alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / ... / Gosip Nyok! /
Agama Tidak Salah, Yang Salah Yang Mengaku Beragama Dan Berbuat Kesalahan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9ff61f2f568d46455263f1/agama-tidak-salah-yang-salah-yang-mengaku-beragama-dan-berbuat-kesalahan

Agama Tidak Salah, Yang Salah Yang Mengaku Beragama Dan Berbuat Kesalahan

Agama Tidak Salah, Yang Salah Yang Mengaku Beragama Dan Berbuat Kesalahan


Belakangan ini di Indonesia bahkan didunia, Islam seakan-akan tersudut dan menjadi biang kerok suatu peristiwa bahkan hingga dicap sebagai radikal. Belakangan ini banyak yang mencoba membenturkan satu agama dengan agama yang lain, hingga satu agama dengan agama yang sama hanya karena berbeda mahzab. Framing demi framing dibuat seakan-akan ingin menghitamkan agama-agama tertentu. Karena otak dari si pembuat framing ini adalah mereka yang memiliki hasrat keinginan sendiri atau kelompok demi keuntungan duniawi semata. Didalam ajaran islam, membunuh satu orang yang tidak bersalah ibaratnya membunuh seluruh umat manusia didunia. Memfitnah seseorang dosanya termasuk dosa besar. Dalam Islam dosa yang besar itu jika diumpamakan banyaknya seperti sebuah gunung. Sedangkan dosa kecil diumpamakan seperti biji tumbuhan.

Dalam agama Islam disuatu hadist ada yang berbunyi, suatu saat nanti Islam akan kembali menjadi asing seperti saat dulu ketika jaman jahiliyah. Apakah fenomena ini yang sedang terjadi saat ini? Dimana semakin tahun semakin framing-framing yang ditujukan kepada agama Islam membuat Islam itu sendiri menjadi terasingkan. Sehingga saat ini sering kita temui orang-orang yang melontarkan kata-kata seperti jangan sok suci, jangan sok alim, jangan bawa-bawa agama.

Islam dianggap sebagai agama penghalang, penghalang kesenangan dunia, penghalang kebebasan dunia. Bahkan banyak manusia dan golongan-golongan tertentu yang menyatakan bahwa Islam selalu membatasi mereka untuk hidup bebas. Bebas mulai dari cara berpakaian, apa yang dimakan, darimana uang didapatkan, dengan siapa bergaul, hingga seks bebas dan lain sebagainya.

Sempat belum lama ini ada kisah viral dimana seorang pria batal menikahi tunangannya dikarenakan tunangannya itu tengah hamil 2 bulan dan tidak tahu siapa yang menghamilinya karena ada 3 pria lain yang berhubungan seks dengannya selama si pria pergi dinas luar kota. Inikah salah satu kebebasan yang diinginkan? Seks bebas? Diagama manapun pasti ada aturang yang melarang hubungan seks diluar nikah. Didalam islam sendiri diajarkan bahwa hikmah dari seks pasca pernikahan adalah untuk menjaga garis keturunan seseorang, untuk menjaga kehormatan kedua belah pihak yang dinikahkan.

Salah satu hal yang membuat Islam selalu disudutkan adalah karena kekompakan, karena kebersamaan, tali persaudaraan, dimana dalam islam juga diajarkan bahwa umat islam ini bersaudara ibarat anggota tubuh. Jika kaki sakit, maka anggota tubuh lain akan merasakan sakit pula. Aksi 212 yang diselenggarakan di Monas, aksi yang damai dan menggambarkan kekompakkan dari umat Islam.

Bagaimana Islam dapat berbuat radikal jika ajaran dalam berperang saja sudah melampaui aturan perang dunia, berikut aturan perang dalam islam:

1. Umat Muslim hanya dibolehkan membunuh, mengusir dan memerangi musuh yang telah memerangi mereka terlebih dahulu dan dilarang melampaui batas.
2. Dilarang berperang di Masjidil Haram, kecuali musuh telah memerangi terlebih dahulu ditempat tersebut.
3. Jika pihak musuh sudah berhenti memerangi dan tidak adalagi kerusakan maka diwajibkan untuk berhenti berperang.
4. Berperang hanya dijalan yang diperintahkan oleh Allah.
5. Wajib melindungi orang-orang yang meminta perlindungan terhadap Umat Muslim.
6. Dilarang berperang di Bulan-bulan Haram (Muharram, Rajab, Zulqaidah, Zulhijah) kecuali berperang karena membela diri.

Larangan Keras Dalam Perang Menurut Aturan Islam:
1. Dilarang melakukan pengkhianatan jika sudah terjadi kesepakatan damai,
2. Dilarang membunuh wanita dan anak-anak, kecuali mereka ikut berperang maka boleh diperangi,
3. Dilarang membunuh orang tua dan orang sakit,
4. Dilarang membunuh pekerja (orang upahan),
5. Dilarang mengganggu para biarawan dan tidak membunuh umat yang tengah beribadah.
6. Dilarang memutilasi mayat musuh,
7. Dilarang membakar pepohonan, merusak ladang atau kebun,
8. Dilarang membunuh ternak kecuali untuk dimakan,
9. Dilarang menghancurkan desa atau kota,
10. Dilarang menghancurkan atau memasuki tempat Ibadah
11. Dilarang membunuh kaum yang telah berada di dalam tempat ibadah.

Bagaimana segelintir orang itu bisa dicap sebagai Islam Radikal ketika aturan dan ajarannya murni dari Islam itu sendiri saja sungguh Rahmatan lil Alamin alias rahmat bagi alam semesta dan isinya. Jika satu atau sekelompok orang yang mempunyai agama tertentu dan berbuat kesalahan atau kejahatan, maka cukuplah dikatakan bahwa orang atau kelompok tersebut adalah penjahat (pembunuh, pencuri, pemerkosa, perampok, koruptor, dll). Karena orang tersebut tidak mencerminkan agama apa yang dianutnya. Sama seperti suatu kisah berikut ini:
Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai: “Laut ini maling …”
Tak lama datanglah nelayan yang membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai: “Laut ini baik hati …”
Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai, “Laut ini pembunuh …”
Tak lama datanglah seorang lelaki yang menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai: “Laut ini penuh berkah …”
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu.

Maka marilah kita membuka semua pikiran negatif terhadap satu agama, terutama agama Islam yang selalu dengan mudahnya dicap radikal atau teroris. Karena sesungguhnya jika ajaran agama Islam itu dipahami dengan baik maka sesungguhnya tidak ada satu pun ajaran yang membuatnya condong ke arah radikal atau teroris, begitu pula dengan agama lainnya cukup diyakinkan bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan bahkan hingga bunuh membunuh sesama manusia. Semoga kita jadi lebih bijak dan berfikir jernik. Setiap jaman ada masanya, setiap masa ada tokoh baik dan atau tokoh yang buruk. Tidak lain tidak bukan mereka yang buruk atau jahat adalah oknum. Katakan tidak untuk menjadi oknum, salam damai.

Spoiler for Baca Artikel Lainnya:



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di