KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc2ea34e83c72709159fbec/kecele

KECELE

Kulit serasa terbakar, tidak juga gosong, hanya sebatas air-air asin yang berlomba-lomba keluar dari lubang-lubang persembunyiannya. Tak mendidih, tapi panas. Di ponsel sudah pukul 4 sore. Sebentar lagi magrib. Tapi hari masih terik dan mengingat-ingatnya, membuat sesak dada.
***

Sejak subuh gelap, mesin kendaraan roda dua sudah panas. Ia membelah dingin di sepanjang laut kebi. Melaju meninggalkan rumah-rumah yang masih sepi. Singgah di titik-titik strategis lebih kurang 15 menit, lalu kembali menunggangi kuda besi setelah yang diharap tak kunjung tiba.

Sudah terang. Matahari sudah bangun. Tapi ponselnya tak bangun-bangun; sangat sepi. Kuda besinya singgah di sebuah bengkel yang tertutup. Bengkel kawannya. Sepertinya masih tidur. Sebatang rokok menjadi abu, yang ia cari tak ketemu-ketemu. Sedang di badan jalan, tak terhitung jaket-jaket hijau sibuk dengan boncengannya.

Betapa nafasnya berat seusai berjam-jam habis dalam duduk. Sebentar-sebentar melihat ponsel. Sebentar-sebentar melihat jalanan yang sesak. Melihat ponsel. Jalanan. Ponsel. Dan dzuhur datang, seakan meledeknya yang tak bisa berbuat apa-apa.

Orang-orang tak henti lalu lalang, rumah-rumah makan meski sepi tetapi tak pernah kehilangan pengunjung, mahasiswa-mahasiswa bolak balik dengan berbagai orang yang memboncengi. Ia tetap tak bergeming. Ponselnya, seakan menjadi musuh yang paling ingin ia ajak berdamai.

Sudah sore, ia tetap mengitari jalanan kota, berhenti di tiap titik yang berpotensi membuatnya tersenyum. Hingga pada akhirnya tumbang juga harapannya. Ia memutuskan pulang. Kira-kira, sepuluh meter kuda besinya meninggalkan tempat di mana harapannya dibuang, ponselnya berbunyi. Yang ditunggu telah datang, bibirnya lebar tersenyum. Ia menarik gas sekencang-kencangnya menuju titik lokasi penjemputan penumpang. Dan ... Tibalah ia di lokasi, memutar kunci motor menuju 'off', dan ah, senyumnya luntur, harapan yang hidup kembali mati. Wajahnya tetiba kesal bukan main saat melihat ponsel.

"Nassege ini penumpang, sa sudah sampai di titiknya malah da batalkan. Taik! Berhenti menggrab, mending pulang tidur!"
profile-picture
profile-picture
Raeinn dan ichsanwin32 memberi reputasi
Mantap daengemoticon-Jempol
Banyakin lagi karya sastra macam ini...
huhuhu.... endingnya ah, bikin kesel


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di