alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dad6a2ef4d6954ab7363ec1/roy-keane-jijik-melihat-pemain-manchester-united-dan-liverpool

Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool

Manchester United bermain imbang 1-1 melawan Liverpool, Minggu kemarin (20/10) dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-9. Pertandingan tersebut disoroti oleh legenda hidup Manchester United, Roy Keane. Ia merasa jijik melihat pemain Manchester United dan Liverpool yang terlihat sangat akrab.

Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool

(skysports)

Komentar keras Keane untuk pemain asal Brasil dari kedua tim yaitu Fred dan Andreas Pereira dari MU serta Roberto Firmino dan Fabinho dari Liverpool yang saling berpelukan dan cium pipi di lorong menuju lapangan.

"Saya jijik dengan para pemain. Anda akan berperang," kata Keane dilansir dari Metro.


Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool
(skysports)

"Mereka berpelukan dan berciuman, bahkan tidak melihat mereka sebagai lawan. Anda akan berperang melawan mereka," tambah Keane.


Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool
(skysports)

Bagi Keane prinsip para pemain di zaman sekarang sudah berubah, menurut Keane di zaman sekarang para pemain saling akrab satu sama lain terhadap lawan. Emang bukan kaleng-kaleng legenda Manchester United yang satu ini.

Hal yang paling diingat tentang Keane saat telibat pertengkaran di lorong menuju lapangan dengan Patrick Viera di Highbury pada tahun 2005. Pada saat itu MU berhasil menang 4-2 atas Arsenal.

Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool
(dailymail)

https://www.youtube.com/watch?v=Vmv1l1oUHUA  (Pertikaian Keane dan Viera di Highbury)
https://www.youtube.com/watch?v=Fu0V6ihkhJ0 (highlights Arsenal vs Manchester United 2-4)

Fakta yang kita ketahui bahwa pertandingan Manchester United vs Liverpool adalah pertandingan rivalitas dengan tensi tinggi di tanah Inggris. Kedua tim adalah penguasa sepakbola Inggris, MU dengan raihan 20 trofi Liga Inggris sedangkan Liverpool dengan raihan 18 trofi Liga Inggris.

Mantan pemain Liverpool, Steven Gerrard mengakui di dalam bukunya yang berjudul: Steven Gerrard - My Story, selama ia berkarier 18 tahun di Anfield, Gerrard sangat mengaku membenci MU yang lama mendominasi Liga Primer Inggris di bawah asuhan Alex Ferguson.

Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool

(dailymail)

"Saya diajarkan untuk membenci Manchester United. Itu telah ditanamkan di otak kami, hati kami, dan jiwa kami sebagai pendukung Liverpool. Kami tidak pernah suka satu sama lain, sebagai klub atau kota," tulis Gerrard melalui bukunya seperti dilansir Express.co.uk.

Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool

(liverpoolecho)

Selain itu mantan pemain Manchester United, Garry Nevile sangat membenci Liverpool.

Roy Keane Jijik Melihat Pemain Manchester United dan Liverpool
(metro)

"Tidak diragukan, saya jelas tumbuh dengan membenci Liverpool. Saya tak malu mengatakan kalimat itu sama sekali," jelas kakak dari Phil Neville seperti dikutip Squawka.

Sumber referensi:

https://metro.co.uk/2019/10/20/roy-k...nel-10952105/
https://www.cnnindonesia.com/olahrag...rumah-gerrard
https://www.indosport.com/sepakbola/...nci-liverpool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
suyatnomu dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh HernandezJoe
Halaman 1 dari 6
mengapa harus membenci jika bisa saling menghargai??






eeeaaaaaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
j651nian dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Main ke Indonesia aja bang Roy Keane, dijamin hobbynya berantem di lorong pasti terfasilitasi dengan baik deh.
bang eric cantona diajak sekalian kalo mau berantem sama suporter wkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dnr3 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Rivalitas abadi, simerah dari Inggris.emoticon-Traveller
Muantuab Keane
roy pasti terprovokasi power of 212 emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
axel807 dan 3 lainnya memberi reputasi
memang rivalitas sudah pasti membenci yg lainnya...
kecuali mereka tidak cinta timnya...
mgkn itu yang ingin disampaikan...

emoticon-Traveller emoticon-Bola
profile-picture
fikarzz memberi reputasi
ya di inggris milih tim sepak bola apa yg mau lu dukung itu dah kaya milih agama apa yg mau lu peluk emoticon-Leh Uga
profile-picture
fikarzz memberi reputasi
aku jijay deh
Bingungnya yang komen gitu kayak udah paling jago aje,bisanya jadi komentator..Pas jadi pelatih,lebih memble dari Bima Sakti emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
JakeGyllenhaal dan fikarzz memberi reputasi
baku hantam adalah tradisi
Balasan post mordekay
bedanya kalo disini... Udah membenci, ga profesional, jarang berprestasi, cuman bisa baku hantam.. beda kayak di Liga Inggris..
emoticon-Leh Uga
Jaman emang udah berubah koq om, santuy aja

emoticon-Matabelo
Kayaknya MU ga cm benci Liverpool, ama Chelsea, City atau Arsenal aja kadang bunuh2xna...
Tapi emang lebih parah dulu sih jaman Roy Keane, tapi seru...
Bayangkan ada team.
Squadnya;
- GK: Oliver Khan
- CB: Ramos, Stam, Vidic, Materazzi, Pepe
- CM: Gatusso, Keane, Barton
- FW: Zlatan, Cantona, Costa

Tambahin gaan~
profile-picture
profile-picture
achmad526 dan wekita memberi reputasi
Lihat 3 balasan
suporter sini cuma bisa cekikikan di pojoko sana

emoticon-Big Grin
belum merasakan liga indo sih

derby mataram kmren full rusuh
emoticon-Ngakak
Lebih jijik liat giginya Khabib novel
profile-picture
jokerandbane memberi reputasi
Cemen.
Main dimari deh.
Rivalitas antar suporter lebih ngeriw drpd di tempat lu sono.
Grumpy old man.... pemaen skill nol cm bisa marah dan kasar
profile-picture
profile-picture
jasakurirjkt dan maria.olivia memberi reputasi
Quote:


Balloteli, Nigel de Jong, Gus Nur.
profile-picture
joerain38 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di