KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Fenomena Orang Tua yang Ingin Anaknya Juara Kelas
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dbeca06349d0f35da401816/fenomena-orang-tua-yang-ingin-anaknya-juara-kelas

Fenomena Orang Tua yang Ingin Anaknya Juara Kelas

Fenomena Orang Tua yang Ingin Anaknya Juara Kelas
Image:google

layaknya kertas kosong yang masih putih bersih
Tanpa goresan tanpa warna
Oh tuhan berhak aku mewarnainya?


Anak merupakan titipan dan anugerah terindah dari sang khalik, tak bisa dipungkiri setiap pasangan yang telah menikah akan menanti kedatangan sang anak, bahkan jika belum mempunyai keturunan mereka melakukan berbagai program kehamilan, dan itu sangat luar biasa perjuangannya, jangan sampai yang cepat diberi momongan nyinyir suir alias rempong rempess emoticon-Cape deeehh

Baiklah gansis yang kece badai dan suka menabung, kali ini ane mau bahas ortu yang sudah mempunyai anak ya! Yang belum dikaruniai anak sabar dulu, jangan lupa berdoa dan ikhtiar.

berbagai keluh kesah ane yang membuat ane yakin bahwa orang tua sering kali mengeksploitasi anak-anak misalnya saja menentukan sekolah mana yang harus dipilih. Apapun akan dilakukan agar sesuai dengan keinginan si ortu
Fenomena Orang Tua yang Ingin Anaknya Juara Kelas

Misal ortu yang anaknya sudah memasuki usia sekolah selalu bingung mencari sekolah favorid, yang dirasa sekolah itu bergengsi dan memberikan peluang besar untuk anak berprestasi.

Tak jarang banyak hal-hal yang dilakukan orang tua yang mana membuat saya prihatin sekali, yaitu dengan

memaksa anaknya harus sekolah

disekolah ùnggulan, padahal orang tuanya

tahu kemampuan anaknya pas-pasan, apa itu

nantinya tidak membebani anaknya?
emoticon-Hammer2

Adalagi orang tua sampe datang kesekolah

memohon-mohon agar anaknya bisa masuk,

bahkan rela membayar dengan nominal yang

cukup besar. Tapi tetap saja tidak mau

disalahkan ia menganggap usahanya itu

untuk masa depan anak (ah alibi ya)


Parahnya lagi, pada saat hari pertama masuk

sekolah orang tua rela bangun pagi untuk

memilihkan tempat duduk si anak, yap...

berebut kursi depan, ane sampe heran apa

duduk dikursi depan itu apa otomatis si anak jadi

pintar?. (Kalau anak pintar duduk dimana aja ngak ngaruh kali) emoticon-Cape deeehh


Usaha yang yang lainnya adalah

mendaftarkan anak ke bimbingan private (les)

itu pun gak cuma satu bidang, ada les

matematika, les bahasa inggris les piano, lek

balet, dll. Kandang anak dari pagi sampe

magrib baru selesai mengikuti les tersebut.

Aduh diporsir banget ya...

Lebih parahnya lagi kalau anak mendapat nilai jelek, ortu akan ngamuk ngamuk gak karuan memarahi habis habisan, jika itu dibiarkan maka anak bisa tertekan, bisa juga anak mengambil jalan pintas dan menghalalkan segala cara agar nilainya bagus. Jadi siapa yang harus disalahkan jika menhasilkan generasi yang tidak jujur?.
Fenomena Orang Tua yang Ingin Anaknya Juara Kelas

[RED]Stop eksploitasi anak![/RED]
para ortu harus memberikan kebebasan anak untuk menentukan pilihan dan masa depannya sendiri, orang tua harus mendukung dan mengarahkannya. Jadi mulai sekarang

jangan memaksa anak memilih sekolah sesuai pilihan kita, kita harus diskusi terlebih dahulu dengan anak, jika kita merujuk pada satu sekolah yang menurut kita bagus maka kita hanya boleh memberikan wawasan tentang sekolah tersebut, tapi pilihan tetap hak anak

kenali potensi anak, dengan cara memperhatikan apa yang mereka sukai, misalnya anak suka menggambar, maka ortu harus memberikan anak kesempatan untuk mengembangkan diri dalam bidang tersebut

Jangan memporsir anak, yaitu dengan membebaninya dengan jadwal les yang padat, karena mereka bukan robot, mereka juga butuh istirahat, butuh bermain dengan temannya

Bila anak nendapat nilai jelek, sebagai ortu harus mengevaluasi, menanyakan kendala yang dihadapi, jika bisa membantu maka dampingi waktu anak belajar, jangan anak hanya disuruh belajar tapi ortu tidak ikut andil


yang terakhir Jangan beranggapan bahwa jika anak juara kelas sudah menjamin masa depannya, banyak yang anaknya tadinya sekolah standar tapi dewasanya dia sukses

Kita sebagai ortu harus yakin bahwa sang pencipta telah memberikan kemampuan yang berbeda-beda pada tiap anak, dan itu adalah merupakan anugerah yang harusnya kita syukuri.

Referensi : opini sendiri


https://www.google.com/url?sa=t&sour...cbPZ6_&cf=1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mi17k dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Enisutri
Halaman 1 dari 4
kita sama belajar untuk menjadi ortu
tetap saja anak buth bimbingan dan pengarahan dari orang tuanya
pengalaman pribadi waktu ane jd guru TK, karena sistem zonasi sampe ortu rela merubah domisili agar bisa masuk ke sekolah TK, adalagi yang memohon untuk dimasukkan dan membertahu kalau anaknya sampai tidak mw makan lantaran tidak masuk ke sekolah itu.
sayangi cintai dan pahami anak
serba salah jadi ortu ya emoticon-Ngakak (S)
mencoba memilihkan yg terbaik buat anak dibilang mengeksploitasi anak, diem aja dibilang ga peduli ama anak.
Menurut saya yg kaya gitu ga bisa dipukul rata ya, tergantung keadaan juga.
Anak mau masuk sd, mana bisa disuruh pilih sekolah sendiri. Bahkan utk smp pun menurut saya ortu juga harus tetap turun tangan menilai sekolah itu cocok untuk anak apa ngga.
Anak kalau ga mau belajar gimana? Maunya menggambar doang, apa ga usah masuk sekolah reguler? Masuk sekolah gambar aja? Anak nilainya jeblok dibiarin aja? Ga usah disuruh belajar? Nanti kalo anaknya gede, hidupnya blangsak karna ga bisa apa2, udah pasti yg disalahin orang tuanya lagi.

Saya setuju memang orang tua ga boleh jadi diktator otoriter yang sama sekali ga mau dengerin anaknya, yg 100 persen hanya mau memaksakan kehendaknya. Tapi karna anak2 masih kertas bersih itulah, peran orang tua diperlukan untuk menorehkan goresan indah di atas kertas itu. Karna anak2 belum mengerti, perlu orang tua yg mengarahkan mereka.
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Diubah oleh .hades
berbanding lurus dg pendidikan skrg yg jg serem2 gan. anak TK udah mesti bisa calistung which is jaman gw dulu calistung baru dikenalin di kls 1 SD. belum lg bnyk SD yg udah menerapkan full day learning. anak udah banyak beban, si ortupun jg ikut2an panik krn takut anak ga bs mengimbangi.

Kalo mnrt gw memilihkan sekolah terbaik utk anak itu perlu sih. Krn lingkungan sangat menentukan kualitas ato pribadi si anak. Tp kalo si anak ga lulus ya ortu ga boleh marah jg. Tugas ortu itu memfasilitasi, mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak biar si anak jd pribadi yg bahagia, sukses dan berhasil.
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Diubah oleh daisy90
Quote:


Yang maksudkan disitu kan ortu yang sama sekali tidak melihat kemampuan anak,
Tidak mengarahkan apa yang menjadi potensi anak.
Jangan asal dimarah jika nialinya jelek, cari tahu dulu apa kendala anak. Makanya kita harus dampingi setiap belajar. Kan banyak sih anak disuruh belajar tapi ortunya tidak mw dampingi Malah ditinggal main hp. 😁
Quote:


Yap betul sekali, sy juga pernah mengajar di TK, padahal di TK sudah diwanti wanti untuk tidak mengajarkan calistung tapi tetap saja harus diajarkan karena tuntutan. Kayak buah simalakama.
Menurut ane yg masih newbie di dunia parenting.. yg terpenting adalah menumbuhkan motivasi agar anak mau belajar. Dia mengerti apa kegunaan dari belajar.

Krn dr motivasi itulah meski dia sekolah ga d tempat favorit.. dia akan tetap berusaha utk belajar..

Dan menurut ane..Sbg ortu tetap sbg filter.. tp keputusan ada di anak

Misalnya kasus anak ane mau masuk sd... ane memfilter dulu 3 sekolah terbaik menurut ane.. kemudian ane baru tanyakan ke anak dr 3 tersebut, dia tertarik yang mana. Krn mau manapun yang dia pilih.. itupun sudah masuk filter ane.

Jd ane ga mau full otoriter menyuruh dia masuk ke sekolah yg ane mau. Ane tetap memberikan dia hak untuk belajar membuat keputusan. Walau keputusan itu sudah semi ane arahkan (tidak dilepas sepenuhnya).

Tp menurut ane dunia parenting ga ada yg saklek harus begini harus begitu.. bahkan di keluarga yg sama cara mendidik adik dan kakak pun bisa berbeda. Jd silahkan lakukan apa yg terbaik menurut kita utk anak kita. Ingat2 apa yg dulu kita anggap salah dilakukan oleh ortu kita.. dan jangan lakukan itu ke anak kita.
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Quote:


Yah saya sih cuma menanggapi apa yg ditulis di di depan emoticon-Big Grin
Btw, boleh tanya ga, anak nya TS skrg umur berapa ya?
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Quote:


Hehehe kan itu semua opini, setuju tidaknya terserah masing masing. Yang penting kita tetap indonesia ya emoticon-I Love Indonesia umur 8 thn
Ane juga heran dengan orang tua yang rela mengeluarkan uang agar anaknya bisa masuk sekolah favorit di kotanya, istilahnya membeli kursi.. lah kalau kemampuan si anak pas-pasan apa nggak jadi beban si anak nantinya..
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Ortu ane banget gan..
Bela"in les belajar walau bukan privat, les renang, sampe sempoa.
Ane inget bahkan sampe udah bangkotan gini..
Pas zaman sd dulu masih caturwulan, nah kan pengumuman juara kelas diumumin pake MIC ama TOA, urutan 10-2 udah disebutin tinggal juara 1 alias umum.
Ortu ane udah pesimis, "ah palingan c aa mah gk masuk".
Eh pas jalan ke parkiran tiba nama ane dipanggilemoticon-Ngakak.
Beh itu mungkin momen yg gk bakal dilupain sama ane n ortu gan soalnya kan ortu jg pasti naik panggungemoticon-Malu
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
kualitas anak turun dari orang tua
misal kualitas nya segitu, ya harusnya orang tua menerima. Dan tetep mensupport anaknya apapun kondisinya emoticon-Frown

jangan selalu menuntut, kita sebagai anak pasti tertekan
Quote:


kualitas anak turun dari orang tua
misal kualitas nya segitu, ya harusnya orang tua menerima. Dan tetep mensupport anaknya apapun kondisinya emoticon-Frown

jangan selalu menuntut, kita sebagai anak pasti tertekan

profile-picture
Enisutri memberi reputasi
orang tua seharusnya tau sih apa minat maupun bakat dari anak itu sendiri, kan gak semua anak unggul di sisi akademik hehehe
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Quote:


Iya betul, menginginkan anak pintar itu memang impian setiap ortu, tapi tidak harus membebani anak dengan berbagai macam tuntutan. Memang ortu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Yang terpenting adalah ortu harus tetap mendampingi mengarahkan dan memantau.
Quote:


Selamat yaa.... bisa memberikan yang terbaik untuk ortunya.emoticon-Shakehand2
Quote:


Iya itu sering kok terjadi. Dan pengalaman waktu ane mengajar di TK milik perusahaan. Kerena fasilitasnya terpenuhi semua jadi banyak yang berusaha ingin dimasukkan kesekolah itu. Padahal jalur tes dan zonasi berlaku. Sampe ngmong anaknya tidak mau makan dan jatuh sakit kalau tidak diterima. Sebenarnya itu salah satu usaha ortu yang ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi salah jalannya.
Menurut gw yang luput diliput adalah waktu ortu dan anak yang makin sedikit akibat tekanan pekerjaan. Juga mesti diajarin tuh ownership anak itu ada di orang tuanya. Jaman sekarang seolah2 ngelempar tanggung jawab pendidikan ke sekolah. Gak gitu bos. Anak2 itu kayak bawahan kita yang mesti di coaching dan dibimbing.

Gw beruntung bisa nyekolahin anak di sekolah internasional dan di sana malah gak ada kewajiban calistung pas mau masuk SD tp cuma di assess aja. Kemendikbud aja ini yang NORAK.
profile-picture
Enisutri memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di