CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
14 Juta Wisata Ke Jurrasic Park Versi Pulau Komodo, Worth It Nggak Sih?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db91ff88d9b1741bb371e1a/14-juta-wisata-ke-jurrasic-park-versi-pulau-komodo-worth-it-nggak-sih

14 Juta Wisata Ke Jurrasic Park Versi Pulau Komodo, Worth It Nggak Sih?

14 Juta Wisata Ke Jurrasic Park Versi Pulau Komodo, Worth It Nggak Sih?

Komodo yang dikenal dengan nama ilmiah Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Oleh penduduk setempat, komodo kerap disebut Ora.

Pulau Komodo, merupakan destinasi pariwisata kebanggaan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat setempat Pulau Komodo. Di tambah lagi setelah ditetapkannnya Taman Nasional Komodo sebagai The New 7 Wonders of Nature pada tahun 2012 lalu. Source : Click Here

Hal ini merupakan angin segar bagi perkembangan sektor pariwisata di Indonesia sekaligus bagi penggiat-penggiat pariwisatanya. Peningkatan jumlah wisatawan ke Pulau Komodo terus meningkat setiap tahunnya yang tentunya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan juga penerimaan negara dari Wisata Taman Nasional Komodo.

14 Juta Wisata Ke Jurrasic Park Versi Pulau Komodo, Worth It Nggak Sih?

Source :Click Here

Selain itu juga kelestarian laut di sana juga menjadi lebih baik, dimana sebelumnya banyak warga asli yang bermata pencaharian utamanya nelayan. Tak hanya menjadi nelayan biasa, sebelumnya banyak yang menangkap ikan menggunakan pukat harimau ataupun bom yang membahayakan ekosistem laut dan terumbu karang.

Namun, sejak mulai dikembangkannya pariwisata di Pulau Komodo, banyak para nelayan yang beralih profesi dengan menyewakan kapalnya sebagai transportasi para wisatawan yang ingin menyeberangi pulau-pulau terdekat. Hal ini memberikan peluang penghasilan yang baru bagi masyarakat dan pastinya lebih prospektif daripada mencari ikan dengan merusak ekosistem.

Peluang pariwisata lainnya adalah menjadikan putra-putri daerah sebagai tour guide yang akan memandu para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Memiliki latar belakang sebagai putra-putri daerah asli dengan membawa mitos nenek moyang bahwa mereka masih “saudara sedarah” para komodo (searching asal mula komodo)menjadi nilai tambah dan keunikan tersendiri bagi wisatawan luar.

Mereka bisa menceritakan sejarah mereka, mitos, serta dengan diberi polesan berupa pendidikan umum dan pariwisata akan mematangkan mereka menjadi Tour Guide handal yang mempunyai nilai jual lebih dibanding Tour Guide luar. Satu masalah lapangan kerja Indonesia terselesaikan!emoticon-I Love Indonesia (S)

Lanjut lagi, peluang bikin Home Stay sederhana bagi warga asli. Dimana pasti banyak banget peminat terutama buat backpacker yang pasti memilih Homestay untuk menginap. Pendapatan tambahan lagi buat warga sana kan?

Kuliner, dengan banyaknya wisatawan asing berkunjung tentunya mereka pasti butuh makan. Dan tak ada salahnya selain wisata alam di sana juga mengembangkan wisata kuliner yang jadi ciri khas Pulau Komodo (asal jangan bikin rendang komodo ajah, kan dilindungi). Hehehe.emoticon-Salam Kenal

Apabila nanti untuk memasuki Pulau Komodo ini dikenakan tarif sebesar 14 juta rupiah, bukan tidak mungkin banyak wisatawan yang merasa terlalu mahal dan memilih untuk mengurungkan niatnya berwisata ke sana. Akibatnya? Wisatawan sepi, perekonomian menurun drastis. 

Pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata pastinya berkurang.

Dari kesemuanya worth it nggak sih tiket ke Pulau Komodo di patok hingga 14 juta?

Hemm. Kalau menurut TS kenapa nggak dibikin penjadwalan ajah?

Kayak naik Haji gitu. Wisatawan udah investasi dari jauh hari buat datang dengan jadwal yang pasti. Dan ada dimana bulan-bulan tertentu Pulau Komodo harus dikosongkan untuk pembenahan setiap tahunnya. Jadi harga tetap, wisatawan rapi dan terstruktur, komodo aman.

14 Juta Wisata Ke Jurrasic Park Versi Pulau Komodo, Worth It Nggak Sih?

Source : Click Here

Menurut GanSis gimana? Share dong pengalamannya yang pernah ke Jurrasic Park Indonesia ini.emoticon-Hansip

Polling
4 Suara
Setuju Tiket Masuk Pulau Komodo Naik? 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
purpleishapple dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Belum pernah kesana sih.. dan blm ada niat juga emoticon-Cape d...
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
masih mahal ke Zimbabweemoticon-Hammer2
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
Quote:


Sblumnya gak niat juga gan, tpi gara2 tiket nail tetiba pengen ksanaemoticon-Ngakak
Quote:


Rumah agan kan d sanaemoticon-Hansip
Ke bon-bin aja
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi


Quote:


Emang dah pindah ya emoticon-Betty
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
Nanti kalo beneran kesana dgn tiket masuk 14jt, pasti ada yg update di medsos kek gini, "akutuu rela beli tiket 14jt demi komodo doang, apalagi halalin kamu." Uwuwuwu 🤣
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
ide bagus si TS , tp balik lg ke mindset pemerintah, mau dpt duit sbnyk2na atau gmn... apapun itu, suatu saat pgn kesini, hehehe... sama istri misalnya bulmad....
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
walopun harga sejuta sekalipun rasanya kok gk worth cuma ngeliatin kadal doang
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
profile-picture
senjakita09 memberi reputasi
nyerah ah, Mending jalan2 ke jepang nikmati sakuraemoticon-Belgia
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
dsamainn sama jurassic park.. edaaan


Quote:


kataanya banyaaak view bagus... darii bukit n pantainya pluss pesona bawah lautnya juga keren
ati-ati jadi bumerang, bukan untung malah buntung krn sepi pengunjung emoticon-Frown
profile-picture
Mutimumut11 memberi reputasi
Quote:


Ke-bon bi-na-tang-kah?emoticon-Wow
Quote:


Gak prnah pindah gan, emang lahir d sonoemoticon-Najis
Quote:


Oalah lahir disono emoticon-Goyang
Quote:


Iya gan emoticon-Traveller
Quote:


Puja kulit kerang ajaibbbb... Ululululuemoticon-Wow
Quote:


Assekkkk... Bulmad ditemani komodo ye ganemoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di