KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5db4be889a972e5e8621f972/selfie-dengan-jodoh

Selfie dengan Jodoh??

Selfie dengan Jodoh??
Cr: pinterest & canva

Selamat membaca😆😆😆

🎉🎉


"Adel! Kemana aja lo?!" teriak perempuan berhijab warna biru langit sambil mendekati sahabatnya yang sedang duduk di kursi panjang dan duduk di sebelah sahabatnya— Adel—yang sedang menikmati kopi hitam.

"Ke Antartika nyari jodoh," gumam Adel membuat sahabatnya memutar bola mata jengah.

"Di sini tuh banyak cowok masa ngga ada yang tertarik?"

"Ngga," balas Adel singkat sambil menyesap kopi hitam yang ada di tangannya, tak peduli sahabatnya ngoceh bak burung beo.

"Oke, gua tantang nih! Nanti pas acara lomba Agustusan lu harus fotbar dengan cowo, terserah mau berondong atau om-om pun tak apa, asalkan cowo," tantang Kirana sambil menaik turunkan alisnya, melihat ekspresi sahabatnya Adel hanya bisa menghela napas pasrah.

ADEL KUAT! ADEL TABAH! batin Adel menguatkan dirinya sendiri menghadapi sababat yang sangat cerewet seperti Kirana.

"Kok gitu tantangannya, ga mau ah!" tolak Adel sambil mendorong sahabatnya, Adel heran dengan sahabatnya ini dia selalu membuat tantangan yang tak masuk akal.

Tahun lalu disuruh fotbar sama bunga yang hampir punah yaitu bunga Rafflesia Arnoldi. Untung pamannya yang ada di desa punya bunga itu, kalo tidak punya bisa membahayakan nasib hobi yang selama ini dirintis.

"Hm, kalo ga mau yaudah tidak apa-apa, dan hukumannya masih seperti tahun kemarin, bagaimana?" tawar Kirana sambil tersenyum smirk.

Kirana sangat tahu titik kelemahan Adel yaitu dia tidak ingin anggota keluarganya tahu jika dia sedang membuat sebuah karya novel, dan sebentar lagi novel keduanya itu akan terbit.

"Iya deh, iya kalau kayak gini ngalah gua!" putus Adel, dia sangat pasrah dengan tantangan yang Kirana berikan. Terlihat wajah Kirana sangat puas dengan keputusan Adel.

Setelah itu mereka berdua berjalan menuju ke kelas karena sebentar lagi pelajaran dosen killer, jadi semua murid harus ada di dalam kelas sebelum dosen itu datang.

Saat dalam perjalanan Adel dan Kirana berpapasan dengan dosen killer itu, masih dengan penampilan seperti biasanya yaitu rambut klimis, sepatu tentara yang kalo buat nampol muka pelakor mantep banget karena solnya sangat tebal, kemeja bermotif bunga-bunga, tak lupa jimat yang selalu dibawa yaitu kalung berbentuk love.

Semua mahasiswa menjuluki dosen itu 'Adudu dari planet Atatatiga', karena wajahnya hampir mirip dengan salah satu tokoh animasi Boboiboy.

Adel dan Kirana hanya menahan tawanya saat melihat penampilan dosen satu itu, entah apa yang ditertawakan yang pasti semua mahasiswa jika bertemu dengan dosen itu selalu menahan tawa.

"Eh gilak tuh dosen, makin hari makin nyentrik aja penampilannya," gumam Kirana sambil menahan tawanya agar tak bersuara.

"Ga boleh kayak gitu, beliau yang buat lo lulus," bela Adel karena merasa kasihan dengan dosen itu yang selalu di perbincangkan oleh mahasiswa.

"Iya deh anak kesayangannya Pak Dosen Adudu, apalah daya gua musuhnya," sindir Kirana sambil masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi depan meja dosen. Alasan Kirana duduk di depan, karena menurut Kirana duduk di depan meja dosen itu adalah tempat stretegis untuk tidur dan main ponsel. Sedangkan Adel duduk di kanan Kirana.

"Ohiya Del jangan lupa besok tantangan gua," ucap Kirana kemudian dia meletakkan tangannya di atas meja dan meletakkan kepalanya di atas tangannya sambil memejamkan mata.

Adel melihat kebiasaan sahabatnya hanya bisa tersenyum, kemudian Adel berbincang dengan teman sebelahnya untuk menanyakan tugas selama dia tidak masuk.

Keadaan kelas begitu riuh karena Roni mulai melawak untuk menghibur teman-temannya, Adel hanya terkikik geli mendengar lawakan yang dibuat oleh Roni.

Sebenarnya Roni menyukai Adel sejak pertama kali masuk, hanya saja Adel tidak peka dan juga Roni tidak pernah mengungkapkan rasa sukanya itu kepada Adel. Saat Adel terkikik dan tak sengaja menatap mata Roni, mereka berdua berpandangan lama, seketika itu waktu terasa berhenti Roni tak melepaskan pandangannya. Begitupun Adel, dia tak melepaskan pandangannya.

"Kelas dimulai silahkan kembali ke tempat duduk masing-masing," suara seseorang yang merusak suasana yang terjadi antara Roni dan Adel, kemudian semua mahasiswa kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Kini suasana kembali menjadi hening dan menegangkan.


Bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
purwanti29 dan 11 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Keesokan harinya semua warga kampus memakai baju warna merah dan putih. Terlihat dari kejauhan Adel dan Kirana berjalan beriringan memakai baju warna merah dan rok warna putih beserta kerudung warna merah.

"Adel jangan lupa fotbarnya nanti ya," ucap Kirana mengingatkan Adel, karena Kirana sangat hafal jika Adel itu orangnya pelupa tingkat akut.

"Eh iya hampir aja lupa, untung gua bawa kamera."

"Tuhkan pikun! Dasar nenek-nenek tapi umurnya muda!" ejek Kirana membuat Adel memutar bola dengan malas.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, saat tengah-tengah acara Adel dan Kirana mencari mangsa untuk diajak fotbar dengan Adel.

Setelah thowaf di kampus tak ada satu pun cowok yang mau diajak berfoto dengan Adel, dengan alasan mereka sibuk padahal mereka sedang duduk santai. Akhirnya, Adel dan Kirana berjalan menuju toilet karena Adel mau buang air kecil. Saat Kirana sedang duduk di depan toilet ada satu cowok yang keluar dari dalam kamar mandi, sontak Kirana memanggil cowok itu.

"Eh ada Roni, si pelawak. Sini Ron gua ada perlu," gumam Kirana sambil menyuruh Roni untuk duduk di sebelahnya, Roni dengan santai menghampiri Kirana dan duduk di sebelah Kirana.

"Ada apa Kir?"

"Lu mau gak foto sama seseorang?"

"Siapa?"

"Dia lagi ke kamar mandi tunggu aja bentar lagi keluar."

"Buat apa Kir?"

"Udah lu tinggal jepret aja, nah ini dia modelnya udah keluar."

Adel terkejut saat tangan Kirana hampir mengenai wajahnya. Roni hanya terkikik geli melihat ekspresi Adel.

"Eh ada apa nih?" tanya Adel kebingungan.

"Jadi gua udah nemu partner fotbar lu, tuh dia lagi duduk pait," gumam Kirana sambil menunjuk Roni dengan dagunya, Adel langsung melihat ke arah Roni yang sedang duduk sambil menetralkan rasa gugupnya sambil menundukkan kepala ke bawah.

Dia sedang mempersiapkan diri untuk mengatakan sesuatu kepada seseorang yang sangat dia cintai.

"Ron! Jadi fotbar gak nih?" tanya Kirana sambil memegang kamera, sedangkan Adel sedang berdiri bersandar tembok toilet.

"Ehm, sebelumnya aku mau ngomong berdua dengan Adel." Kirana mengerti apa yang diucapkan oleh Roni, dia pergi agak menjauh. Sedangkan Roni mulai mendekati Adel yang bersandar di tembok toilet.

"Del aku boleh ngomong sesuatu?"

"Boleh."

"Aku berniat untuk melamarmu." Pernyataan Roni sontak membuat Adel terkejut.

"Melamar?" tanya Adel dengan tatapan tak percaya.

"Iya, maaf jika selama ini aku menyukaimu dan selalu menyebut namamu di dalam do'a. Dan sekarang aku ingin melamarmu, untuk hal-hal lain yang ingin kamu ketahui nanti saja saat aku ke rumahmu bersama orang tuaku." Mendengar kalimat yang dilontarkan Roni, Adel merasakan sebuah ketulusan dalam ucapan itu. Dengan membaca bissmillah dalam hati Adel menjawab pernyataan Roni.

"Baiklah nanti aku tunggu di rumah."

"Alhamdulillah, ohiya ini jadi fotbar nggak?" Tanya Roni membuat Adel teringat akan tantangan yang diberikan oleh Kirana.

"Terserah," gumam Adel.

"Yasudah sini foto di ponsel aku aja, kalo nunggu Kirana kelaman." Kemudian Roni mengeluarkan ponselnya dan selfie bersama Adel—calon istrinya.

Setelah itu Adel dan Roni berjalan mencari Kirana, Adel menyarankan untuk pergi ke kantin, karena tempat favorit Kirana di kantin. Sesampai di kantin, Adel melihat Kirana sedang selfie dengan DSLR punya Adel.

"Hm, memori gua ntar penuh sama foto lu! Siniin kamera gua!"

"Eum, aku pergi dulu ya ada urusan, assalamualaikum," pamit Roni kepada Adel dan Kirana, kemudian dia berlari meningglkan mereka berdua.

"Wa'alaikumussalam."

"Del tadi si Roni ngomong apaan sih?" Tanya Kirana.

"Kepo aja lo! Tadi gua udah fotbar sama si Roni fotonya entar gua kirim di WA ya," balas Adel kemudian dia membuka ponsel dan mengabari kepada mamanya jika nanti malam keluarga Roni akan datang.

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
purwanti29 dan 3 lainnya memberi reputasi
“Kepo aja lo! Tadi gua udah fotbar sama si Roni fotonya entar gua kirim di WA ya,” balas Adel kemudian dia membuka ponsel dan mengabari kepada mamanya jika nanti malam keluarga Roni akan datang.

Setelah itu Adel pamit pulang kepada Kirana karena mamanya sudah meminta penjelasan tentang lamaran Roni, saat di parkiran Adel kesusahan untuk mengeluarkan sepeda motornya.

“Duh kenapa temen-temen gak ada yang pulang sih, kan parkirannya jadi penuh dan gua ga bisa ngeluarin sepeda gua. Mana motor gua vespa bokong semok, ntar kalo lecet, kan jadi ga semok lagi,” dumel Adel menyalahkan temen-temennya yang tak kunjung pulang karena acaranya memang belum selesai, hanya Adel satu-satunya orang yang ada di parkiran.

Setelah setengah jam berpikir keras untuk mengeluarkan sepeda motor, akhirnya ada seseorang yang menghampiri Adel. Dia salah satu dosen di Universitas Adel.

“Eh, ada Adel, lagi apa?” tanya dosen itu sambil menghampiri Adel yang sedang berusaha mengeluarkan sepeda motornya yang terjepit oleh motor samping kiri dan kanannya.

“Eh ada Pak Alam, ini Pak lagi mau ngeluarin sepeda tapi daritadi ga bisa, boleh minta bantuannya Pak?” ucap Adel dan langsung mencium tangan Dosen kesayangannya itu.

“Kamu itu daritadi cari bantuan kan bisa Del, daripada berusaha sendirian,” ucap Pak Alam sambil mengeluarkan motor vespa kesayangan Adel dengan mudah dan tak ada lecet sedikit pun. Adel meringis saat melihat motornya sudah keluar dari kukungan motor lainnya, Pak Alam mengeluarkan dengan sangat mudah.

“Heheheehe selagi masih bisa sendiri aku ga minta bantuan Pak,” ucap Adel sambil tersenyum polos.

“Kita manusia sosial Del ingat itu, udah sana mamamu udah nungguin di rumah. Jangan ragu dengan keputusanmu Del, bapak pesen satu, jangan pernah ragu dengan sebuah kepastian yang sudah nyata keberadaannya. Jangan lupa undang bapak ya Del kalo udah jadi, yaudah bapak pergi dulu assalamualaikum,” Setelah mengucapkan itu Pak Alam pergi meninggalkan Adel yang sedang mencerna kata-kata Pak Alam barusan.

“Wa’alaikumussalam, Pak Alam memang dosen pengertian.” Pak Alam memang tau apa yang ada dipikiran orang lain dan juga sangat perhatian kepada semua mahasiswanya termasuk Adel.

Kemudian Adel menghidupkan motornya dan melenggang pergi meninggalkan parkiran.

Sesampai di rumah belum sempat melepas helm, Adel sudah ditarik paksa oleh mamanya untuk segera menjelaskan.

“Del cepetan jelasin ke mama kronologinya,” desak Santi kepada anak semata wayangnya, dia sangat terkejut mendengar berita dari anaknya karena setelah sekian lama menjomblo akhirnya ada seorang lelaki yang kepincut dengan anak kesayangannya itu.

Adel hanya bisa menjelaskan kejadian tadi siang yang dia alami. Ketika Roni mengatakan jika dia ingin melamarnya untuk serius atau tidaknya Adel tidak tau, Adel menyerahkan semua itu kepada Allah. Adel hanya berdo’a, jika ada seseorang yang berniat serius dengan maka dirinya tak sepenuhnya akan mencintai lelaki tersebut sebelum menjadi suami ‘SAH’.

Adel berpikir jika dirinya ini masih belum baik, akhlak maupun berucap. Masih haus akan ilmu agama dan juga terkadang masih bolong sholat dhuhanya. Adel merasa minder dengan Roni yang sudah sangat paham dengan ilmu agama meskipun hanya orang-orang tertentu yang tau, Adel terkadang bertemu Roni sedang mengajari anak kompleks belajar mengaji.

Dan pernah suatu hari Adel bertemu Roni di salah satu pondok temannya, dia sedang menghafal Al-Qur’an. Awalnya Adel mengira Roni sedang menghafal pelajaran atau buku, saat bertanya kepada temenku ternyata yang dihafal oleh Roni adalah Al-Qur’an. Namun tak peduli dengan itu karena saat itu Adel masih baru mengenal Roni.

Hanya itu yang diketahui oleh Adel, tadi saat sepulang sekolah Adel juga merasakan keraguan yang sangat dahsyat bahkan gempa di Lombok kalah dahsyat dengan keraguan yang dialaminya saat ini.

Tapi keraguan itu seketika perlahan menghilang ketika Adel mendengar kata-kata Pak Alam yaitu jangan ragu dengan kepastian yang sudah nyata keberadaanya.

Bersambung...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
purwanti29 dan 3 lainnya memberi reputasi
Waktu berjalan begitu sangat cepat, sekarang keluarga Roni sudah berada di rumah Adel.

Di dapur, Adel sedang duduk di bawah sambil bersandar ke tembok. Tadi dia sudah keluar dan bertemu dengan keluarga Roni, sekedar mengantarkan makanan lalu pergi ke dapur lagi.

Diam dan membisu, hanya itu yang dilakukan Adel. Tak lama kemudian Adel dipanggil oleh Santi untuk menemui Roni dan kedua orang tuanya. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin ditujukan kepada Roni, rasanya kepala akan meledak jika saja tadi tidak dipanggil Santi. Saat sampai di ruang tamu Adel duduk di sebelah Santi.

“Bagaimana Nak Adel? Apakah kamu menerima lamaran ini?” tanya Ayah Roni sambil tersenyum tulus kepada Adel, sedangkan Roni hatinya dag dig dug saat menanti jawaban dari Adel. Ada perasaan takut di tolak tapi jika memang bukan jodoh Roni hanya bisa pasrah.

Adel mengembuskan napas perlahan dan menjawab. “Iya, saya menerima lamaran ini.”

Semua yang ada di ruang tamu bernapas lega mendengar jawaban Adel, termasuk Roni. Dia sangat senang sekali. Hanya dengan ucapan syukur dia bisa meluapkan kebahagiaanya. Melihat pancaran wajah kebahagiaan dari wajah Roni, membuat Adel merasa ikut senang.


-TAMAT-
profile-picture
profile-picture
profile-picture
purwanti29 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Selamat membaca kisahnya Adel😆
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi
😆Adel dan Roni
profile-picture
purwanti29 memberi reputasi
Nice story
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
Kok ceweknya kebanyakan suka kopi?
profile-picture
profile-picture
bangkux dan raaaaud20 memberi reputasi
penyuka kopi kah cweknya?
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
Waah cerpen niih..
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
Diubah oleh feliia
Quote:


Karena akupun suka kopi😁jadi tak heran hampir semua ceritaku ceweknya suka kopi
Quote:


Iya kak😁😁
Quote:


Hehe iya😁
Quote:


Thanks😊
cerpen.
ada berapa part, Gan?
Quote:


Ada beberapa part kalau disatuin jadinya ngebosenin.
Lanjut cerita nya bagus lho
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
udah tamat aja? baru aja mampir
Balasan post raaaaud20
Judulnya pake huruf kapital harusnya,
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
ceritanya dah bagus mengalih kayak air. namun perlu perbaikan ditanda baca terutama dalam dialog. semangat ya aka.
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
saya mampir lagi, siapa tahu ada sambungannya
profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di