alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
543 Titik panas kembali terdeteksi di Sumatra
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da04ee6018e0d07520301c0/543-titik-panas-kembali-terdeteksi-di-sumatra

543 Titik panas kembali terdeteksi di Sumatra

543 Titik panas kembali terdeteksi di Sumatra
Warga beraktivitas di perairan Sungai Musi yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (11/10/2019).
Pulau Sumatra kembali dikepung titik panas sebagai indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Jumat (11/10/2019) pagi, terdeteksi 543 titik, akibatnya Kota Pekanbaru di Riau dan Palembang di Sumatra Selatan diselimuti kabut asap.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Jumat (11/10) pagi, satelit Terra dan Aqua mendeteksi kenaikan jumlah titik panas dibanding sehari sebelumnya. Pada Kamis (10/10) sore, jumlah titik panas sekitar 405.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan jumlah titik panas di Provinsi Riau 15 titik. Lokasinya di Kabupaten Kuansing satu titik, Indragiri Hilir (Inhil) empat titik, dan Indragiri Hulu (Inhu) 10 titik panas. Dari jumlah tersebut, 10 dipastikan titik api karhutla yaitu di Kabupaten Inhu ada 8 titik, dan Inhil 2 titik. BMKG menyatakan Kota Pekanbaru pada Jumat (11/10) pagi diselimuti kabut asap sisa karhutla. "Kota Pekanbaru terpantau asap dengan jarak pandang dua kilometer," ungkap Sukisno.

Titik panas paling bayak di Provinsi Sumatra Selatan, yakni 310 titik. Kemudian di Lampung 96 titik, Jambi 86 titik, Bangka Belitung 35 titik dan Bengkulu satu titik panas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan, meski tidak terdeteksi satelit, namun karhutla juga terjadi di Kabupaten Kampar. Titik api muncul Desa Rimbo Panjang, Kampar.

"Tim sejak kemarin (Kamis 10/10) melakukan pendinginan di lokasi yang terjadi kebakaran. Kawasan semak belukar di lahan gambut terbakar," ujarnya.

Gubernur Riau Syamsuar, bulan lalu menandatangani Surat Keputusan (SK) Penetapan Status Keadaan Darurat Pencemaran Udara. Kondisi darurat tersebut berlaku hingga 30 September dan akan diperpanjang bila belum ada perbaikan.

Desakan kepada Pemrov Riau untuk meningkatkan status siaga menjadi bahaya, sudah dikemukakan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatra, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kualitas udara memburuk
Terjadinya kebakaran hutan dan lahan membuat sejumlah wilayah mengalami penurunan kualitas udara. Di antaranya Kota Palembang yang berada pada level berbahaya.

Kota Palembang diselimuti asap pekat dan membuat jarak pandang terbatas disertai suhu udara dingin. Asap tersebut mulai meningkat intensitasnya sejak Kamis (10/10) sore pascahujan ringan di beberapa lokasi.

"Asap ini kiriman dari wilayah Banyuasin I, Tulung Selapan dan Mesuji yang berada di arah tenggara Kota Palembang," sebut Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Beny Setiaji.

Menurut data air visual terintegrasi satelit, Jumat (11/10) hingga pukul 08.30 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang berada pada angka 359 dengan kategori berbahaya atau setara 309 mikrogram/meter PM 2,5.
543 Titik panas kembali terdeteksi di Sumatra


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ksi-di-sumatra

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- 543 Titik panas kembali terdeteksi di Sumatra Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah

- 543 Titik panas kembali terdeteksi di Sumatra Menyeret Pak Wali yang ingkari janji kampanye

- 543 Titik panas kembali terdeteksi di Sumatra KPK klarifikasi tudingan Arteria Dahlan di Mata Najwa

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di