alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Games / ... / eSports /
[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dbab69b018e0d460d1c63b8/coc-esports-alasan-esports-batal-di-olimpiade

[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade


[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade

[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade
sumber: esports

Ngomongin eSports pasti ga pernah ada habisnya, ada saja sisi yang menarik untuk dibahas. Sebagai orang yang kurang paham tentang eSports, saya mencoba baca-baca berbagai informasi di Internet. Dari yang saya paham, intinya eSports adalah permainan vidio games.

Sebagian besar dari kita pasti sudah tau dong tentang wacana esports masuk menjadi salah satu cabang olah raga yang akan diperlombakan di ajang olahraga berskala Internasional, seperti Asian Games 2022 dan Olimpiade 2020 di Jepang. Gayung bersambut, wacana ini telah di uji coba pada Asian Games Jakarta-Palembang kemarin. Ada 6 game yang diperlombakan yaitu, Arena Of Valor, League Legends, Star Craft, PES 2018, Clash Royal, dan Hearth Stone.

[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade
sumber: esportsnesia

Nah, jangan senang dulu mendengar kabar ini. Kemungkinan besar eSports bakalan batal menjadi cabang olah raga baru yang diperlombakan pada Olimpiade 2020 Jepang. Hal ini tidak lepas dari belum adanya badan yang menaungi eSports, seperti FIFA yang menaungi sepak bola. Sisi lainnya lagi, pihak Komite Olimpiade Internasional atau IOC tidak setuju apabila game yang dipertandingkan nanti mengandung unsur kekerasan.

Selain kedua hal diatas, menurut saya masih ada alasan ataupun pertimbangan eSports kurang pas masuk dalam cabang olah raga di Olimpiade 2020 Jepang. Alasan tersebut tertuang dalam empat poin berikut:

[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade
sumber: kompasiana

1. eSports Itu Jauh Dari Makna Olahraga

"Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani". Dari pengertian diatas tersebut jelas bahwa eSports itu jauh dari kata "memenuhi" untuk dimasukkan kategori olahraga. Seperti banyak diperbincangkan oleh orang "masa oalahraga cuma duduk-duduk". Jadi pengertian olahraga tersebut sudah menjadi pembantah yang logis untuk melarang eSports masuk ke Olimpiade.

[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade
sumber: drupalaid

2. eSports Sering Update

Perkembangan teknologi tidak lepas dari eSports. Setiap ada hal baru, pastilah akan diaplikasikan pada sebuah game. Baik itu hero, senjata, armor dan hal lainnya. Hal ini mengakibatkan pengelola sering melakukan update untuk mengikuti zamannya. Nah, ini akan menimbulkan pegaruh terhadap peraturan permainan untuk setiap gamenya. Maka, apabila eSports masuk dalam Olimpiade dan event olah raga internasional lainnya, dikhawatirkan berdampak buruk dalam hal penjurian.

[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade
sumber: esportsobserver

3. Game Tersebut Dikelola Oleh Perusahaan

Semua game yang kita mainkan pasti dikelola oleh perusahaan tertentu. Peran perusahaanlah yang paling penting untuk membuat game itu tetap diminati oleh para pemain. Jadi, apabila eSports dipertandingkan di Olimpiade, akan timbul kekhawatiran ada unsur mencari keuntungan bagi perusahaan tertentu. Selain itu dikhawatirkan juga penilaian akan bersifat subjektif kepada pemain produsen game tersebut.

[COC eSports] Alasan eSports Batal Di Olimpiade
sumber: dreamstime

4. eSports Rawan Kecurangan

Berdasarkan pengalaman saya dulu bermain game Point Blank, Atlantica Online dan Age Of Wushu berakhir dengan kemenagan cheter. Jadi saya juga beralasan sama, apabila eSports dipertandingkan di Olimpiade akan timbul kecurangan dalam permainannya.

Demikianlah trit saya ini saya buat. Penekanan pada Olimpiade 2020 Jepang itu dikarenakan waktunya lebih dekat dan mencakup seluruh kawasan negara yang terdaftar. Jadi, pada intinya mencari kesalahan dan kelemahan itu gampang yah. Karena awalnya trit ini mau saya buat dampak positifnya, rupanya mentok sangkin sulitnya mencari kebaikan dari sesuatuemoticon-Big Grin.
Kalau ada yang salah mohon dimaafkan yah.

Terima kasih

referensi: esportsnesia, indoeaports, wikipedia, opini pribadi
sumber gambar: tercantum dibawah



profile-picture
profile-picture
dsturridge15 dan amdar07 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
semoga sesuai kriteria
wihh pembahasan lu tajam pannotia
nice thread gan
Quote:


Semoga aja memenuhi kriteriaemoticon-Leh Uga
mayan, ht cahnnelemoticon-Embarrassment
wah batal deh
Quote:


Sepertinya sih gan
first post gan,,,,

eh btw kayaknya kalo kategori olah raga itu berakan fisik berulang2 untuk meningkatkan kebugaran jasamani, ya catur, bridge (kartu), mestinya di downgrade juga lah ya..
mainin keyboard sm mouse di game, atau mainin jari di hp di game, kayaknya lebih mengeluarkan energi jasmani dari ngangkat kuda catur atau kartu remi...

yuk kita ikutan berjuang supaya esport diakui sebagai olahraga..
profile-picture
pannotia.server memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post gignatopistole
Quote:


1 point terlemahkan tak cukup untuk mengabaikan 3 point sisanya.
profile-picture
karim37 memberi reputasi
Inti nya gampang. Buat organisasi yang bisa menaungi, buat olimpiade yang lebih besar dari olimpiade olahraga. Ambil contoh dota 2, bikin lomba berhadiah 30 juta dollar, dan duit itu bukan dari sponsor tapi dari 1/4 penjualan battle pass yang di jual valve. Pernah denger Nvidia, AMD, Asus, Corsair, Logitech? Kalo ada nama mereka di suatu olimpiade, pasti olimpiade besar. Perputaraan uang di bidang "game" itu besar dan cepat semua nya bisa asal ada niat. Intinya bacotan gua kalo e sport gabisa jadi bagian olahraga, jadi kan e sport melebihi olahraga
profile-picture
profile-picture
since27 dan pannotia.server memberi reputasi
Quote:


Kalau ane baca baca gan, catur ama kartu itu lebih ke olah raga otak. Tapi game juga ada strategi maennya yah, dan itu butuh berpikir juga. Tapi mbuh lah ganemoticon-Leh Uga
Quote:


Nah, ini bagus solusinya...
Mantap gan
Thread yg bagus gan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
pannotia.server memberi reputasi


Quote:

Setuju nih sama pendapat agan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
pannotia.server memberi reputasi
Quote:

Makasih loh gan

Quote:


Samaan kita gan
Bener sih baiknya sih gausah masuk olimpiade dulu, toh masih banyak kan turnamen besar lainnya.
Alasannya banyak yg logis sih kaya yg disebut diatas terutama, esport dijalankan perusahaan tertentu
profile-picture
pannotia.server memberi reputasi
point 2 sama 3 gue kurang ngeh gimana maksudnya

point 4 mah kan kompetisinya offline? bukannya gabisa ngecheat sih karena buktinya ada beberapa yg ngecheat tapi kan gampang ketauan dan langsung diskualifikasi?

masalah penjurian selama ini game2 itu kan punya kompetisi masing2, ada masalah gak sama penjurian dll-nya? tinggal ngikut aja sistem penjurian turnamen game2 itu kan?
profile-picture
pannotia.server memberi reputasi
Diubah oleh m.rif.i
Quote:


Emang bener, sebaiknya turnamen yang fokus esport aja dulu diadain terus.
Quote:


Nah ini nih kacamatanya dah lbh spesifik. Maklum gan, ane kan masih rabun tentang esports, terakhir maen game kan age of kungfu.

Untuk point 2, ane ngeliatnya dari sistem var di sepak bola. Prosesnya panjang laoh buat var itu diterima.
Untuk point 3, ane tetap pendirian gan, kalo misal negara A produsen game, maka pemain esports dipermudah jalannya buat juara. Fifa aja dah dikelola secara profesional tetap aja ga lepas dari kasus KKN.

Point terakhir, benar yang agan bilang. Tapi konsepnya tetap aja kan masih lingkup esports itu sendiri, belum secara umum.

Terima kasih atas komentarnya gan.
mewalik dulu ah
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di