alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Apa Kabar? Ku Harap Kau Tak Baik-Baik Saja
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc05e7228c991487236222d/apa-kabar-ku-harap-kau-tak-baik-baik-saja

Apa Kabar? Ku Harap Kau Tak Baik-Baik Saja

Quote:


Hai !! emoticon-norose 


Masih tentang kamu, sejujurnya aku tetap tak mengerti siapa yang meninggalkan siapa. Siapa yang mengharapkan siapa, aku hanya mengerti satu hal, bahwa aku pasti akan luruh saat kau pinta aku kembali. Seperti biasa, kau sering datang dan lebih sering pergi. Aku tak tahu mencintaimu itu apa, kaupun tak tahu menghargaiku apa.
Apa Kabar? Ku Harap Kau Tak Baik-Baik Saja


Aku sadar sedari awal bahwa semua hanya tentang apa dan mengapa. Aku hanya tak punya otak untuk melepas dan mencoba berhenti. Sekarang aku telah pergi, kau bahkan tak sadar bukan? Karena kau juga pergi. Bahkan mungkin kau duluan yang pergi. Bedanya kau pergi dan pasti kembali, aku yang tak pernah pergi mungkin takkan pernah juga kembali setelah pergi.

Harapanku ketinggian sayang !

Aku berharap kau akan merindu dan mencari keberadaanku. Nyatanya kau melebarkan sayap dan terbang sebebas-bebasnya kemanapun kau mau. Sedang aku di sini terbungkuk, sendirian, kesepian dan merindukan sosokmu.

Kamu Jahat ! 


Kau selalu berperan seakan kau satu-satunya korban dalam cerita ini. Begitu juga aku. Kemudian aku berpikir jika sama-sama merasa sebagai korban lalu siapa tersangkanya? Biasanya sesama korban perasaannya sama, mengapa tidak dengan kita? Unik ya kita ini.emoticon-breakheart


Dari sekian jauh jarak kita, sekian lama perpisahan kita. Adakah kau berniat mengabariku tentangmu? Seperti yang kau lakukan setiap malam sebelum kau tidur, bercerita hal yang tak penting bagiku sebenarnya.

Apa kabar kamu?
Sehat?
Ku harap ragamu sehat, otakmu sehat, tapi tidak dengan hatimu. Bukannya aku bermaksud jahat, hanya saja pikiran egoisku menginginkan ini. Agar kau kembali dan bersandar padaku. Tenangkan dirimu di bahuku, tidur dan terlelap hingga lambat laun kau sadar bahuku adalah satu-satunya yang paling nyaman.

Apa Kabar? Ku Harap Kau Tak Baik-Baik Saja


Aku tak tahu apakah alasanmu masih sama seperti dulu, tentang bagaimana takutnya kau akan hubungan yang tak ada ujungnya ini. Bagaimana kau takut penilaian orang-orang, bagaimana kau takut hatimu kembali sakit apabila nanti tetap tak bisa bersama.

Tapi kau tahu tidak? emoticon-Turut Berduka
Aku juga takut. Aku juga sakit di sini.
Hinaan orang bertubi-tubi terhadapku. Penilaian buruk orang lain sudah menjadi makanan sehari-hariku. Permintaan untuk berhentipun sudah sering ku dengarkan. Doa-doa buruk orang lain terhadap kita bahkan tak lagi membuat aku semerinding dulu.

Tapi satu hal. Bagaimana kita tahu jika belum dicoba? Kenapa tak mencoba menembus batas itu? Sekalian saja kita sakit, habiskan semuanya. Aku lebih suka mencoba dan gagal daripada tidak mencoba dan bertanya seumur hidupku. Tak tahulah dengan dirimu.

Oleh karena itu ku harap kau tak baik-baik saja agar kau mencoba. Apalagi alasanmu? Sebagian orang terdekatku bilang kamu jahat, dan aku seperti pengemis yang meminta kepastian akan sebuah kebebasan dari yang bukan seharusnya.

Simple, mereka bilang aku bodoh.

Quote:


saat jatuh cinta
otak lupa bagaimana dia seharusnya
semua tugas terserahkan begitu saja ke bagian tubuh yg lebih lunak,
tanpa pelindung sekeras tengkorak,
maka dari itu "bagian" itu pun sangat lah mudah untuk rusak
kuatkan hatimu seperti dinding piramid atau cangkang kerang dewasa.

lakukan banyak kebaikan kpd org lain agar kau melupa,

lupa akan dia yang membuatmu mnjd pengemis.

pria yang baik tidak akan meninggalkan,

pria yang peduli tidak akan lari,

justru ia selalu menemani, saat duka maupun suka


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di