alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Mau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dbf7c5afacb957fb61bf99a/mau-liburan-kebandung-waspadai-5-daerah-langganan-banjir-ini

Mau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini

Mau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini

Bandung, IDN Times - Memasuki musim hujan, sejumlah daerah di Kota Bandung bersiap-siap kena banjir. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadan Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Sihar Pandapotan, mengatakan beberapa wilayah Kota Bandung memang sering dibanjiri air ketika hujan lebat datang.

Namun, menurut dia, banjir tidaklah bertahan lama. "Bisa dibilang seluruh wilayah Kota Bandung rawan banjir, namun hal tersebut berdasarkan intensitas hujan dan lamanya hujan," ujar Sihar saat dihubungi IDN Times, Minggu (3/11/2019).

Tidak semua daerah di Bandung rawan banjir. Sebagian besar yang rawan ialah  daerah yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurut Sihar, terdapat lima wilayah yang masih langganan banjir yakni Bandung Timur hingga wilayah Barat Kota Bandung dan beberapa wilayah lainnya.

Bagi yang hobi liburan ke Bandung, yuk intip daerah-daerah mana sajakah yang langganan banjir itu? 

1. Wilayah Gedebage dan sekitarnyaMau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini
Wilayah yang terkenal dengan kawasan industrinya Kota Bandung tersebut, ternyata sering menjadi langganan banjir ketika hujan lebat datang. Di daerah ini penuh penduduk dan banyak berdiri pabrik. Setiap hujan lebat datang melanda Kota Bandung, dikatakan Sihar, Gedebage masuk wilayah yang rajin dilanda banjir.

"Gedebage sering banjir, jika hujan lebat, tapi dipastikan tidak permanen ya," ungkapnya.

2. Jalan Pagarsih Kecamatan Astanaanyar dan sekitarnyaMau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini
Masyarakat Kota Bandung sudah familiar dengan Jalan Pagarsih. Tidak perlu ditanya lagi, jalan di Pagarsih kerap kali terputus air hujan tiap kali hujan datang. Sihar mengatakan, kebanyakan banjir dari wilayah tersebut berasal dari luapan air Sungai Citepus.

"Untuk wilayah Pagarsih, Astana Anyar dan sekitarnya, air banyak dari luapan sungai Citepus," kata dia.

3. Wilayah Bandung Timur dan sekitarnyaMau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini
Wilayah Bandung Timur dan sekitanya juga menjadi tempat langganan banjir. Sihar mengatakan, wilayah Bandung Timur, yang kerap menjadi tempat banjir adalah Kecamatan Ujungberung, tepatnya sekitar Rumah Sakit Hermina.

"Wilayah Ujungberung sering juga menjadi tempat langganan banjir, terutama sekitar wilayah yang berdekatan dengan Rumah Sakit Hermina," jelasnya.

4. Wilayah sekitaran Jalan PasteurMau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini
Ketika hujan datang, yang paling sering di laporkan oleh warga net adalah wilayah ini. Ialah Jalan Pasteur, yang memang menjadi pintu masuk Kota Bandung dari arah Jakarta. Selain sering menjadi titik kemacetan, Jalan Pasteur juga selalu dibanjiri air ketika hujan dengan intensitas tinggi.

5. Wilayah pemukiman sekitar AntapaniMau Liburan ke Bandung? Waspadai 5 Daerah Langganan Banjir Ini
Wilayah pemukiman paling banyak digenangi air saat musim hujan adalah wilayah Antapani. Sihar menyebut wilayah ini kemarin, Sabtu (2/11) baru saja merasakan banjir dari intensitas hujan yang cukup tinggi. Namun Sihar kembali menekankan, banjir di wilayah Kota Bandung berbeda dengan wilayah lain. Banjir yang datang di Kota Bandung tidak bersifat permanen, melainkan hanya sesaat.

"Banjir Kota Bandung sifatnya hanya sementara, ini paling lama dua jam," katanya.

Masuk musim penghujan, Sihar menghimbau agar masyarakat yang bermukim di Kota Bandung selalu waspada. Selain itu para pengendara juga harus mempersiapkan alat-alat untuk melindungi dari banjir dan hujan.

"Masyarakat harus bekerja sama memelihara saluran air. Jangan buang sampah sembarangan dan jangan segan menghubungi Diskar PB ketika terjadi apa-apa," tuturnya.


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---



×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di