alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc2d62448c38d0dd34a7e9c/5-tempat-wisata-di-batam-ini-bisa-jadi-pilihan-gak-melulu-pantai

5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai

5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai

Jika mendengar nama Batam, apa yang pertama kali terlintas di benak? Kota dengan pusat industri terbesar di Indonesia? Harga elektronik yang murah? Letak wilayah yang dekat dengan Singapura? Daerah wisata dengan banyak pantai?

Kesemua hal di atas tidak ada yang salah. 

Batam yang selama ini dikenal dengan julukan kota industri sudah sejak sembilan tahun lalu mulai berbenah diri dan perlahan-lahan beralih menjadi kota wisata. Berbagai infrastruktur telah dibangun, sejumlah ruas jalan pun telah diperlebar. Beberapa lokasi wisata yang dahulunya hanya berupa lahan tidak terawat kini disulap menjadi tempat menarik untuk bisa dikunjungi bersama keluarga.

Batam menjadi kota terbesar di Kepulauan Riau dengan luas wilayah 1.575 km² meliputi darat dan laut. Menurut data Dukcapil Kota Batam pada 2015 lalu,  penduduk Batam yang berjumlah 1.037.187 jiwa tersebar merata di pelosok kota dengan luas daratan selebar 715 km², sementara luas sisanya adalah lautan. Wajar saja karena Batam sendiri merupakan pulau kecil yang dikelilingi oleh Selat Singapura dan Selat Malaka.

Maka tak heran kalau di Batam, wisata pantai lebih terkenal karena sudah terbentuk secara alami oleh alam. Namun siapa sangka sejak digalakkannya Visit Batam pada 2010 dilanjut hingga Visit Batam 2019 tahun ini, perlahan tapi pasti, pemerintah yang bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat semakin getol membangun tempat-tempat wisata yang menarik perhatian.

Tidak hanya menargetkan wisatawan lokal sebagai pengunjung, program Visit Batam ini juga menargetkan wisatawan luar negeri sebagai bidik sasaran. Struktur tata kota Batam yang semakin baik, letak wilayah strategis, dan keberagaman suku namun tetap rukun, menambah kepercayaan publik akan potensi Batam sendiri sebagai daerah wisata.

Buat kamu yang punya rencana untuk menghabiskan libur bersama teman atau keluarga, tak ada salahnya mampir ke beberapa tempat cantik di bawah ini!

1. Taman Wisata Alam Muka Kuning, sebentuk oase di tengah ratusan hutan beton yang menjulang5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai
Taman wisata yang dikelilingi oleh pepohonan rindang ini berada di lokasi konservasi alam seluas 2.065,65 hektar. Meski telah ditetapkan sebagai hutan wisata melalui SK. Menhut No.427/Ktps-II/1992 Tanggal 5 Mei 1992 tak lantas membuat lokasi ini dikenal luas di masyarakat begitu saja. Dibutuhkan banyak usaha untuk memperkenalkannya ke khalayak umum.

Menawarkan pemandangan hutan hujan tropis dikelilingi oleh waduk yang tersambung dengan DAM Muka Kuning, Taman wisata ini hanya berjarak 3-5 kilometer dari jalan raya utama Batam Centre. Meski trek hiking utamanya masih tanah namun terbilang landai dan aman. Tidak perlu khawatir jika ingin membawa anak ikut serta karena sudah disiapkan area untuk beristirahat.

Fasilitas umum seperti toilet dan mushala juga bersih. Untuk menambah wawasan tentang konservasi alam, kita bisa memasuki Rumah Edukasi yang di dalamnya banyak buku yang bisa kita baca sembari berbincang-bincang santai.

Taman Wisata Alam ini sendiri menawarkan beberapa objek berupa air terjun, waduk muka kuning, Telaga Bidadari dengan air yang tampak jernih, dan panorama alam hutan. Bermacam ekosistem yang tidak pernah kita lihat sebelumnya hidup disana. 

Laiknya hutan konservasi, tentu terdapat flora dan fauna yang sudah jarang kita temui di lingkungan kita sehari-hari. 

Jika kamu berniat berkunjung ke sini, ada rute yang bisa diambil, yaitu:

  • Dari Jakarta ke Batam menggunakan pesawat udara 1,5 jam, untuk selanjutnya dari Bandara International Batu Besar-Hang Nadim ke lokasi kawasan TWA Muka Kuning dapat menggunakan transportasi darat (taxi, dll.) sekitar 45 menit.
  • Dari Jakarta ke Batam dapat juga menggunakan kapal laut sekitar 24 jam atau Jet Voil sekitar 17 jam, untuk selanjutnya dari pelabuhan Sekupang ke kawasan TWA Muka Kuning menggunakan transportasi darat taxi sekitar 20 menit.
Tertarik ke sini?

2. Menikmati suasana pinggir laut di Mega Wisata Ocarina dengan spot foto yang beragam bersama orang terkasih5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai
Terbilang satu-satunya mega wisata yang menawarkan konsep pinggir pantai dengan banyak wahana permainan lengkap yang bisa dicoba sesuai keinginan. Eits, buat kamu yang suka berfoto, tempat ini surganya! 

Tak perlu bingung mau ngapain aja di sini karena tidak akan membosankan. Wahana permainan seperti fun bike, 360 Madness, water park, bianglala raksasa setinggi 25 meter, spin tower, robot rail, flying fox, trampolin, dan masih banyak lagi wahana permainan untuk keluarga. Tak terasa hari sudah menjelang sore. Jika tidak menyukai permainan menantang seperti di atas, tak mengapa!

Karena di kawasan seluas 40 hektar ini kamu bisa mencari spot berswafoto yang instagramable. Di tempat ini juga berjejer stan penjual makanan yang murah namun tetap enak. Atau kalau mau hemat, bisa bawa makanan sendiri dari rumah. Fasilitas umumnya tidak usah diragukan, lengkap dan bersih tentu saja.

Di pagi hari, akan banyak kita temui pengunjung yang berolahraga di sini, entah itu hanya jogging santai, bersepeda, maupun kumpul komunitas yang hampir selalu ada setiap minggunya. 

Tiket masuk mulai dari Rp.10 ribu untuk anak dan Rp. 15 ribu untuk dewasa. Selanjutnya hanya membayar sesuai dengan wahana yang ingin kita masuki.

  • Harga Tiket Masuk Ocarina Batam

    Sepeda Single / Park Train
    Rp15.000
    Sepeda Tandem / Sky Runner / Happy Rocking Bus
    Rp30.000
    Climbing Net / Giant Wheel / Trampoline
    Rp15.000
  • Jam Buka Mega Wisata Ocarina Batam
    Senin – Sabtu
    10.00 – 22.00 WIB
    Minggu
    06.00 – 22.00 WIB
Kawasan wisata ini berada di Jalan Bunga Raya, Bengkong, Kota Batam. Mega Wisata satu ini menjadi lebih menarik lantaran lokasinya yang berada di tepi pantai. Letaknya juga strategis yaitu hanya sekitar 1 km dari Pelabuhan Batam Centre. 

Ada dua rute menuju ke tempat ini:

  • Dari Bandara Hang Nadim menuju lokasi hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit melalui Jln. Raja Isa.
  • Dari pelabuhan Sekupang ke kawasan Mega Wisata Ocarina ini menggunakan transportasi darat taxi sekitar 30 menit melalui daerah Tiban.
3. Kampung Terih Nongsa menjadi tempat perberburuan sunset sembari menapak ulang sisa sejarah5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai
Bagi kamu yang menyukai wisata alam, Kampung Terih di Nongsa ini bisa menjadi alternatif. Konsep yang ditawarkan adalah ecowisata yang mencakup wisata pantai, hutan mangrove, budaya serta sejarah. Objek wisata andalan tempat ini adalah pelantar kayu sepanjang 75 meter hingga menjorok ke arah laut. Sembari menikmati keindahan sunset yang memerah kita bisa mengabadikannya lewat lensa kamera.

Di dalam lokasi bakau juga terdapat pelantar kayu sepanjang 100 meter mengitari mangrove. Selain itu juga terdapat pilihan pasir putih bagi yang suka berjalan bertelanjang kaki. Area bakau pantai ini juga dijadikan tempat camping yang mampu menampung 20-30 tenda. Suasana tenang saat matahari mulai turun berganti dengan orkestra alam dari suara hewan-hewan hutan. Cahaya dari api unggun menambah kesan temaram.

Jika menyangkut dengan sejarah, Kampung Terih ini dulunya digunakan oleh tentara Jepang sebagai basis pertahanan di masa perang dunia II. Mereka membangun gudang senjata di sepanjang pesisir pantai. Sisa-sisa bangunannya masih bisa kita saksikan.

Lokasi seluas 12 hektar ini awalnya diperkenalkan ke khalayak ramai oleh sekumpulan anak muda yang tergabung dalam komunitas penjelajah alam Kepri (PARI) yang merupakan bagian dari anggota Genpi Kepri dan Genpi Batam. Genpi adalah singkatan dari Generasi Pesona Indonesia yang berada di bawah naungan Kementrian Pariwisata.

Tak hanya sebagai tempat wisata alam, di Kampung Terih ini juga terdapat lokasi penyelamatan satwa, penyu dan elang laut. Untuk saat ini, fokus utama adalah menyelamatkan penyu hijau dan penyu sisik yang banyak terjaring jala nelayan. Hewan ini kemudian dilepas ke laut sesuai habitat aslinya.

Jangan lupakan bahwa tujuan utama berwisata selain menikmati keindahan alam, berswafoto sudah seperti agenda wajib. Di tempat ini, sepanjang pelantar yang kokoh berdiri di atas laut kita bisa sepuasnya membidikkan kamera. Spot berfoto yang menjadi primadona adalah rumah pohon dengan anak tangga yang terbuat dari bambu. Bagi yang takut ketinggian, masih ada banyak tempat lain yang menarik.

Tiket masuk ke area wisata ini Rp5.000 per orang, dan untuk parkir kendaraan cukup Rp2.000 untuk mobil dan Rp1.000 untuk sepeda motor.

Cukup murah, bukan?

4. Tempat bersejarah bekas pengungsi Vietnam yang berlumur kisah pilu5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai
Pernah menonton film Rambo?

Kejamnya pembantaian dalam perang Vietnam di masa itu sepertinya bukan hanya isapan jempol belaka. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya para pengungsi Vietnam yang memilih mencari selamat ke negara entah berantah yang sebelumnya belum pernah mereka injak.

Tahun 1979 - 1996 PBB melalui UNHCR bekerja sama dengan pemerintahan Indonesia untuk menampung lebih dari 250 ribu jiwa yang tidak mau kembali ke negara asal mereka karena ketakutan yang dalam. Meski banyak bangunan tua yang rusak dan tidak terselamatkan lagi, namun fakta kelam serajah masih terdokumentasi lengkap di Museum Kampung Vietnam ini.

Ratusan gambar keterangan rinci terpampang di setiap dinding museum. Ornamen dan perkakas di masa itu juga masih dipajang hingga kini. Miniatur tata lokasi serta keterangan serinci-rincinya dibingkai di dalam kaca besar di tengah ruangan. Pertanda bahwa di sana, mereka, ratusan ribu jiwa itu diperlakukan dengan sangat manusiawi.

Di atas lahan seluas 80 hektar itu, segala fasilitas dilengkapi. Tempat tinggal, rumah ibadah, sarana olahraga, rumah sakit, taman bermain, bahkan tempat pemakaman umum disediakan.

Mungkin itu jualah yang menjadi sebab mereka memilih membakar diri beserta kapal yang akan memulangkan mereka kembali ke Vietnam. Mereka memilih mengakhiri hidup dengan sukarela daripada harus mati disiksa oleh kebengisan tentara komunis Viet Chong yang tengah berkuasa.

Daerah ini kemudian dipugar pada awal 2000-an. Meski tak banyak bangunan terselamatkan karena digerus usia dan lapuk dihantam cuaca, beberapa bangunan utama seperti rumah ibadah, area pemakaman, monumen perahu yang berdiri tepat di atas lokasi pembakaran kapal ketika mereka menolak pulang, masih berdiri seolah menolak untuk hancur.

Tertarik dengan wisata sejarah dan rumor horor yang ada di tempat ini? Hanya perlu membayar 8 ribu perorang dengan tambahan tiket masuk 25 ribu rupiah untuk mobil dan 10 ribu rupiah untuk kendaraan roda dua.

Rute menuju tempat ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat memakan waktu sekitar 1,5 jam via Jembatan Barelang dengan jarak 50-60 kilometer dari pusat kota.

5. Berwisata sambil mengisi kembali ketenangan rohani di Kota Batam5 Tempat Wisata di Batam Ini Bisa Jadi Pilihan, Gak Melulu Pantai
Sebagai masyarakat majemuk yang tinggal dan hidup berdampingan tentu kita tidak bisa lepas dari bantuan orang lain. Tetangga kiri dan kanan tentu saja berbeda dengan kita. Baik dari segi pikiran, ideologi maupun kepercayaan.

Di Batam, perselisihan antar golongan bisa dikatakan hanya ditemui satu atau dua kasus mengingat bahwa betapa beragamnya suku dan budaya yang dibawa oleh masyarakat pendatang sejak dulu kala.

Perselisihan dan bentrok antar umat beragama tidak pernah ditemui di sini. maka dari itulah, pemerintah kota Batam berinisiatif untuk tidak memandang sebelah mata persoalan religi ini.

Di Batam sendiri terdapat banyak objek wisata religi dari berbagai agama. Sebut saja gereja di Kampung Vietnam yang kembali dipugar, Vihara Vihara Pa Auk Tawya di Jembatan Empat Barelang, juga Masjid yang baru saja diresmikan sebagai Masjid terbesar di Kepri: Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batu Aji.  

Semua itu tentu bisa dijadikan pilihan ketika mengunjungi beberapa lokasi wisata utama ketika berkunjung ke kota ini.

Tidak perlu khawatir karena semua tempat ibadah ini gratis tanpa dipungut biaya apapun. Namanya juga tempat ibadah, masa iya mau dikomersilakn. Betul, kan?

Nah, jadi jika kamu kebetulan mampir ke Batam, jangan lupa kunjungi tempat-tempat ibadah yang sesuai dengan kepercayaanmu ya.

Selamat jalan-jalan.


Sumber : https://www.idntimes.com/travel/dest...mpaign=network

---



×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di