alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sarankan Jokowi Hapus Pendidikan Agama, Darmono: Identitas Agama Picu Radikalisme
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dbf7518e83c7225b15b69d0/sarankan-jokowi-hapus-pendidikan-agama-darmono-identitas-agama-picu-radikalisme

Sarankan Jokowi Hapus Pendidikan Agama, Darmono: Identitas Agama Picu Radikalisme

Jakarta — Setyono Djuandi Darmono atau orang mengenal dengan sebutan S.D. Darmono menyebut, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah.

“Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda,” kata Darmono usai bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civilizations Together di Jakarta.

Tanpa disadari, lanjut chairman Jababeka Group ini, sekolah sudah menciptakan perpecahan di kalangan siswa. Mestinya, siswa-siswa itu tidak perlu dipisah dan itu bisa dilakukan kalau mapel agama ditiadakan.

Sebagai gantinya, mapel budi pekerti yang diperkuat. Dengan demikian sikap toleransi siswa lebih menonjol dan rasa kebinekaan makin kuat.

“Siswa harus diajarkan kalau mereka itu hidup di tengah keanekaragaman. Namun, keanekaragaman dan nilai-nilai budaya itu yang menyatukan bangsa ini, bukan agama,” tegasnya.

Kalau agama yang dijadikan identitas, lanjut Darmono, justru akan memicu radikalisme. Ketika bangsa Indonesia hancur karena radikalisme, belum tentu negara tetangga yang seagama bisa menerima.

“Kita harus jaga bangsa ini dari politik identitas (agama). Kalau negara ini hancur, yang rugi kita sendiri. Memangnya kalau kita pindah ke negara lain yang seagama, kita bisa diterima, kan tidak. Makanya rawatlah negara ini dengan nilai-nilai budaya, bukan agama,” bebernya.

Dia menyarankan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama harus jadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing (bukan guru di sekolah). Pendidikannya cukup diberikan di luar sekolah, misalnya masjid, gereja, pura, vihara, dan lainnya.

“Kalau mau merawat persatuan dan kesatuan bangsa, itu harus dilakukan. Cuma saya melihat presiden tersandera oleh berbagai macam kepentingan politik. Jika ini tidak diubah, sampai kapan pun agama akan dijadikan alat politik indentitas,” tandasnya.

https://m.jpnn.com/amp/news/darmono-...kan-di-sekolah

Pendidikan Agama, penting atau tidak?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Menurut ane sih yang salah bukan pendidikan agamanya tapi guru atau ustad yang mengajarkannya sudah terpapar radikalisme, jadi ngajarkannya disusupi bumbu-bumbu radikal.. emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sagutumbuk dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Gak penting ah, belajar agama bs di rumah atau pengajian atau doa2 di lingkungan masing2...

Tentu sj yg bener gurunya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 2 lainnya memberi reputasi
Balasan post lupis.manis
Tidak juga, sebenarnya yang salah itu ajaran agama, bukan manusia nya. Manusia cuma bisa menaati apa yg tertulis dan apa yg diperintahkan. Urusan memahami secara benar itu urusan lain, karena jika suatu ajaran sudah benar, niscaya hal hal buruk tidak akan terjadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 9 lainnya memberi reputasi
Quote:


Anu.. penafsiran ayat atau kaidah yang keliru bisa juga membawa orang jadi radikal atau beringas.

Tetep sih, menurut ane yang salah guru atau ustadnya. Makanya jangan sampai salah pengajian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nevorom dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Salah coy
Bukan di hapus
Tapi materi yg diajarkan + pengajarnya lebih diawasi jng sampai jd salah persepsi ( ya disesuaikan juga dengan audiensi nya : entah itu anak2 / remaja )
+ Di lebih tekankan juga masalah toleransi dlm pelajaran agama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
raafirastania26 dan 3 lainnya memberi reputasi
Ngerasa gak sih lama lama indonesia mirip negara sekuler
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Selama ini paham radikalisme justru didapat dari pengajian-pengajian di luar sekolah. Justru peran pemerintah bisa menangkal radikalisme siswa lewat pelajaran agama di sekolah. Bikin kurikulum yg bener, bikin pelatihan guru agama... Piye to...
profile-picture
Newbie2010 memberi reputasi
Diubah oleh ev103
justru kalo pendidikan agama ga di kontrol kurikulumnya melalui sekolah malah akan menjadi alat yg ampuh buat kaum radikal.... justru harus perketat pengendalian atas pengajar dan kurikulum pendidikan agama emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
raafirastania26 dan magelys memberi reputasi
Pendidikan Agama disekolah sebagai Penangkal Radikal Bebas
ga usah dihapus ah lebay. nanti dihapus timbul radikalisme terhadap item yang lain, lo minta agama jadi prioritas. gitu aja ampe kiamat bongkar pasang. kasih rumus yang tepat dong.
dalih yg ngawur.

dimana-mana kan memang ada yang namanya genk genkan. di masyarakat, disekolah, dikampus bahkan cakupan besar ada komunitas/ asosiasi/serikat atau yg sejenis. pilihan parpol juga masuk kategorinya.

kehidupan selama di kampus juga ada yg beda agama. dan fine fine aja. kalau ada beda pendapat kadang debat tapi setelah beberapa waktu bakal baikan lagi. ada yg jadi penengah biar gk gaduh. masih dlm taraf yg wajar.
karena beda agama kadang statementnya 'it s not my business'.
orang ini bener
tp terlalu progresif

mgkn minimal 10 tahun lagi baru bisa dipake sarannya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan sweetjulia memberi reputasi
Lihat 1 balasan
terlalu overdosis kecanduan beragama cenderung jadi radikal paok

negara yg mayoritasnya overdosis beragama itu tak bisa maju hebat di dunia ini
Balasan post dwiatmaja
Untuk negara Indonesia tidak 10 tahun, mungkin bisa 100 tahun. Mengingat yg mabuk agama masih sangat banyak
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan sweetjulia memberi reputasi

jelas salah kurikulum pendidikannya,
karena selama agama masuk kurikulum pendidikan, pasti akan menjadi celah penyebaran radikalisme agama


ibarat subsidi BBM,
selama masih ada subsidi BBM, pasti akan penyimpangan BBM subsidi ke industri,
bukan serta merta dikatakan salah oknum yg melakukan penyimpangan,
tapi salah system yg membuat celah penyimpangan itu terjadi

profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan sweetjulia memberi reputasi
kalo ane lbh setuju basmi radikalisme.
kesaktian pancasila jilid 2

emoticon-Traveller emoticon-Jempol


kembalikan semuanya pd tujuan diturunkannya agama.
kalo ada yg radikal, intoleran,
itu berarti bukan agama
krn agama bukan utk menjadikan seseorang spt itu.
wajib di basmi lah, yg spt itu..
profile-picture
profile-picture
lupis.manis dan raafirastania26 memberi reputasi
Diubah oleh yesknow
Balasan post kecol.kecol
Quote:




masa ? coba bandingkan dgn bbrp thn lalu sebelum reformasi,
indonesia sekarang sudah lebih religius radikal dan konservatif di banding dulu

nonton film warkop dulu di youtube, wanita pakaian seksi aja, biasa2 dulu,
masih ingat sinetron metropolis happy salma, jihan fahira yg pakai baju2 seksi mengambarkan realita kehidupan metropolis,

bandingkan sinetron sekarang penuh dgn pakaian islami yg religius dan kelihatan berkelakukan baik,
tapi realitanya bertolak belakang, yg berpakaian religius justru penuh kebencian



penddikan agama di sekolah, masih akan terus dipertahankan kaum religius untuk mendoktirn dan mencuci otak anak2,
agar mereka bisa menjadi member agama sesuai keinginan mereka,
tanpa pencucian otak di sekolah2, anak2 tidak akan memilih masuk agama mereka


intinya ada kepentingan politik yg besar dgn pendidikan agama disekolah, maka pendidikan agama terus ngotot di petahankan
semua dgn dalil alasan moral dan sosial yg sebenarnya sama sekali tak berhubungan dgn agama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh donfck
pendidikan agama harusnya berorientasi pada peran murid dalam kehidupan sosial, pendidikan islam misalnya harus mengajarkan muslim menjadi muslih, bukan soleh emoticon-Mad
Jangan agamanya yang dihapus tapi tuh guru agama yang ngajarin radikal yang harus dihapus.Coba survei ke sekolah di Jabar,Riau,Sumbar,Aceh,Kalsel,Sulsel,Banten pasti ketemu tipikal guru agama yang ngajarin radikal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kimi_dugong dan 2 lainnya memberi reputasi
Hapus aja jabatan presiden sekalian...!! Kerja aja gak bener bisanya ngutang
profile-picture
profile-picture
kimi_dugong dan yesknow memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di