alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da04947c9518b44396e51b9/ekonomi-melambat-penduduk-miskin-diprediksi-bertambah

Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah

Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah
Warga beraktivitas di kawasan Petamburan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
Bank Dunia mengeluarkan peringatan meningkatnya risiko pertumbuhan jumlah penduduk miskin akibat perlambatan ekonomi di negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik.

Lembaga keuangan multilateral itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara di kawasan itu akan melambat menjadi 5,8 persen tahun ini dari realiasasi tahun lalu yang mencapai 6,3 persen. Tak hanya itu, Bank Dunia juga memprediksi perlambatan ekonomi masih akan terjadi pada 2020 dan 2021 dengan pertumbuhan masing-masing 5,7 persen dan 5,6 persen.

Dalam laporan Weathering Growing Risk East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2019, yang dirilis Bank Dunia Kamis (10/10/2019), melemahnya permintaan global dan meningkatnya ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok menjadi faktor utama lesunya perekonomian. Perang dagang telah menurunkan ekspor dan pertumbuhan investasi di kawasan ini.

Meski begitu, pertumbuhan konsumsi dinilai masih tetap stabil, walau sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal itu karena didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal yang lebih longgar.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara yang lebih kecil diyakini masih kuat, terutama ditopang dari sektor pariwisata, properti dan sektor-sektor ekstraktif.

"Ketika pertumbuhan melambat, demikian juga tingkat penurunan kemiskinan," kata Victoria Kwakwa, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (11/10/2019).

Kalau ekonomi di Asia Timur dan Pasifik akan memburuk, bukan tidak mungkin Indonesia bakal bernasib sama. Terbukti, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen tahun ini dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 5,2 persen.

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan lima negara di kawasan Asean lainnya, yakni Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar. Untuk dua tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi di lima negara itu diyakini masih bisa di atas 5,5 persen.

Seiring pertumbuhan yang moderat, laju pengentasan kemiskinan juga diprediksi melambat. Tahun ini tingkat kemiskinan di regional Asia Timur dan Pasifik diprediksi mencapai 24 persen, naik dari prediksi April lalu yang mencapai 23,7 persen. Ini berarti akan ada tambahan 6,6 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan di kawasan ini.

Perkiraan tingkat kemiskinan 2019 di negara-negara Asia Timur dan Pasifik, diukur dengan menggunakan garis kemiskinan kelas menengah dengan penghasilan sebesar AS$5,50 per hari.

“Kami memperkirakan bahwa hampir seperempat penduduk di negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik hidup di bawah garis kemiskinan kelas menengah-atas sebesar AS$5,50 per hari. Ini mencakup hampir 7 juta orang lebih banyak dari yang kami proyeksikan pada bulan April, ketika pertumbuhan kawasan terlihat lebih kuat," jelas Kwakwa.
Risiko utang
Tingkat utang yang tinggi dan meningkat di beberapa negara disebut bakal membatasi kemampuan negara untuk mengurangi dampak perlambatan ekonomi.

Bank Dunia menilai kondisi keuangan global yang tidak pasti bisa berdampak pada biaya pinjaman yang lebih tinggi. Biaya bunga yang mahal akan berpengaruh pada pertumbuhan kredit dan semakin membebani investasi swasta dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Namun untuk urusan ini, Bank Dunia menyebut Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup baik dalam mengelola utang. Sebab, rasio utang Indonesia terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) masih berada di kisaran level 30 persen.

"Kami bisa katakan, utang Indonesia masih bisa dikendalikan, sehingga kami mempertimbangkan ini sebagai hal yang wajar (reasonable)," ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Andrew Mason.

Bahkan dalam rilisnya, Bank Dunia mengatakan estimasi rasio utang Indonesia terhadap PDB pada akhir 2019 ini hanya akan mencapai 30,1 persen. Sementara prediksi untuk 2020 dan 2021 tidak jauh berbeda, yaitu 30,1 persen dan 29,9 persen.
Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...iksi-bertambah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah Menyeret Pak Wali yang ingkari janji kampanye

- Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah KPK klarifikasi tudingan Arteria Dahlan di Mata Najwa

- Ekonomi melambat, penduduk miskin diprediksi bertambah Dana otonomi khusus Papua akan dievaluasi

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di