alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Respons Kemendagri soal FBR Minta Kelola Parkir Minimarket
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc0d5b1f4d695168f6a2c03/respons-kemendagri-soal-fbr-minta-kelola-parkir-minimarket

Respons Kemendagri soal FBR Minta Kelola Parkir Minimarket

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa tiap organisasi kemasyarakatan (ormas) berbadan hukum berhak memiliki usaha-usaha lain namun harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan untuk merespons Front Betawi Rempug (FBR) bersama sejumlah ormas gabungan yang menuntut pengelolaan parkir di sejumlah minimarket di Kota Bekasi.

"Kalau di undang-undang kan jelas tugas dan fungsi ormas kan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kalau misalnya ada usaha-usaha bisa saja, tapi harus sesuai aturan," kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Bahtiar saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/11).


Lebih lanjut, Bahtiar mencontohkan ormas Muhammadiyah turut memiliki unit usaha lain di luar kegiatan keagamaannya. Misalnya, rumah sakit maupun universitas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk kasus di Bekasi, Bahtiar belum bisa berkomentar banyak soal polemik lahan parkir yang diributkan ormas-ormas di kota bekasi.


Bahtiar hanya mengatakan masih harus melakukan klarifikasi lagi. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ormas itu adalah urusan domestik pemkot bekasi.

"Perparkiran bisa saja di pihak ketiga kan, di mal kan, di pihak ketiga oleh swasta. Nah kalau [perparkiran] ini dikasih ke pihak ketiga oleh ormas, bagaimana pengaturannya, itu internal pemda lebih tepatnya. Makanya lebih tepatnya ditanyakan ke teman-teman pemda. Saya enggak bisa respons dulu. itu wilayah Pemda," kata Bahtiar.

Sebelumnya, FBR Kota Bekasi menjadi sorotan publik usai aksi demo menuntut pengelolaan parkir sejumlah minimarket di Kota Bekas, pekan lalu.

Ketua FBR Kota Bekasi Noval Said mengatakan aksi unjuk rasa pada 23 Oktober 2019 itu berawal dari penolakan salah satu pengelola minimarket di Bekasi dengan kehadiran juru parkir dari pihak ormas. Noval mengatakan pihaknya merasa terusir oleh pengusaha tersebut yang dituding memiliki beking aparat mulai dari polisi hingga TNI.

"Kami sebagai putra daerah merasa tersinggung. Padahal juru parkir yang kami tempatkan punya payung hukum. Kita sudah berkoordinasi dengan Bapenda, melalui UPTD kecamatan Rawalumbu. Kami pun bagikan hasil pengelolaan parkir," kata Noval.


https://cnnindonesia.com/nasional/20...kir-minimarket

banyak ormas di indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
njiiirrrr, makin banyak kang parkir, masuk kagak ada keluar nongol.....emoticon-Traveller
profile-picture
lapetbasi memberi reputasi
Quote:


Pertanyaannya :
Emg pengusaha minmar nya ada yang minta juru parkir dari ormas???


Yang ada ormasnya duluan yg datang waktu minmarnya baru buka sambil maksa naro jukir di sono emoticon-Mad

Mending naro mesin parkir dari pemda / secure parking aja sekalian emoticon-Mad:
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Diubah oleh wen12691
Lihat 1 balasan
Banyak minimarket juga
makannya di australia ada lembaga negara yang fokus nya mengurus ormas atau LSM ,

sehingga mereka fokus non profit , transparansi keuangannya tinggi , dan jelas , kalau memang non profit ya non profit ,

jangan ngakunya non profit tapi memperkaya diri .

hahaha

profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
Ormas yg mengganggu keamanan seharusnya ditindak tegas, tidak boleh dibiarkan.
Bagaimana investasi mau masuk jika banyak pungli di lapangan
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan rinso.biroe memberi reputasi
orsam itu bukan ormas


aka organisasi sampah
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan mana.mana.aja memberi reputasi
masih heran dgn mendagri
ormas2 yg sering berantem di sumut gr2 rebutan lahan parkir sampe menimbulkan korban masih aja dipiara
tutup mata kah?

knpa g mencontoh jepang yg mematikan usaha yakuza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hantupuskom
Lihat 1 balasan
bekasi itu paling gede ya itu FB* dan GIB**, 1 lagi P* dan sisanya cecunguk liar yg bisa kesana kemari.
ini baru parkir, belum org mau bangun rumah diminta jutaan buat pengamanan

kota bekasi ini ga bakalan maju kalo ga ada developer perumahan...gw bs jamin itu, kalo mau bukti makin jauh dari developer perumahan, makin ga ada pembangunan berarti. bukti nyata lainnya, jalan didepan stasiun bekasi dari jaman bejita sampe teletabis pun segitu2 aja dan macetnya ya begitu2 aja, yg dibenerin ya didepan kantor walikota doang. sisanya ancur, masih mending kabupatennya bekasi...mereka nyedot duit dari kawasan industri, tp ormasnya tetep blangsak

berterima kasihlah kota bekasi sm KHI yang pertama kali buka akses dan terisolirnya warga Pondok Ungu, Babelan dll..
berterima kasihlah kota bekasi sm summarecon.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
meooong dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dr.anonymous
Lihat 3 balasan
Balasan post wen12691
Quote:

Pertanyaan yang salah emoticon-Big Grin
Harusnya "Memangnya pengusaha mini market pengen lahan parkir nya musti bayar?"
Semua pengusaha mini market maunya parkir mereka gratis spy orang seneng belanja nya emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 6 lainnya memberi reputasi
sekarang tinggal jawab aja, urusan restribusi parkir itu wewenang siapa dan pertanggung jawab hasil pungutan itu bagaimana, ini sama saja kolusi dan korupsi berjamaah emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
abau. dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Balasan post dr.anonymous
Quote:


Pertama kali ke lewati summarecon bekasi, wah bekasi udah bagusemoticon-Matabelo

Lewat metropolitan mall yah luamayan lah emoticon-Matabelo

Selain 2 itu.... hadeh emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
Balasan post dr.anonymous
ehm...? org KHi kan ente bre ?
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Padahal mendagri-nya udah mantan Kapolri.

Bukan-nya ormas makin takut.

Malah makin ngelunjak.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post dr.anonymous
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Balasan post ssgbaik
Mau siapapun mendagrinya, selama gak pernah ditindak mereka gak pernah akan takut.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Balasan post mentigi
@mentigi

Terus apa guna-nya Mendagri kalo ga mau nindak ormas kaya gini.?

Apalagi mendagri-nya udah mantan Kapolri.

Seharus-nya lebih galak lah.

Ini malah lebih lembek daripada tato kumodo kemaren.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Pertama itu cek tuh ormas terdaftar resmi gak di kemendagri, kedua lo cek ormasnya sendiri itu rekam jejaknya gimana, udah melakukan apa saja. Kemudian lu cek gimana mereka mengorganisir dirinya, terutama soal atur keuangan. Kalau gak punya laporan keuangan yang bener, jangan kasih mereka wewenang pegang uang. As simple as that!

Gw tahu lu pada kerjanya kek keong, ormas sudah ada dari dulu, kelakuannya udah aneh-aneh sejak dulu, tapi gak kunjung juga lo pada bikin aturan untuk mengatur bagaimana sinergi ormas dengan pemerintahan dalam kegiatan yang ada uangnya. Di DKI sekalipun aturan utk hal ini masih belum ada.
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
tukang rusuh, males kerja dikasih jatah parkir (duit instan) ini ama aja mengembang biakkan preman dan pemalas2.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
setau ane, minimarket yang ginian pasti ada lahan parkir di atas tanahnya sendiri.. jadi apa hak pemkot dan ormas ngurusin parkir di atas tanah pribadi...
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Pernah jaman booming tahu pedas gerobakan, ada tukang parkir juga loh
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di