KATEGORI
KATEGORI
Home / REGIONAL / All / ... / Kalimantan Barat /
Berbagai Macam Meriam Karbit, Mainan Masa Kecilku Dulu - Part 8
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db6e3a1f4d695012c001c80/berbagai-macam-meriam-karbit-mainan-masa-kecilku-dulu---part-8

Berbagai Macam Meriam Karbit, Mainan Masa Kecilku Dulu

Quote:

Quote:


Suara dentuman itu berasal dari meriam karbit, yang berjajar di tepian sungai kapuas. Suara yang bersahut sahutan seperti suara petasan saat demo 21-22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu yang lalu. Layaknya perang-perangan, suara itu bersahut-sahutan. Namun suara dentuman yang ditimbulkan dari meriam ini lebih keras, karena dapat menjangkau titik terjauh di wilayah kotaku Pontianak.

Meskipun suara yang ditimbulkannya begitu keras, bahkan sangat keras, bukan berarti masyarakat kota Pontianak lari menjauh, justru mereka berbondong-bondong berlomba-lomba mendekati sumber suara yang mana dalam hal ini adalah lokasi meriam karbit itu berada. Bagi Masyarakat Kota Pontianak, suara dentuman meriam itu adalah simbol kemenangan setelah sebulan lamanya menjalankan Ibadah Puasa. 

Aku tak ingin membahas tentang meriam karbit yang berukukuran raksasa ini. Akan tetapi beberapa jenis meriam yang berukuran kecil yang aku mainkan di waktu kecil. Adapun beberapa jenis meriam itu antara lain :

1. Meriam Kaleng 

Diberi nama meriam kaleng karena memang meriam ini terbuat dari kaleng, baik itu kaleng yang yang berbahan dasar logam maupun yang berbahan dasar plastik. Suara yang ditimbulkan dari meriam ini tergolong low, namun yang membuatnya unik adalah kaleng dapat melompat tinggi ke udara seiring dengan bunyi dentumannya. Sebagai perbandingan, suara yang ditimbulkan dari meriam ini yaitu jika menggunakan kaleng yang berbahan dasar logam suara yang ditimbulkan akan lebih nyaring namun lompatan tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, jika meriam menggunakan kaleng yang berbahan dasar plastik, suaranya tidak terlalu nyaring akan tetapi lompatannya begitu tinggi. Aku lebih suka memainkan meriam kaleng yang berbahan dasar plastik. Selain karena suka akan lompatannya yang begitu tinggi, cara pembuatannyapun relatip  mudah, cukup melubangi kaleng di bagian bawah untuk tempat menyulut meriam dengan api. 

2. Meriam Bambu

Diberi nama meriam bambu karena memang meriam ini terbuat dari bambu. Beberapa waktu yang lalu sat aku menonton televisi, ada yang menyebutnya dengan lodong bambu, dan ada juga yang menyebutnya leduman. Dibandingkan dengan meriam kaleng yang suaranya low, meriam bambu menimbalkan suara yang lebih nyaring namun masih tergolong medium. Menurutku, cara pembuatan meriam bambu inipun relatip mudah. Hanya dengan memotong batang bambu sebagai bahannya, dipotong dengan ukuran sekitar satu meter. Bagian ujung biarkan berlubang sedangkan bagian pangkal biarkan tertutup dengan ruas dari batang bambu. Kemudian ruas bambu bagian dalam kita lubangi yang selanjutnya kita beri lubang kecil di dekat pangkal tempat menyulut meriam. 

3. Meriam Tanah

Diberi nama meriam tanah karena memang jenis meriam yang satu ini posisinya berada di dalam tanah. Suara dentuman meriam yang ditimbulkan meriam tanah ini sudah tergolong high. JIka dibandingkan, kedua jenis meriam di atas kalah nyaring dengan meriam tanah ini. Hanya saja dalam proses pembuatannya, meriam tanah agak sedikit repot meski bagiku juga masih tergolong mudah dan masih bisa juga aku buat sendiri. Karena cukup menggali lubang seukuran kaleng. Bisa dibilang meriam tanah ini adalah meriam kaleng yang dipendam ke dalam tanah. 

Demikianlah beberapa jenis meriam yang merupakan mainan waktu aku kecil dulu. Mainan yang selalu kumainkan pada saat Bulan Puasa dan saat Lebaran tiba. Namun dalam beberapa tahun belakangan, mungkin 5 tahun, atau 10 tahun, atau bahkan belasan tahun, aku sudah tak pernah menjumpai anak-anak kecil memainkannya lagi, khususnya dikotaku Pontianak. Entah apa masalahnya sehingga anak-anak kecil tak pernah memainkannya lagi. Apakah bagi kids zaman naw mainan jenis ini kurang menarik? Apakah mereka takut akan suara dentuman meriam? Atau bambu sudah susah didapat? Atau tanah sudah dilapisi semen dan aspal? Atau mungkin permainan ini tidak tersedia di playstore sehingga aku tak bisa menjumpai mereka memainkannya lagi ... 

Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 501

Autolock Thread by Hansip

Lihat 1 balasan
Quote:
belum pernah mainin emoticon-Mewek
dulu kecil paling mainin petasan pas bulan puasa emoticon-Ngakak (S)
Hanya pada Mu Tuhan..
Tempat ku berteduh. Dari semua kepalsuan dunia
emoticon-roseemoticon-siulemoticon-rose
Oh Tuhanku, tabahkan hatiku
Temukanku dengan ketenangan
Jiwa ini, dibelasah rindu
Tetapi apa dayaku
emoticon-norose
  • Kami bukan Troller emoticon-army
  • Kami bukan Flamer emoticon-Hammer
  • Kami hanya Pleswan emoticon-Metal

KEEP POSTING AND LONG LIFE JUNKER !
emoticon-roseemoticon-roseemoticon-rose
Diubah oleh upasara.wulung
"Orang jahat adalah orang baik yang ketika patah hati ndak kenal lagu-lagu Didi Kempot"
emoticon-rose
- Quotes Joker ft Sobat Ambyar -
Smile it will make you feel better
Pray it will keep you strong
Love it will make you enjoy life
Jika ada bersyukurlah
Jika tidak ada berdoalah
Jika belum ada berusahalah
Jika kurang bersabarlah
Jika lebih berbagilah
Jika cukup bergembiralah
Adalah lancang dan tak tau malu, saat kau melupakan perbuatanmu dan menilaiku dari reaksiku atas perbuatanmu
emoticon-rose
Beautiful Life
"does not just happens....it's build daily with love, laughter, sacrifice, patience, grace and forgiveness"
semoga semua baik baik saja emoticon-terimakasih
Appreciate everything you have around you for every little thing is a blessing from above
Gratitude is the key to abundance
Stay happy and stay blessed
umpan lambung emoticon-Xabi
Hujan mengguyur malam emoticon-raining
Quote:

sama emoticon-Big Grin
Siang kang mas kejank
Malam juga kejank
emoticon-Goyang
Quote:


main petasan sama perang sarung pas kecil emoticon-Ngakak (S)
Surga memiliki sebuah jalan tapi tidak ada yang jalan kesana
Neraka tidak memiliki gerbang tapi manusia menggali untuk mencapai kesana
waleee emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 501
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di