile-picture
profile-picture
MendiManikung dan esaka.kedua memberi reputasi
Diubah oleh Echizen.Ryoma
Berdasarkan pengalaman ane nih
Salah pengusaha itu sendiri, sdh tau tiap tahun ump naik knp kaga bertahap investasi mesin2 yg lebih canggih sehingga bisa mengurangi jumlah penggunaan tenaga kerja.
Jaman sekarang persaingan makin ketat,

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ardnac17 dan 2 lainnya memberi reputasi
sekali pemalas tetap saja pemalas.... hahahaa....
Ini gua curiga organisasi gakjelas ginian dpt duit dari vietcunt kali yak? Biar dunia perburuhan Indonesia kacau trs investor ke vietcunt?
Balasan post 37sanchi
Quote:


Kalau pekerjaannya sales atau marketing sih, gue percaya deh emoticon-Ngakak
profile-picture
samradler memberi reputasi
Halaman 2 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di