alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
(Kalau Tak Mampu) Haruskah Memaksakan Diri Kuliah di Luar Negeri?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc265607e3a7218e136afbd/kalau-tak-mampu-haruskah-memaksakan-diri-kuliah-di-luar-negeri

(Kalau Tak Mampu) Haruskah Memaksakan Diri Kuliah di Luar Negeri?


(Kalau Tak Mampu) Haruskah Memaksakan Diri Kuliah di Luar Negeri?


Sedang hangat dibicarakan oleh warganet sebuah campaign penggalangan dana yang dilakukan oleh Rumah Zakat di platform kitabisa.com tentang seorang lulusan SMAN 5 Kediri bernama Nuryanti Novitasari, akrab disapa Novi, yang ingin kuliah di Turki namun tidak memiliki biaya. Rumah Zakat kemudian meminta orang-orang untuk mengumpulkan donasi demi mewujudkan impian Novi.

Tentang Novi, dia adalah lulusan SMA di tahun 2018 dan sudah mencoba berbagai macam seleksi masuk PTN mulai dari SNMPTN, PMDKPN, hingga SPANPTKIN. Belum beruntung rupanya, tak ada satupun dari seleksi itu berhasil membawa Novi menjadi mahasiswi. Setelah setahun rehat, Novi kembali berusaha mengikuti seleksi di 2019 dan tetap tidak lolos.


Quote:


Demikian informasi yang ditulis di laman donasi kitabisa.com

Sekilas mungkin penggalangan dana ini terlihat innocent. Seperti halnya penggalangan dana lain yang ada di platform tersebut. Namun kemudian muncul pertanyaan dari warganet: kalau tidak mampu, haruskah  memaksakan diri untuk kuliah di luar negeri?

Memang sih sah-sah saja untuk bermimpi setinggi langit. Kita juga nggak boleh mematahkan mimpi seseorang untuk menuntut ilmu sampai ke Negeri Turki karena dia toh sudah diterima di universitas tersebut. Sayangnya campaign donasi yang dilakukan oleh Rumah Zakat ini justru menjadi bumerang buat mereka, juga buat Novi.

Quote:


Quote:


Akun Twitter @SukaSkinker kemudian menuliskan pendapat sekaligus kritiknya terhadap Rumah Zakat selaku pembuat campaign untuk Novi tersebut dengan membeberkan beberapa alasan kenapa Novi tidak harus memaksakan kehendaknya untuk kuliah di Turki. Salah satunya masih banyak Perguruan Tinggi di Indonesia yang secara urutan ranking dunia jauh di atas urutan universitas yang menerima Novi di Turki.

Akun yang sama juga menyinggung masalah biaya yang dibutuhkan Novi dengan bilang: 

Quote:


Sekali lagi nggak ada yang salah dari keinginan Novi untuk berkuliah di luar negeri dan usahanya buat bisa mewujudkan mimpinya itu. Tapi di sisi lain TS merasa Rumah Zakat mengambil cara yang kurang tepat menggunakan kitabisa.com dan meminta donasi masyarakat untuk membantu Novi.

Nah, bagaimana menurut kamu GanSis?

Diskusikan pendapat kamu apakah kamu setuju dengan metode campaign seperti ini atau kamu tidak setuju dan punya saran serta masukan yang berfaedah?

Komeng yuk!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cigro dan 21 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
Setuju sih gan, asalkan nantinya kalau sepulang kuliah ilmunya bisa bermanfaat bagi banyak orang.
btw, model funding gini lagi rame yah.. mungkin ke depannya akan ada penggalangan dana menikahkan si A dan si B emoticon-Cool.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mangkussangkil dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh drumss
Semoga cepet menemukan titik terang nih, dibalik itu mampu atau tidak semoga tetap bisa melanjutkan cita citanya
emoticon-Kiss
profile-picture
king.aslan memberi reputasi
boleh2 saja kok kuliah di luar negeri tapi kalo emang mampu atau dpt beasiswa full... kalo gak, jadi beban siapa nantinya? iya kalo abis kuliah pulang dan membangun negeri sendiri... kalo kemudian malah stay & kerja di sana piyeee?
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan monkeydragonrf memberi reputasi
kalo dilihat dari penjelasannya sih, si novi ini keterima jalur mandiri ya bukan beasiswa. sebenernya sah sah aja punya cita cita yang tinggi asal dibarengi dengan usaha. mungkin kalo belum mampu untuk kuliah di luar negri bisa coba cari cari beasiswa di indonesia baik ptn maupun pts, berusaha sebisanyaa. siapa tau pas s2 bisa dapet beasiswa ke luar negeri yakannn ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estilo.com dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dndrnasya
Lihat 1 balasan
Nggak setuju. Jelas2 beasiswa banyak kenapa harus ambil donasi, apa karena kurang pintar kali?? Ya kalo gitu jangan maksain kuliah diluar negeri apalagi ambil mandiri.

Yg ane takutin karena dia pake uang donasi takutnya nggak cukup eh disana dia jatuh miskin akhirnya jadi psk buat biayain kuliah. Mending cari beasiswa deh uangnya pasti stabil dan tetap
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kuasputih dan 16 lainnya memberi reputasi
Semoga donasinya nggak terkumpul/nggak jadi supaya dia nggak kuliah di turki, di Indonesia banyak ptn yang lebih bagus

Soalnya dari jalur masuk saja jalur mandiri -- artinya dia mampu (seharusnya)

Kenapa nggak cari beasiswa aja. Apa karena nggak qualified. Artinya jangan memaksakan diri dong.

emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kuasputih dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Setuju aja gan, apabila dlm donasi tsb tidak terkesan untuk memaksa. Tidak ada salahnya kok kita membantu mewujudkan keinginan atau cita-cita org lain walaupun keinginan kita pun blm terpenuhi. Semoga kebaikan yg diberikan oleh kita kepada Novi akan terus mengalir, dan semoga dapat dimanfaatkan baik oleh Novi untuk mengejar cita-citanya emoticon-Cendol Gan
Balasan post dompetjadipeci
Sedikit setuju dgn agan ini, kalaupun ada donasi yg terkumpul kita mungkin bisa meminta transparansinya gan. Jadi apapun yg terjadi berikutnya semoga menjadi hikmah bagi siapapun
Balasan post dndrnasya
Sangat setuju dengan agan ini
nyesel dulu waktu awal kuliah ga minta bantuan donasi pake "twider, du yor mejik". padahal aku dapet ptn baik di pulau jawa. karna minimmya uang dan tidak tega liat org tua susah payah nyari duit. inisiatif nyari kampus deket rumah yg murah-meriah.
emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
andyarishu dan yus.mnrg memberi reputasi
Gantungkan cita-citamu setinggi langit, kalo gak kesampaian, turunin dikit.
emoticon-Leh Uga
profile-picture
nailts2 memberi reputasi
iya sekolah tinggi dalam negeri banyak kok yg terjangkau
cuma ya begitu deh
Kerja ada gak gan? Ke jepang/amerika? emoticon-Bingung
Klo nasional aja ga bisa nembus, gmn internasional?

Mending ikut BLKD aja, gratis
ya sesuai kemampuan saja kl gitu emoticon-Big Grin
Quote:


Ane setuju sama pendapat sista ini. Dari awal yang bersangkutan mendaftarkan diri lewat jalur mandiri, tidak melalui suggest yayasan manapun atau beasiswa manapun. Kemudian kalo beasiswanya berasal dari "urunan" menurut ane itu udah nggak keitung beasiswa lagi sih, lagipula rincian dananya hanya untuk setahun pertama.

Padahal di Indonesia sendiri masih banyak PTN maupun PTS dengan ranking yang lebih baik dibandingkan dengan Univ pilihan yang di Turki. Lagipula di Indonesia sendiri beasiswa juga bertebaran kok. Punya cita-cita tinggi itu sungguh baik, tapi harus realistis.
profile-picture
profile-picture
eriksa dan kuran26 memberi reputasi
Smoga tercapai cita-citanya. Walau kadang kenyataan berkata lain. Itu masih jadi misteri.
"Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik"
Patrick
...suka2 yang punya duit mau kasih duit ke tuh anak tau kagak......tapi ya tolong si novi apalah kasih tanda bintang kecil dengan tulisan...klo tuh duit dipake buat senang2...mabuk2kan miras, narkoba apa kek...ga bisa diminta balik lagi ya...mau donasi itu syarat pentingnya mesti ikhlas!


jijik sumpah liat keparat2 kasih duit bilang sumbangan begitu disalahgunakan sama yang disumbang langsung bacot kek dia yang punya kavling di surga..memuakkan ! emoticon-fuck
Halaman 1 dari 10


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di