alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Distribusi Infomasi Intelijen Dipertanyakan Setelah Penusukan Wiranto
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da023572f568d7fa539bbb2/distribusi-infomasi-intelijen-dipertanyakan-setelah-penusukan-wiranto

Distribusi Infomasi Intelijen Dipertanyakan Setelah Penusukan Wiranto

Distribusi Infomasi Intelijen Dipertanyakan Setelah Penusukan Wiranto
Pengamat terorisme dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Sidratahta Mukhtar menyebut ada masalah intelijen dalam kasus penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto. Informasi intelijen soal pelaku penusukan SA alias Abu Rara tidak terdistribusi dengan baik.

"Ini kan sekarang Menko Polhukan mewadahi BIN, Polri, dan badan keamanan lainnya. Kalau Kepala BIN katakan 3 bulan sebelumnya sudah terdeteksi. Ke mana distribusi informasi dilakukan?" ucap Sidratahta saat dihubungi, Jumat (11/10/2019).

Menurut Sidratahta, seharusnya sebelum Wiranto datang ke lokasi acara di Pandeglang, Banten, ada tukar informasi intelijen. Jadi, ada tindakan pencegahan sebelum terjadinya penyerangan.

"Ada faktor komunitas keamanan atau komunitas intelijen di daerah kejadian tidak koordinasi atau bahkan tidak ada rapat sebelumnya. Biasanya kan ada koordinasi Kominda (Komunitas Intelijen Daerah), komunitas intelijen lokal, pasti ada. Misalkan datang menteri, pasti siapa yang potensi radikal di daerah ini. Kan ada sharing. Kok tidak terjadi inteligen sharing sebelum Pak Wiranto (datang)," kata Sidratahta.

Padahal, menurut Sidratahta, kondisi keamanan Indonesia sedang rawan. Maka itu, seharusnya ada upaya lebih dari pihak keamanan maupun intelijen.

"Saya agak setuju kalau disebut ada kebobolan intelijen, ada sistem intelijen tidak terintegrasi. Ke dua, ada faktor efektifitas. Mestinya kalau ada potensi, bayangkan Menkopolhukan datang ke wilayah, padahal baru-baru ini sedang terjadi konflik parah dari Papua, ekseskan di mana-mana," kata Sidratahta.

Selain soal intelijen, dia pun menyoroti polisi yang tidak memiliki jiwa peringatan dini. Karena itu, polisi membiarkan pelaku dekat dengan Wiranto sebelum melakukan aksi. Bahkan, posisi pelaku ada di dekat polisi.

"Kalau saya lihat foto sosok diduga teroris, kan Abu Rara dan istri, dia berdiri di sebelah polisi. Saya sering berikan ceramah, pendidikan pada polisi, kalau memiliki security mind, polisi itu segera lakukan deteksi cegah, tapi itu tidak terjadi. Hanya persepsi itu orang biasa. Maka polisi itu tidak pahami lingkungan di area lingkungannya," kata Sidratahhta.

Sidratahta menyebut sebetulnya peraturan soal undang-undang terorisme sudah mumpuni untuk pencegahan. Tapi pemikiran penegak hukum masih mengacu pada undang-undang lama.

"Sekarang, ketika UU baru direvisi (UU 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme), sudah dilibatkan fungsi direradikalisasi, ada pencegahan dini lebih bagus. Tapi sayang penindakan terorisme masih menggunakan UU lama," ucap


https://news.detik.com/berita/d-4741...dipertanyakan
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
seperti yg sudah2

baru ada kasus,baru ada pertanyaan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan 3 lainnya memberi reputasi
Ooooh kirain kenapa...

bentar, saya lanjut lagi.

Distribusi Infomasi Intelijen Dipertanyakan Setelah Penusukan Wiranto
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan 9 lainnya memberi reputasi
Perlu di aktifkan sel2 intel yg ada, Mungkin udah lama kurang aktif.
Menghadapi radikalisme dan terorisme, intel hrs selalu aktif
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
harusnya BIN ga usah ngomong kalo Pelaku uda dipantau selama 3 bulan. .
Jadi melebar kemana-mana pertanyaannya
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Semoga bisa dijadikan bahan evaluasi bagi Senopati wirang terkait kejadian yang menimpa Pak Wir.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Mestinya intel lokal pdkt sama setiap cadar dan janggut di setiap acara?
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan sando779 memberi reputasi
Macet gegara pembatasan dari kominfo kah?
emoticon-Leh Uga
profile-picture
melanie95 memberi reputasi
Amerika aja bisa kecolongan Al Qaeda buat cari senjata ultima weapon di Iraq.
pelaku... jelas.. trancam HUKUMAN MATI.... emoticon-Smilie
profile-picture
pisangkapas memberi reputasi
ane malah tanya apakah ini adalah operasi intelijen ?
profile-picture
lqmnnhkm memberi reputasi
Waah gawat ini, harus dilaporin ke pak ustadz RW komandan aming kerjanya gabener haha, agen agen ciraos sudah mulai muncul ini emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Sundul
Bener bener parah, untung pak Wiranto masih bisa selamat.
Hukum pelaku seberat beratnya.
profile-picture
khakim.h memberi reputasi
abis pembokat, Tiati juragannya
who knows.... waspada... waspadalah.... by bangNapi
Quote:


Duh mintanya pemimpin yg baik tp rakyat nya.... pemimpin yg baik hanya utk rakyat yg baik
Seharusnya memang pengawalan sekelas menteri lebih ketat lagi.
Apalagi di daerah garis keras.

Di luar negeri bahkan ditempatkan team sniper untuk pengawalan dan pengawasan saat kunjungan menteri.
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Quote:


Hush..
Tar di cap kadrun, isis, alqaeda dsb..
Dari keterangan di atas aja, banyak banget kejanggalan yang bisa ditanyakan, cuma ya mau gimana, yang kritis di bully sih sekarang mah emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
TuanLi dan 2 lainnya memberi reputasi
gegara pembatasan sinyal berakibat begini
Saatnya densus88 bergerak tegasin teroris2 munafik
Distribusi Infomasi Intelijen Dipertanyakan Setelah Penusukan WirantoDistribusi Infomasi Intelijen Dipertanyakan Setelah Penusukan Wiranto
Masa pelaku yg lulusan sarjana hukum ga kenal muka wiranto? emoticon-Gila


Bata only!
Diubah oleh hawk
RIP AIM
profile-picture
adinkeez69 memberi reputasi
kurang waspadaemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan adinkeez69 memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di